Pengertian Bank, Jenis, dan Fungsinya untuk Masyarakat

Pengertian Bank, Jenis, dan Fungsinya untuk Masyarakat

Fungs Bank – Masyarakat modern pada era sekarang ini seperti tidak bisa terlepas dari peran pentingnya perbankan. Mulai dari hal menyimpan, meminjam, hingga melakukan transaksi-transaksi keuangan, semuanya telah mengggunakan jasa bank sebagai perantara.
Namun pada kenyataannya sekarang banyak sekali orang yang belum memahami apa itu bank secara harfiah, jenis, hingga fungsinya untuk masyarakat secara luas. Nah, untuk dapat mengetahui secara lengkap terkait bank, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian dan Definisi Fungsi Bank

pengertian fungsi bank
Pengertian fungsi bank

Bank secara harfiah berasal dari bahasa italia, yaitu Banco yang artinya bangku. Bangku sendiri merujuk pada meja yang yang digunakan oleh para banker untuk dapat melakukan kegiatan operasional melayani masyarakat atau nasabah. Istilah bangku pun semakin berkembang sehingga menjadi Bank.

Selain dari arti harfiah, bankpun memiliki beberapa definisi secara luas, mulai dari Undang-ndang yg berlaku di Republik Indonesia, Wikipedia, hingga Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Berikut merupakan definisi selengkapnya:

  • Pada Undang Undang RI No 10 Tahun 1998 menyangkut perbankan (pasal 1 ayat 2), menyebutkan bahwasanya bank ialah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak.
  • Dan pada Undang Undang RI No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan (pasal 1 ayat 3) menjelaskan, definisi bank umum yaitu bank yang melaksanakan kegiatan-kegiatan konvensional maupun secara syariah dalam kegiatannya memberikan jasa keuangan dalam lalu lintas pembayaran.
  • Wikipedia mengatakan, bahwa bank adalah suatu lembaga intermediasi keuangan, yang pada umumnya diadakan dengan kewenangan untuk menerima simpanan yang berupa uang, peminjaman uang, dan menerbitkan promes atau bank note.
  • Standar Akuntansi Keuangan yg di singkat dengan PSAK Nomor 31 ditegaskan bank merupakan suatu lembaga yg memiliki peran sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang memiliki fungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.

Pengertian Bank Menurut Para Ahli

fungsi bank
Fungsi bank

Pendapat Prof. GM. Verrijin

Dalam bukunya Bank Politik, Prof. GM. Verrijin Stuart mendefiniskan bahwa bank adalah suatu badan usaha yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayaran sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukaran baru yang berupa uang giral.

Pendapat Kuncoro

Menurut Kuncoro yg tertera dalam bukunya Manajemen Perbankan, Teori dan juga Aplikasi (2000: 68), definisi dari bank merupakan suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya yaitu menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebtu ke masyarakat dalam bentuk kredit serta pula dapat memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

Pendapat Dr. B.N Ajuha

Menurut Dr. B.N. Ajuha, Pengertian Bank ialah wadah sebagai penyaluran modal dari mereka yg tidak dapat menggunakan secara menguntungkan kepada mereka yang dapat membuatnya dapat lebih produktif untuk dapat keuntungan masyarakat.

Pendapat Pierson

Menurut Pierson, seorang ahli ekonomi dari Belanda, bank merupakan suatu badan atau lembaga yang menerima kredit. Bank menerima simpanan dari masyarkat dalam bentuk giro, deposito berjangka meupun tabungan. Simpanan dari masyarakat tersebut kemudian dikelola dengan cara menyalurkannya dalam bentuk investasi dan kredit kepada badan usaha swata maupun pemerintah.

Dari kegiatan tersebut, bank dapat memperoleh keuntungan berupa dividen atau pendapatan bunga yang dapat digunakan untuk membayar biaya operasional dan mengambangkan usaha.

Pendapat Thomas Mayer, James D. Duesenberry dan Z. Aliber

Bank merupakan lembaga keuangan yang sangat penting bagi kita, menciptakan beberapa uang dan memiliki berbagai aktivitas yang lainnya. Frederic S. Mishkin, mengemukakan dalam bukunya yg di beri judul “The Economics Of Money, Banking, And Financial Markets, bahwa Bankers are financial institution that accept money deposits and make loans. Included under the term banks are firms such as comercial banks, savings and loan associations, mutual savings banks, and credit unions”.

