Fungsi Darah yang Belum banyak Orang Ketahui (Lengkap)

Fungsi Darah yang Belum banyak Orang Ketahui (Lengkap)

fungsi darah

Fungsi Darah – Kita semua pasti tahu dengan cariran yang warna nya merah berada dalam tubuh kita dan keluar nya itu pasti membuat tubuh kita terasa sakit, iya itu lah darah cairan yang memiliki banyak fungsi terhadap tubuh manusia, karna dengan nya tubuh kita memiliki kekebalan terhadap penyakita dari luar,mungkin langsung saja ya ke TKP.

Pengertian Darah

Darah merupakan cairan yang ada pada semua tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, membawa bahan-bahan kimia yang dihasilkan metabolisme, dan juga sebagai benteng tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah dalam medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Darah ini sebenarnya merupakan campuran cairan dan sel, dan bahkan terdapat makronutrisi seperti protein dan ion seperti sodium dalam darah ini. Semua komponen yang di kandung memainkan peran penting untuk tubuh kita. Selain berperan sebagai pengangkut senyawa penting untuk tubuh dan membuang produk buangan dari sel, darah juga bertindak melindungi tubuh dari invasi virus atau bakteri dan terhadap kerusakan sel.

Sel darah putih, bersama sistem kekebalan tubuh, bertindak sebagai pertahanan organisme dari serangan virus atau bakteri yang menginvasi.

Fungsi Darah Pada Manusia Secara Umum

fungsi darah

Fungsi darah manusia secara umum – Darah lebih tebal dari pada tekstur air, dan terasa sedikit lengket. Darah memiliki Suhu pada tubuh 38 derajat Celsius, lebih tinggi 1 derajat dari suhu tubuh. Berapa banyak darah yang ada pada tubuh kita, tergantung dari ukuran dan berat tubuh. Seseorang yang memiliki bobot badan 70 kg, memiliki 5 sampai 6 liter darah di tubuhnya. Secara umum, fungsi darah pada manusia dibagi menjadi 3 bagian, yakni:

  • Darah Sebagai Transportasi

Darah mambawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel yang berada di tubuh, yang akan digunakan untuk respirasi seluler/metabolisme seluler. CO2 yang diproduksi saat metabolisme dibawa kembali ke paru paru oleh darah, yang kemudian kita hembuskan keluar saat bernafas. Darah juga menyiapkan sel-sel nutrisi, mentranspor hormon-hormon dan membuang produk buangan.

  • Darah sebagai Regulasi

Darah membantu menjaga dalam keseimbangan tubuh. Contohnya seperti darah membuat suhu tubu terjaga, hal ini dilakukan melalui plasma darah, yang bisa mengabsorbsi panas. Disaat pembuluh darah meluas, darah mengalir lebih lambat dan hal ini menyebabkan panas hilang. Pada saat suhu lingkungan turun, pemuluh darah bisa mengerut agar kehilangan panas bisa ditekan. (Baca: Mekanisme Peredaran Darah pada Manusia)

  • Darah sebagai Proteksi

Jika pembuluh darah mengalami kerusakan (contohnya jika tangan berdarah), maka trombosit bertindak sebagai penyumbat dalam area yang terluka, untuk mencegah kehilangan darah lebih banyak. Tidak cuma itu, sel darah putih dan senyawa messenger lainnya memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Darah Sebagai Pembunuh bakteri dan kuman

fungsi darah

Darah membunuh bakteri dan kuman – Darah juga mempunyai fungsi untuk membunuh bakteri dan kuman. Hal ini dapat terjadi karena adanya fungsi sel darah putih atau leukosit. Terdapat 5 macam sel darah putih dalam tubuh manusia yakni limfosit, neutrofil, monosit, basofil, dan eosinofil. Jumlah neutrofil dalam sel darah putih yaitu yang paling banyak sebesar 60 persen.

Darah sebagai pengangkut air ke seluruh tubuh

Mengangkut Air ke Seluruh Tubuh – Darah berfungsi untuk mengangkut air ke seluruh tubuh. Sebagian besar volume dari darah terdiri dari air yang terdapat dalam plasma darah tersebut. Air dalam tubuh manusia dialirkan melalui pembuluh darah dan pembuluh kapiler sehingga dapat mencapai seluruh bagian maupun organ pada tubuh.

Banyak juga organ-organ tubuh manusia juga kebanyakan telah mengandung air. Kebutuhan air dalam tubuh manusia akan membantu mencegah timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan pada tubuh manusia, termasuk untuk mempermudah proses pencernaan dan membantu sistem metabolisme dalam tubuh manusia.

