13 + Fungsi Bahasa Lengkap di Sertai Pengertian, Jenis, Unsur Bahasa

13 + Fungsi Bahasa Lengkap di Sertai Pengertian, Jenis, Unsur Bahasa

Fungsi Bahasa – Kita sehari hari becakap dengan lawan kita dengan menggunakan bahasa yang bisa di pahami oleh lawan kita, itu lah salah satu dari fungsi dari bahasa itu sendiri. Di bawah ini saya akan bagikan mengenai fungsi bahasa, namun tidak hanya fungsi saja ada pengertian bahasa menurut beberapa ahlinya, jenis bahasa, unsur2 bahasa. Mari kita lanjut membaca.

Pengertian  Bahasa Menurut Para Ahlinya

fungsi bahasa
Fungsi bahasa

Bahasa adalah sistem lambang nada ujaran yg dipakai untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yg baik berkembang berlandaskan suatu sistem, yakni seperangkat tata cara yg dipatuhi oleh pemakainya. Bahasa sendiri berfungsi sebagai media komunikasi serta sebagai media integrasi dan adaptasi.

Berikut ini merupakan pengertian dan definisi bahasa menurut para ahli:

Bill Adams : Bahasa yakni sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif

Wittgenstein : Bahasa yakni bentuk pemikiran yg dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yg logis

Ferdinand De Saussure : Bahasa merupakan ciri pembeda yg paling dominan dikarena adanya bahasa setiap kelompok sosial akan merasakan dirinya sebagai kesatuan yg berbeda dari kelompok yg lain

Bloch & Trager : Bahasa yakni sebuah sistem simbol yg bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

Carrol : Bahasa yakni sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yg memliki sifat manasukka, yg digunakan, atau yg dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yg secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia

Sudaryono : Bahasa yakni sarana komunikasi yg efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidak sempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi memberikan salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

Saussure : Bahasa yakni objek dari semiologi

Mc. Carthy : Bahasa yakni praktik yg paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir

William A. Haviland : Bahasa merupakan suatu sistem bunyi yg apabila disatukan menurut aturan tertentu menimbulkan makna yg dapat diterima oleh semua orang yg berbicara dalam bahasa tersebut.

Unsur Unsur Bahasa

 

Bahasa merupakan sistem lambang nada ujaran yg dipakai untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yg baik berkembang berlandaskan suatu sistem, yakni seperangkat tata cara yg dipatuhi oleh pemakainya. Sistem tersebut mencakup unsur – unsur :

  1. Sistem lambang yg bermakna dan bisa dipahami oleh masyarakat pemakainya.
  2. Sistem lambang tersebut bersifat konvensional yg ditentukan oleh masyarakat pemakainya berlandaskan kesepakatan
  3. lambang – lambang tersebut bersifat arbiter (Kesepakatan) digunaka secara berulang dan tetap
  4. Sistem lambang tersebut bersifat terbatas, tetapi produktif
  5. Sistem lambang bersifat unix, khas, dan tidak sama dengan bahasa lain
  6. Sistem lambang dibangun berlandaskan kaidah yg bersifat universal

Fungsi Bahasa Dalam Negara

fungsi bahasa
Fungsi bahasa
  1. Bahasa sebagai media komunikasi

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut dipakai di semua lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yg beraneka ragam, contohnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.

  1. Bahasa sebagai media integrasi dan adaptasi

Dengan bahasa orang bisa menyatakan hidup bersama pada suatu ikatan. contohnya : integritas kerja pada sebuah institusi, integritas karyawan pada sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama pada bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.

  1. Bahasa sebagai media kontrol sosial

Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengontrol komunikasi supaya orang yg terlibat pada komunikasi bisa saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol beda yg menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini bisa diwujudkan pada bentuk : aturan, aturan dasar, undang – undang dan beda – lain.

  1. Bahasa sebagai media memahami diri

Dalam membangun karakter seseorang wajib bisa memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus  bisa mengungkjapkan potensi yang ada pada dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya.

Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan beda – lain. Dari pemahaman yg cermat atas dirinya, seseorang tentu mampu membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.

  1. Bahasa sebagai media aktualisasi diri diri

Bahasa sebagai aktualisasi diri diri bisa diusahakan dari tingkat yg paling sederhana sampai yg paling kompleks ataupun tingkat kesulitan yg paling tinggi. aktualisasi diri sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya tentu senatiasa setia, bangga dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).

  1. Bahasa sebagai media memahami orang lain

Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang butuh memahami orang lain, seperti pada memahami dirinya. Dengan pemahaman kepada seseorang, pemakaian bahasa bisa mengenali bermacam hal mencakup kondisi pribadinya:

Potensi biologis, intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yg melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi pengembangan dirinya, dan beda – lain.

  1. Bahasa sebagai media mengamati kawasan sekitar

Bahasa sebagai media untuk mengamati masalah tersebut wajib diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga bisa mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti.