Pendapat RG. Howtery

RG. Howtery dalam bukunya yang berjudul Currency on Credit, menyatakan bahwa uang di tangan masyarakat berfungsi sebagai alat penukar (medium exchange) dan juga sebagai alat pengukur nilai (standard on value). Masyarakat telah memperoleh alat penukar (uang) berdasarkan pada kredit yang diperoleh oleh badan perantara utang dan piutang, yakni bank. Dari pendapat ini, dapat disimpulkan suatu definisi bank merupakan badan perantara kredit.

Pendapat F.E Perry

Menurut F.E. Perry, bank merupakan suatu badan usaha yang traksaksinya berkaitan dengan uang, menerima simpanan (deposito) dari nasabah, menyediakan dana atas setiap penarikan, melakukan penagihan cek-cek atas perintah nasabah, memberikan kredit maupun menanamkan kelebihan simpanan tersebut sampai dibuthkan untuk pembayaran kembali.

Pendapat Hasibuan (2005:2)

pengertian bank menurut Hasibun yaitu: “Bank merupakan badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotif profit juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja”.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : 31.1).

Bank ialah lembaga yg berperan sebagai alat perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang membutuhkan dana, serta lembaga yang berfungsi untuk memperlancar lalu lintas pembayaran”.

Pendapat Sommary

Menurut Sommary, beliau berpendapat bahwa, bank merupakan suatu badan yang berfungsi sebagai alat pengambil dan pemberi kredit, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Pendapat A. Abdurrachman

A. Abdurracham Dalam bukunya Ensiklopedi Ekonomi Keuangan dan juga Perdagangan, A. Abdurrachman merumuskan bahwa defisini bank sebagai suatu lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti pinjaman, mengedarkan mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan, dan lain-lain. Menurutnya bank ialah suatu usaha perdagangan yg menjual jasa penyimpanan uang dan juga pemberian kredit dengan tujuan mencari keuntungan yg wajar dari bermoral

Fungsi Bank Secara Garis Besar

fungsi bank

Susilo, Triandoro, dan juga Santoro telah memberikan pandangan fungsi bank secara garis besar sebagai berikut:
Bank berfungsi sebagai alat untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali pada masyarakat untuk tujuan yang bermacam-macam atau yang biasa dikenal dengan fungsi Financial Intermediary.

Fungsi Bank Secara Spesifik

fungsi bank
Fungsi bank

Selain mempunyai fungsi secara garis besar atau secara umum, bank juga mempunyai fungsi secara spesifik, yaitu:

1. Agent of Trust

Merujuk pada agent of trust yang artinya sebagai pembawa kepercayaan, bank dinilai sebagai lembaga yang telah mengandalkan kepercayaan sebagai kunci dan dasar utama kegiatan perbankan. Kepercayaan tersebut meliputi segala kegiatan operasional yang telah menyangkut kepentingan masyarakat selaku nasabah.

Secara logika, setiap masyarakat yang telah menitipkan dana pada bank pun telah mempunyai kepercayaan terhadap lembaga keuangan tersebut. Dapat dikatakan, bahwa kepercayaan tersebut berupa keyakinan masyarakat yang menitipkan dana pada bank yang dapat mengambil uang tersebut sewaktu-waktu tanpa adanya masalah,

tanpa adanya ketakutan bank tersebut akan bangkrut, dan lain sebagainya, sehingga nasabah dapat menarik dana kapan pun dan juga dimana pun. Begitu pun untuk jenis layanan pinjaman yang telah diberikan oleh bank pada nasabah, juga didasarkan pada asas kepercayaan.

Bank pun tidak perlu takut maupun khawatir apabila debitur menyalahgunakan atau tidak mampu lagi untuk mengembalikan dana pinjaman yang diberikan oleh bank selaku kreditur. Hal tersebut lantaran pihak bank akan melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap kemampuan pengembalian pinjaman yang diambil oleh nasabah.

Selain itu, pihak bank pun percaya bahwa debitur mempunyai niatan positif untuk mengembalikan dana yang dipinjam pada bank terkait. Untuk dapat menumbuhkan minat calon nasabah agar menabung di bank tersebut, beberapa bank pun menerapkan balas jasa pada seorang nasabah.

Balas jasa tersebut dapat berupa pemberian bunga, bagi hasil hadiah, pelayanan, dan lain sebagainya. Maka semakin tinggi balas jasa yang telah diberikan oleh pihak bank, maka semakin memperbesar pula peluang nasabah untuk dapat menyimpan dana di bank tersebut.

