√ Arti Ambigu Menurut para Ahlinya Ahli beserta Contohnya 2019 (Lengkap)

√ Arti Ambigu Menurut para Ahlinya Ahli beserta Contohnya 2019 (Lengkap)

Arti Ambigu – Kata istilah Ambigu sering kita jumpai dalam dialog sehari-hari. Lebih lebih dalam berkomunikasipun melalui bahasa gaul di sosial media kita sering menjumpai kata tersebut baik melalui media facebook, instagram, twitter maupun aplikasi berbasis chat seperti Whatsap, line dan BBM.

Namun, tahukan teman teman semua apa makna sebenarnya dari kata Ambigu? Pemahaman yang menyangkut arti kata Ambigu sangat penting supaya kita dapat mengetahui makna kalimat yang mengandung kata tersebut. Nah, apabila teman teman ingin tahu lebih mendetail tentang pengertian kata Ambigu disertai contoh dan faktor penyebab munculnya ambigu, maka sebaiknya simak ulasan yang kami bagikan berikut ini.

Definisi Arti Ambigu

arti ambigu
Definisi ambigu

Arti ambigu yakni Kalimat/kata yang memiliki arti ganda sehingga meragukan atau sama sekali tidak bisa dipahami oleh orang lain penyebab ambigu diantaranya struktur kalimat yang tidak tepat intonasi yang tidak tepat dan pemakaian kata yang bersifat Polisemi

Pengertian Arti Ambigu Menurut Beberapa Ahli

arti ambigu
Pengetian ambigu

Whitman dan Yager

Pendapat Whitman dan Yager seorang ilmuwan asal Rusia mengemukakan arti ambigu ialah sesuatu hal (kalimat) yang memiliki interpretasi normal lebih dari satu.
Ambigu bersifat gampang diragukan dan sulit dipahami orang lain karena memiliki arti ganda. Penyebab munculnya ambigu yakni intonasi yang tidak tepat, struktur kalimat yang salah dan pemakaian kata yang memiliki sifat polisemi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Istilah arti ambigu secara umum dipahami sebagai suatu kondisi yang tidak pasti atau tidak jelas untuk dipahami. Terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ambigu adalah jenis kata sifat yang memiliki makna lebih dari satu atau bermakna ganda. Hal ini mengakibatkan munculnya ketidakjelasan, keraguan dan kekaburan dalam memahami suatu kata atau kalimat.

Pengertian Arti Ambigu Secara Etimologi

Dalam etimologi istilah ambigu awal kali muncul dari bahasa latin ‘ambiguus’ yang memiliki arti tidak pasif atau senantiasa bergerak dari sisi ke sisi. Ambigu juga diartikan sebagai suatu keadaan yang menyebabkan keraguan. Ambigu berasal dari kata ‘ambigere’ yang memiliki arti ‘pergi ke suatu lokasi yang belum pasti’, ‘berjalan tanpa arah dengan ragu’. Ambigiere merupakan kombinasi dari kata ‘ambi’ yang bermakna kira-kira atau ke dua sisi atau sekitar dan kata agree yang berarti bergerak atau mendorong.

Istilah Ambigu dalam Konteks Kehidupan Sehari- hari

arti ambigu

Istilah ambigu dalam perkembangannya difungsikan dalam berbagai kondisi atau situasi. Bahkan dalam bahasa gaul yang sering digunakan dalam percakapan anak muda masa kini juga sering menggunakan istilah ambigu. Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar istilah ‘frasa ambigu’ atau ‘kalimat ambigu’.

Jenis Kalimat Ambigu

arti ambigu
Jenis kamilat ambigu

Berdasarkan dalam kategorinya, kalimat ambigu dibedakan menjadi 3 jenis yang diantara nya Ambiguitas Leksikal, Ambiguitas Gramatikal dan Ambiguitas Fonetik. Berikut ini kami sajikan ulasannya masing-masing:

1. Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas Fonetik merupakan jenis kalimat ambigu yang mempunyai bunyi sama dalam proses pengucapannya. Jenis kalimat ambiguitas ini sering kita temui dalam percakapan sehari-hari namun kita sering tidak menyadarinya.

