Bacaan Niat dan Doa Sholat Dhuha Lengkap Latin dan Arab

Bacaan Niat dan Doa Sholat Dhuha Lengkap Latin dan Arab

Doa Sholat Dhuha – Tidak asing lagi bagi umat muslim dengan yang namanya sholat dhuha, karna sholat sunnah ini merupakan sholat yang dikerjakan di pagi hari dan memiliki banyak keutamaan yang di antaranya memperlancar rezeki kita. Setiap sholat memiliki do’a khusus tersendiri, dhuha-pun juga demikian, dibawah ini akan kami bahas do’a sholat dhuha.

Pengertian Shalat Dhuha

doa sholat dhuha
Pengertian sholat dhuha

Sholat Dhuha adalah sholat Sunnah yang dilakukan oleh umat Islam pada saat matahari berada dalam posisi naik, kira-kira tujuh hasta dari ketika matahari terbit (sekitar jam tujuh pagi) sampai waktu sholat tengah malam (tergantung pada lokasi geografis di mana kita berada).

Pelaksanaan sholat Dhuha, setidaknya dua kali, juga bisa dilakukan empat, enam atau delapan kali. Adapun untuk melaksanakannya, itu sama dengan shalat sunnah pada umumnya.

Dalam hadits itu dijelaskan bahwa shalat dhuha ini juga memiliki sebutan lain, yaitu shalat awwaab atau awwaabiin, yaitu sholat yang taat atau tunduk pada orang. Dinamakan demikian karena awal waktu shalat dijelaskan dengan istilah pemberontakan unta akibat teriknya matahari pagi. Dilaporkan oleh Zaid bin Arqam ra. berikut ini:

خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِ قُبَاءَ وَهُمْ يُصَلُّونَ، فَقَالَ: «صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ» (رواه مسلم)

Artinya:
Rasulullah saw. keluar menuju ahli Quba dan mereka sedang melaksanakan shalat, lalu Beliau bersabda : “ Shalat awwaabin (orang-orang yang sama kembalinya pada Allah) yakni di waktu anak-anak unta telah bangkit karena kepanasan di waktu dhuha. (HR. Muslim)

Niat dan Cara Melaksanakan Shalat Dhuha

doa sholat dhuha
Niat sholat dhuha

Berbicara tentang niat, tentu saja, bagi mereka yang sudah tahu pasti bahwa ini adalah sesuatu yang penting ketika seseorang akan melakukan sesuatu. Demikian pula dalam melakukan pekerjaan sholat ini. Niat Pelafadzan untuk shalat Dhuha adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ

“Usholli sunnatad dhuha rok’ataini lillahi ta’ala.”
Artinya:
“Saya niat melakukan shalat sunnah dhuha dua rekaat karena Allah Ta’alaa”

Untuk tatacara pelaksanaan shalat dhuha ini adalah seperti shalat sunnah biasa yang jumlah minimalnya terdiri dari dua rakaat dan satu salam. Sedangkan untuk jumlah maksimalnya bisa empat, delapan atau dua belas rekaat. Artinya, cara seperti ini tidak jauh berbeda dengan shalat-shalat sunnah yang lainnya.

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang jumlah rekaat dalam shalat dhuha, baik yang empat rekaat atau delapan rekaat atau selebihnya:

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِي طَالِبٍ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ»،

Artinya:
Dari Ummi Hani’ binti Abi Thalib, sesungguhnya Rasulullah saw. pada yaum al-fath (hari kemenangan) mengerjakan shalat dhuha sebanyak delapan rekaat dengan salam di setiap dua rekaatnya. (HR. Abu Daud)

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللهُ».

Artinya:
Dari ‘Aisyah r.a., berkata: “ Rasulullah saw. Mengerjakan shalat dhuha empat rekaat dan ditambahinya seberapa yang dikehendaki Allah (sesuka hatinya) (HR. Muslim)

Bacaan Sholat Dhuha

doa sholat dhuha
Bacaan sholat dhuha

Dalam melaksanakan shalat duha, sering ditekankan bahwa kita membaca surat-surat yang telah dipilih untuk kita. Pada resital pertama, ia diminta untuk membaca surat as-Syams sementara resital kedua membaca ad-Dhuhaa.

Selain dua surat sebelumnya, ada beberapa surat lain dalam Al-Quran yang juga dikirim untuk dibaca setelah pembacaan berikut, yaitu: Surat al-Waqi’ah, Surat al-Kafirun, Surat al-Quraish, juga Surat al- Ikhlas
Jika kita belajar lebih banyak tentang surat-surat sebelumnya, mereka memiliki hubungan yang erat dengan zaman Dhuha, seperti:

  • Semangat untuk terus dan tetap bersyukur.
  • Mengingat dan mengetahui kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa melalui ciptaan-Nya di alam semesta ini.
  • Memperkuat monoteisme di dalam kita
  • Mengingatkan kita pada manusia yang pada akhirnya akan kembali kepada-Nya (mati)
  • Beri kami gambaran tentang jawaban bagi orang-orang yang masih tunduk, patuh, dan patuh pada perintah dan jawaban Allah yang akan diterima oleh mereka yang mengingkari nikmat Allah SWT.
  • Ajari kami untuk selalu mengingat dan menggunakan waktu kami sebaik mungkin, dll.