2. Agent of Development

Jenis bank disebut-sebut dengan julukan agent development disebabka mampu memberikan kegiatan yg memungkinkan masyarakat untuk bisa melakukan investasi, distribusi, konsumsi atau jasa yang menggunakan uang sebagai medianya. Semua kegiatan perbankan tersebut tentunya dapat memengaruhi pembangunan perekonomian masyarakat.

Seperti diketahui, sektor riil dan sektor moneter merupakan dua sektor yang saling memengaruhi satu sama lain. Jika salah satu sektor kurang baik, maka hal ini akan dapat memengaruhi sisi lainnya pula.

3. Agent of Service

Seperti hal nya orang memahami, bank menawarkan berbagai jasa keuangan terhadap masyarakat sepertihal-nya jasa penyimpanan dana, jasa pemberian pinjaman, dan juga lain sebagainya yang telah diterapkan. Bank sendiri merupakan penghimpun dana masyarakat yang ditujukan untuk masyarakat, sehingga jasa yang ditawarkan oleh bank ini pun erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat tersebut.

Jenis Jenis Bank Berdasarkan pada Fungsinya

fungsi bank
Fungsi bank

1. Bank Sentral

Bank sentral di suatu negara, pada umumnya merupakan sebuah instansi yang telah bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk tetap menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan tidak luput pula sistem finansial secara menyeluruh.

Di Negara Indonesia, fungsi bank sentral ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Sebagai bank sentral, BI memiliki satu tujuan tunggal, yakni untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yakni aspek kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lainnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut bank indonesia telah didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ke 3 bidang tugas ini yakni menetapkan dan juga melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan megawasi kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

Berikut ini merupakan tugas atau kewajiban dari Bank Indonesia itu sendiri:

  1. Melaksanakan dan juga menetapkan sebuah kebijakan moneter.
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran tersebut.
  3. Mengatur dan mengawasi kinerja dari bank-bank tersebut.

2. Bank Umum

Bank umum ialah bank yg menjalankan kegiatan usaha dengan cara konvensional atau berlandasan pada prinsip syariah, yg dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sifat jasa yang diberikan oleh bank ini adalalah umum, dalam artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang sudah ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilaksanakn di seluruh wilayah Indonesia. Bank umum sering disebut dengan bank komersil (commercial bank).

Tugas Bank Umum adalah sebagai berikut:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk sebuah simpanan.
  2. Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk sebuah pinjaman.
  3. Menerbitkan uang melalui pembayaran kredit dan juga investasi.
  4. Menawarkan jasa-jasa keuangan seperti jasa keuangan kartu kredit, cek perjalanan, ATM, transfer uang antar bank, dan lain sebagainya.
  5. Menyediakan fasilitas untuk perdagangan antar negara maupun internasional.
  6. Melayani penyimpanan barang yang berharga.

3. Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan Bank yang telah melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika disamakn dengan kegiatan bank pada umum dikarenakan BPR dilarang menerima simpanan yang berupa simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian.

Tugas Bank Perkreditan Rakyat :

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam format simpanan yg berupa deposito yang memiliki jangka, tabungan, maupun dalam bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  2. Memberikan kredit kepada masyarakat.
  3. Menyediakan pembiayaan dan juga penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah,sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat dari Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, atau dalam tabungan pada bank lain.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya

fungsi bank
Fungsi bank

1. Bank Milik Pemerintah

Bank pemerintah yaitu bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
Contoh dari Bank Milik Pemerintah yaitu:

  • Bank Mandiri (BMI)
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Rakyat Indonesia (BPR)
  • Bank Tabungan Negara (BTN)

2. Bank Milik Swasta Nasional

Bank swasta yaitu bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh pemerintah swasta, pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional. Bank swasta sendiri dibedakan menjadi 2 yakni bank swasta nasional devisa dan bank swasta nasional nondevisa.