Contoh; “Tolong, jangan beri tahu padanya!”

Pengguanaan kalimat tersebut janggal dikarena penggunaan kata tahu. Kata tahu mengakibatkan kalimat di atas memiliki makna yang ganda. Kata tahu yang tertera bermakna makanan atau tahu yang berarti proses pemberian informasi. Maka dari itu, saat menjumpai jenis kalimat Ambiguitas Fonetik sebaiknya kita dengarkan dengan teliti dan pahami kalimat dalam percapakan tersebut secara menyeluruh dan utuh agar memahami makna sebenarnya yang ingin disampaikan.

2. Ambiguitas Gramatikal

Jenis ambigu Ambiguitas gramatikal merupakan jenis ambiguitas yang disebabkan adanya perpaduan kata dengan makna yang ganda. Jenis ambiguitas ini hanya terlihat saat dalam bentuk kata. Apabila berubah menjadi suatu kalimat, jenis ambiguitas ini sudak tidak tampak lagi.

Contoh:”Orang tua”

Koloborasi dua kata tersebut mempunyai makna yang ganda antara lain ayah ibu atau orang yang tua. Jika kedua kata tersebut diubah dalam sebuah kalimat maka jenis ambiguitasnya sudah tidak terlihat lagi.

Contoh:
“Orang tua itu sulit menaiki tangga.”
“Orang tua Nia sangat baik pada kami”

Contoh lain jenis Ambiguitas Gramatikal:

“Edi, ayah Nia pergi.” Kalimat tersebut dapat diartikan berikut ini:
“Edi, ayah Nia pergi” (Edi dan Ayah Nia pergi)
“Edi, ayah, Nia pergi” (Semua pergi)

Jika dilihat dari contoh di atas, kata-kata dalam kalimat tersebut merupakan bentuk keambiguan namun setelah diubah menjadi bentuk kalimat, keambiguan tersebut sudah tidak tampak lagi.

3. Ambiguitas Leksikal

Jenis ambigu yang satu ini ambiguitas leksikal yang terbentuk disebabkan karena faktor kata itu sendiri hal ini dikarenakan pada dasarnya suatu kata dapat memiliki lebih dari satu arti tergantung pada penggunaannya
Sebagai sample pada kalimat pertama “Ucup sedang menggali tanah untuk mengubur barang bekas”

Dan kaimat 2 “kepolisian kini sedang fokus menggali informasi keberadaan pelaku pengeboman” pada kalimat pertama kata menggali diartikan membuat lubang di tanah sedangkan terhadap kalimat yang ke 2 kata “menggali” dimaknai mencari atau menelusuri.

Contoh lainnya adalah kata lari misal pada kalimat Andi berlari mencapai bus tepat pada waktunya dari disini memiliki arti yang mengejar atau menyusul. Sedangkan pada kalimat “Sasa berhasil lari dari kejaran preman-preman tersebut” lari memiliki arti yang menjauh atau menghindari.

Pada umumnya ambiguitas merupakan suatu yang harus kita hindari karena berpotensi menimbulkan salah persepsi, namun lain halnya di dunia bisnis terkadang pelaku usaha sengaja menimbulkan ambiguitas pada iklannya yang di publikasikan. Ambigu yang dikeluarkan ini bermaksud untuk memanipulasi pengertian konsumen yang melihat iklan dengan tujuan memberikan stimulus untuk membeli barang yang diiklankan tersebut.

Faktor Penyebab Ambigu

arti ambigu
Faktor penyebab ambigu

Ambiguitas bisa terbentuk karena beberapa faktor penyebabnya antara lain:

1. Faktor Morfologi

yang pertama Faktor morfologi yakni penyebab yang bersumber dari proses pembentukan kata itu sendiri.

Contoh:

Adi sakit masuk angin hingga badannya terus menggigil.
Saat Adi membuka pinta, masuklah angin dengan sangat kencang ke dalam rumah.

Dalam contoh di tersebut, kalimat kedua terhadap kata masuk angin berubah menjadi masuklah angin yang memiliki makna angin yang mulai masuk ke dalam rumah. Contoh tersebut menjelaskan bahwasanya ambiguitas dapat terjadi disebabkan proses pembentukan kata dalam kalimat.