Contohnya apa yg melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yg diamati, menjelaskan bagaimana trik (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.

  1. Bahasa sebagai media berfikir logis

Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang bisa berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, ataupun kronologis sehingga bisa menyusun konsep ataupun pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. menggunakan proses berfikir logis, seseorang bisa menentukan tindakan benar yg wajib dilakukan.

Proses berfikir logis merupakn hal yg abstrak. Untuk itu, dibutuhkan bahasa yg efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yg kerangka tersebut sebagai konkret.

  1. Bahasa membangun kecerdasan

Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa pada mengolah kata, kalimat, paragraf, bacaan argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, kajian ataupun pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara benar sehingga menimbulkan kreativitas yg modern pada bermacam bentuk dan fungsi kebahasaan.

  1. Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda

Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan mempunyai beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut bisa berkembang secara bersamaan. kecuali mempunyai kecerdasan berbahasa, orang yg tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan mempunyai kecerdasan yg produktif.

Misalnya, seorang pakar program yg mendalami bahasa, ia bisa menjadikan kamus elektronik, ataupun menjadikan mesin penerjemah yg lebih seksama dibandingkan yg sudah ada.

  1. Bahasa membangun karakter

Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang bisa mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang bisa mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. pada bentuk sederhana contohnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yg lebih kompleks , contohnya : menjadikan proposal yg menyatakan dirinya tentu menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.

  1. Bahasa Mengembangkan profesi

Proses pengembangan profesi dimulai dengan pembelajaran diteruskan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yg tidak didapatkan selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu terhadap pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian ujung karier / profesi. ujung pendakian karier tidak tentu tercapai tanpa komunikasi ataupun hubungan dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya.

Untuk itu semua kumpulan profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan pada berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas modern pada profesinya.

  1. Bahasa media menciptakan kreatifitas baru

Bahasa sebagai media berekspresi dan komunikasi berkembang sebagai suatu pemikiran yg logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. kemajuan itu sejalan dengan potensi akademik yg dikembangkannya. menggunakan pendidikan yg terus berkembang sebagai suatu talenta intelektual. talenta alam dan talenta intelektual ini bisa berkembang spontan menimbulkan suatu kretifitas yg baru.

Macam Macam Gaya Bahasa (Majas)

majas
Gaya Bahasa

Pengertian majas (gaya bahasa) merupakan pemakaian kata-kata kiasan dan perbandingan yg benar untuk melukiskan sesuatu maksud untuk membentuk plastik bahasa. yg dimaksud dengan plastik bahasa adalah upaya cipta pengarang dalam menjadikan karya cipta sastra dengan mengemjukakan pemilihan kata yg benar memungkinkan “tenaga” yg sesuai dengan buah pikiran dan perasaan yg terkandung pada karya itu.

Pada dasarnya, gaya bahasa dibagi atas 4 bagian:

  1. Gaya bahasa perbandingan
  2. Gaya bahasa penegasan
  3. Gaya bahasa pertentangan
  4. Gaya bahasa pertentangan

Jenis Bahasa

jenis-jenis bahasa diantaranya yakni : bahasa lisan/tulisan, bahasa isyarat, bahasa pemrograman, bahasa batin. mengenai pengertian dari keempat jenis bahasa tersebut

  1. Bahasa Lisan yakni suatu komunikasi antar manusia untuk mengutarakan maksudnya menggunakan kata kata yang terucap dari mulut.
  2. Bahasa Tulisan ialah suatu bentuk komunikasi yang timbul dari bermacam kosa kata yang disusun sehingga timbul suatu kalimat yang mempunyai arti dan dituangkan kedalam bentuk tulisan.
  3. Bahasa Isyarat ialah suatu bentuk komunikasi yang menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan gerak bibir. umumnya yang menggunakan jenis bahasa ini merupakan kumpulan tunarungu, mereka mengkombinasikan terhadap gerakan tangan, gerak bibir, dan aktualisasi diri rupa supaya lawan bicaranya mengerti apa yang telah ia maksud.
  4. Bahasa Pemrograman yakni suatu bahasa yang dipakai untuk memerintah komputer dengan menggunakan syntax syntax yang telah diatur oleh bahasa pemrograman itu sendiri, tujuannya supaya komputer mampu menjalankan apa yang kita perintahkan.
  5. Bahasa Batin ialah suatu hubungan mental secara langsung menggunakan isi hati kita, bahasa batin tidak memerlukan media kata kata seperti jenis bahasa yang lainnya. Istilah yang lebih mirip dengan komunikasi bahasa batin yakni telepati.

Mungkin itu saja yang bisa saya bagika untuk teman teman semoga bisa memberikan manfaat dan bisa menambah pengetahuan teman teman sekalian, dan jangan lupa kunjungi arttikel lain nya di sini insyaallah bermanfaat.

Fungsi Bahasa.

Sumber:

http://oktonion.blogspot.com

https://aldyforester.wordpress.com

http://ilmusupertop.blogspot.com

Leave a Comment