Contoh dari Bank Milik Swasta Nasional Adalah Sebagai berikut: :

  • Bank Muamalat
  • Bank Central Asia
  • Bank Bumi Putra
  • Bank Danamon
  • Bank Duta
  • Bank Nusa Internasional
  • Bank Niaga
  • Bank Universal
  • Bank Mega

3. Bank Milik Koperasi

Bank milik koperasi yaitu bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh beberapa perusahaan yang berbadan hukum koperasi.
Contohnya yaitu :

  • Bank Umum Koperasi Indonesia

4. Bank Milik Campuran

Bank campuran merupakan bank yang kepemilikan sahamnya bercampur antara pihak asing dan juga pihak swasta nasional. Saham dari bank ini sebagian besar dimiliki oleh sebagian warga negara Indonesia.
Contohnya yaitu :

  • Bank ANZ Indonesia
  • Bank Commonwealth
  • Bank Agris
  • Bank BNP Paribas Indonesia
  • Bank Capital Indonesia
  • Bank Chinatrust Indonesia
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank Mizuho Indonesia
  • Bank Rabobank International Indonesia
  • Bank Resona Perdania
  • Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
  • Bank Windu Kentjana International

5. Bank Milik Asing

Bank jenis ini adalah cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing. Kepemilikan dari bank ini yaitu dimiliki oleh pihak luar negeri.
Contohnya yaitu :

  • Bank of America
  • Bangkok Bank
  • Bank of China
  • Citibank
  • Deutsche Bank
  • HSBC
  • JPMorgan Chase
  • Standard Chartered
  • The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ

Jenis-Jenis Bank Dilihat dari Statusnya

fungsi bang devisa
Fungsi bang

Bank Devisa

Bank Devisa adalah salah satu jenis bank yang hanya dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini telah ditentukan oleh pihak Bank Indonesia.

Bank Non-Devisa

Bank Non-Devisa merupakan bank yang belum memiliki izin untuk melakukan kegiatan transaksi layaknya bank devisa. Jadi, bank non-devisa hanya dapat melakukan kegiatan transaksi hanya dalam batas-batas wilayah negara yang terbatas.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya

fungsi bang
Fungsi bang

Bank Konvensional

Bank Konvensional merupakan bank yang dapat melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan pada prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Bank konvensional pada umumnya dapat bergerak dengan mengeluarkan produk-produk untuk menghisap dana masyarakat antara lain yaitu tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; dan dapat menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek;

dan juga pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, maupun perdagangan efek.

Bank Syariah

Bank syariah merupakan perbankan semua sesuatu yang melibatkan syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melakukan kegiatan usahanya.

Berkaitan dengan bank syariah, ada 2 jenis konsep dalam hukum agama Islam yang wajib di terapkan didalam nya, yakni: larangan penggunaan sistem bunga, karena bunga adalah (riba) merupakan haram hukumnya dalam islam. Sebagai pengganti bunga yang digunakan dengan sistem yang namanya bagi hasil.

Prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah :

Berikut adalah prinsip – prinsip yang berlaku di dalam bank syariah tersebut:

  • Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil atau mudharabah.
  • Pembiayaan berdasarkan pada prinsip penyertaan modal atau musharakah.
  • Prinsip jual beli barang dengan cara memperoleh keuntungan atau murabahah.
  • Pembiayaan barang modal berdasarkan pada sewa murni tanpa pilihan atau ijarah.
  • Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang telah disewa dari pihak bank oleh pihak lain atau ijarah wa iqtina.

Jenis-Jenis Bank Menurut Bentuk Badan Usaha

fungsi bang
Fungsi bang
  • Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
  • Bank berbentuk Firma.
  • Bank berbentuk Koperasi.
  • Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.

Jenis-Jenis Bank Menurut Organisasinya

Unit banking

Merupakan jenis bank yang hanya mempunyai satu organisasi dan tidak memiliki cabang di daerah lain.

Branch banking

merupakan bank yang mempunyai cabang-cabang di daerah lain.

Correspondency banking

merupakan bank yang dapat melakukan kegiatan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dan kegiatan utamanya di luar negeri.

Bank dengan prinsip syariah menerapkan sistem sebagai berikut:

  • Pembiayaan menggunakan prinsip bagi hasil atau disebut dengan mudharabah
  • Pembiayaan dengan prinsip penyertaan modal atau dikenal dengan istilah musharakah
  • Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan atau dengan istilah murabaha
  • Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan atau ijarah
  • Maupun menerapkan prinsip dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain atau dikenal sebagai ijarah wa iqtana.
  • Nyaman Bertransaksi dengan Paham Soal Perbankan

Demikianlah beberapa hal yang perlu kalian semua ketahui dan pahami terkait perbankan. Dengan mengerti apa itu bank, bagaimana sistem bank, dan juga beberapa prinsip bank itu sendiri, maka kita pun dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Menggunakan produk bank tanpa adanya rasa ragu karena manfaat yang didapatkan.

Fungsi Bank

Leave a Comment