2. Faktor susunan kata / sintaksis

Penyusunan kata atau sintaksis bisa menciptakan adanya ambiguitas pada suatu kata dalam kalimat.

Contoh: “Keras kepala”

Dia sangat keras kepala hingga sulit diberi nasihat.
Limbad memiliki kepala keras yang menyerupai batu saat melakukan atraksi tadi malam.

Terhadap contoh di tersebut, kata keras kepala mengalami perubaha menjadi kepala keras pada kalimat ke dua yang berarti kepala yang keras.

3. Faktor Struktural

Ambiguitas juga bisa disebabkan oleh struktur kata dalam suatu kalimat/kata.

Contoh:

“Toni, Adik Lina sedang dirawat di RS Bantul.” (Toni dan Adik Lina sedang dirawat di RS Bantul).
“Toni, Adik ,Lina sedang dirawat di RS Bantul.” (Ketiganya sedang dirawat di RS Bantul.)
“Toni! Adik Lina sedang dirawat di RS Bantul.” (Adik Lina yang sedang dirawat di RS Bantul).

Terhadap contoh kalimat di atas nampak jelas bahwa struktur kalimat sangat berpengaruh terhadap makna kalimat tersebut. Perubahan makna terhadap suatu kalimat disebabkan adanya tambahan kata ataupun tanda baca.

Contoh Kalimat Ambigu

arti ambigu
Contoh kalimat ambigu

Berikut Contoh kalimat ambigu :

Kemarin, hari ini, hingga esok. Di televisi, semakin banyak “tokoh” yang katanya akademisi, praktisi, atau politisi. Tapi justru sibuk menjelek-jelekkan orang lain, mengumbar aib orang yang bukan kelompoknya. Bikin opini publik yang ngebingungin, bikin gaduh. Masalahnya jadi makin ambigu.

Terkadang kita juga seperti itu. Suka meminta tolong pada orang dan menuntut rasa nyaman di saat tersakiti. Namun di lain waktu, kita malah menyakiti orang lain tersebut. Berapa banyak, orang yang hari ini tertawa lepas di siang hari, namun menangis di malam hari. Ramai dari pagi hingga sore, namun kesepian pada malam hari.Serta bilang suka padahal tidak suka. Sungguh, ambigu telah berada di sekitar kita.

Seperti kata anak muda jaman sekarang . Waktu pacaran saja bilang, “mungkin gue memang dipertemukan dengan masa depan”. Entah disebabkan apa, begitu putus bilang lagi, “Padahal gue udah berusaha, namun emang gak jodoh mau diapain lagi”. Itu anak muda jaman sekarang, ambigunya bukan kepalang. Lagi seneng ngomong apa, lagi susah bilang apa.

Sungguh, kita perlu punya rasa hati-hati. Ambigu tidak boleh berkepanjangan. Udah sukses, punya kendaraan, punya pekerjaan, uang cukup. Sayangkan, jika ditanya tentang hidup, jawabnya “tidak bahagia”. Emang kebahagiaan itu semacam apa? Ambigu lagi bukan.

Sadar atau maupun tak sadar, kita butuh untuk menghindar dari sikap ambigu. Supaya hidup sekitar kita tidak lebih buruk dari yang sekarang. Maka dari itu, kembalilah pada sikap konsisten dimana pun kita berada. Jangan sampai warna yang “cerah” dibilang “gelap”, atau sebaliknya. Karena hidup sama sekali tidak ambigu.

Maka dari itu menjauhlah dari sikap ambigu. Supaya kita tidak membenarkan kata-kata, “kenapa kita harus hidup kalau pada akhirnya mati juga. Kenapa kita harus ada padahal akhirnya juga akan binasa?”. Pertanyaan itu, sungguh terlalu ambigu.

Itulah yang bisa saya bagikan ke teman semua, semoga bisa mendapatkan apa yang di cari pada artikel ini.

Sumber :

www.akuntt.com

www.hipwee.com

Arti Ambigu

Leave a Comment