Doa Sholat Dhuha

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allahumma innad dhuha’a dhuha’uka, wal baha’a baha’uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizki fis samai, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuha’ika, wa baha’ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Atini ma ataita ‘ibadakas shalihin.
Allâhumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqatilu. Rabbighfir li, warhamni, watub ‘alayya. Innaka antat tawwabur rahim. (Dibaca sebanyak 40/100 kali).

“Ya Allah sesungguhnya waktu dhuha itu dhuha mu, kecantikan ya kecantikan mu, ke indahan ya keindahan mua, ke kuatan ya kekuatan mu ke kuasaan ya kekuasaan mu perlindungan ya perlindungan mu. Ya Allah jika rizki masih dilangit turun kanlah jika di bumi keluarkan lah jika jauh dekatkan lah jika susah pemudahkan lah jika jika sedikt perbanyakkan lah jika haram halalkan lah. Maka waktu dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.
Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

Syarat Sah Mengerjakan Sholat Dhuha

doa sholat dhuha
syarat sah sholat dhuha

Malah, segi syari’at sholat dhuha sangat biasa dalam sholat. Sebelum sholat, ia perlu suci dari hadas yang terkecil dan besar; tubuh, pakaian dan tempat yang suci dari najis; menutup kemaluannya; mengetahui waktu sholat; dan di menghadap kiblat.

Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha

doa sholat dhuha
Waktu mengerjakan sholat dhuha

Waktu sholat Dhuha berlangsung beberapa jam, dari saat matahari terbit (terbit) hingga condong ke barat. Waktu sholat Dhuha dibagi menjadi dua bagian:

1. Awal waktu sholat dhuha

Untuk awal waktu sholat Dhuha, itu dimulai 20 menit setelah matahari terbit. Ini sesuai dengan pernyataan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin‘ Abasah. Nabi, sallallahu aih alaihi wasallam, berkata:

“Lakukan sholat subuh dan kemudian tinggalkan shalat sampai matahari terbit, sampai matahari terbit. Ketika matahari terbit, ia naik di antara dua tanduk iblis, pada saat itu orang-orang kafir bersujud (menyembah Matahari) “(HR. Muslim)

2. Akhir waktu sholat Dhuha

Akhir waktu sholat Dhuha adalah 15 menit sebelum memasuki shalat tengah hari.
Tetapi momen terbaik atau momen utama untuk melakukan sholat dhuha adalah pada akhir hari atau seperempat hari, yang dalam situasi yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.
Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (di awal pagi). Dia berkata,

“ Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

doa sholat dhuha
Tata cara sholat 2 rokaat

Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:

  1. Niat sholat dhuha
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca Surah Al-Fatihah
  13. Membaca Surah As-Syams
  14. Ruku’ dengan tuma’ninah
  15. I’tidal dengan tuma’ninah
  16. Sujud dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  20. Salam
  21. Membaca doa sholat dhuha

Demikianlah tata cara sholat dhuha 2 rakaat. Setelah selesai mengerjakan sholat dhuha dianjurkan untuk banyak berdoa.

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Bagaimana prosedur untuk sholat Dhuha 4 rak’ah? Prosedur untuk melakukan sholat duha 4 rakaat sebenarnya sama dengan 2 rakaat. Sholat Dhuha dibuat dua rakaat salam, setelah itu dua rakaat salam. Begitu pula dengan shalat 8 rak’ah dan sterusnya.

Berbagai Keutamaan Sholat Dhuha yang Perlu Diketahui

doa sholat dhuha
keutamaan sholat dhuha

1. Merupakan Pesan Rasulullah “ Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

2. Dibangunkan sebuah rumah di surga bagi mereka yang istiqomah melakukan sholat dhuha maka akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga.

3. Berpahala seperti orang pergi haji dan umroh. Keutamaan yang lain dari shalat dhuha yang sebelumnya telah didahului shalat subuh berjamaah dan dzikir hingga terbit Matahari adalah seperti mendapat pahala seperti orang pergi haji dan umroh.

4. Termasuk Shalat Awwabin. Keutamaan shalat dhuha yang lain merupakan termasuk dalam shalat awwabin, yaitu sholatnya orang yang taat. Istiqomah mengerjakan shalat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

5. Dicukupkan Rezeki. Dalam hadits qudsi, Allah akan mencukupkan rezeki hamba-hamba-Nya yang melakukan sholat dhuha secara dengan istiqomah.

6. mengganti sedekah atas tiap-tiap ruas tulang yang ada dalam diri kita sendiri.
Seperti yang telah nabi sabdakan dalam sebuah haditsnya, dimana jumlah ruas yang ada pada diri manusia adalah berjumlah 360 ruas tulang.

7. akan dicukupkan urusannya oleh Allah swt.. hingga berakhirnya waktu siang (sore hari). Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammaz al-Ghathafani.

doa sholat dhuha

Leave a Comment