Secara definisi, darah merupakan cairan yang bergerak melalui pembuluh darah di sistem sirkulasi. Dalam tubuh manusia, darah di bagi menjadi plasma, sel darah merah dan putih, dan sel trombosit. Di bawah ini akan kami ulas beserta fungsi nya:

Fungsi Plasma Darah

fungsi plasma darah

Fungsi plasma darah – Plasma darah merupakan cairan yang memiliki warna kuning jernih. Plasma darah mempunyai proses mekanisme dalam bekerja di dalam tubuh manusia. 90% air dan larutan yang di kandung dalam darah serta bermacam-macam zat sejumlah 7%-10%.

Zat-zat di antaranya yang terkandung di dalam plasma darah, yakni sari makanan, hormon enzim, mineral, antibodi dan zat-zat sisa (misalnya CO2 dan sisa pembongkaran protein). Sari-sari makanan yang nantinya di serap oleh usus halus.

Mineral-mineral yang terdapat dalam plasma darah terdapat dalam bentuk garam mineral. Fungsi garam mineral ini sebagai pengatur tekanan osmotik dan PH darah. Protein yang terkandung dalam darah (protein darah) terdiri atas albumin, globulin, dan fibrinogen. Albumin yang memiliki peran dalam mengatur tekanan darah. Globulin biasanya dikenal sebagai imunoglobulin yang memiliki fungsi sebagai pembentukan benang-benang fibrin.

Benang-benang fibrin inilah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah saat tubuh kita mengalami luka. Apabila larutan protein dalam plasma darah diendapkan dengan sentrifuge (alat pemutar), akan tertinggal cairan berwarna kuning jernih  yang disebut serum.

Jika dirinci plasma darah memiliki fungsi sebagai :

  • Alat untuk mengangkut air dan sekaligus menyerbakan kedalam tubuh
  • Alat yang mengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
  • Alat yang mengangkut Oksigen dan disebarkan keseluruh tubuh
  • Menjaga temperatur suhu tubuh
  • Alat yang mengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
  • Mengatur dan menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  • Alat yang mengangkut sari makanan
  • Mencegah infeksi terhadap sel darah putih,

Fungsi Sel Darah Merah

fungsi sel darah merah

Sel darah merah – Sel darah merah merupakan sel darah yang paling banyak di jumpai yang berada dalam tubuh kita yang membawa oksigen dan zat-zat lainnya, dimana sel darah merah merupakan sel-sel mikroskopis dan tidak memiliki inti sel. Sel darah merah atau di sbeut dengan eritrosit. Eritrosit merupakan bahasa dari yunani, yakni erythros yang berarti merah dan kytos berarti selubung sel darah.

Sel darah merah (eritrosit ) memiliki bentuk bulat pipih, bagian tengahnya cekung (bikongkaf), dan tidak berinti. Eritrosit memiliki warna merah karena mengandung hemoglobin. Tahukah anda apa itu yang dinamakanHemoglobin ?.. Hemoglobin merupakan senyawa protein yang mengandung zat besi.

Pembentukan Sel darah merah terjadi di dalam sumsum merah tulang pipih. Selanjutnya, darah menjalar ke seluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah.Serl darah merah Umur nya hanya sekitar 120 hari. Sel darah merah yang telah umur tua akan dibongkar oleh hati dan limpa.

Di dalam hati, hemoglobin diubah menjadi zat warna empedu  yang disebut bilirubin yang kemudian ditampung dalam kantong empedu. Bilibirun ini memiliki fungsi sebagai pemberi warna kepada feses. Zat besi yang terdapat pada hemoglobin kemudian dilepas dan digunakan untuk membentuk sel darah merah baru.

Jika di rinci fungsi sel darah merah yakni

  1. Mengantarkan Oksigen ke Semua Tubuh : setelah dibentuk oleh sumsum merah tulang, sel darah merah akan menyebar ke seluruh jaringan-jaringan tubuh dengan membawa oksigen dari paru-paru lalu mengedarkannya dan membawanya kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan.
  2. Penentuan Golongan Darah : Penentuan golongan darah ini bisa terjadi dikarna ditentukan oleh ada tidaknya antigen aglutinogen dalam sel darah merah. Golongan yang di baca, sel darah adalah A, B, AB, dan O
  3. Menjaga Sistem Kekebalan terhadap Tubuh (Antibodi) : Menjaga sistem kekebalan terhadap  tubuh ini dapat terjadi karna adanya peran serta hemoglobin yang menangkal patogen atau bakteri melalui proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang dapat menghancurkan dinding dan membran sel patogen dan membunuh bakteri
  4. Pelebaran Pembuluh Darah : Pelebaran pembuluh darah bisa terjadi karena eritrosit melepaskan senyawa disebut S-Nithrosothiol yang dilepaskan saat hemoglobain mengalami terdeogsigenerasi sehingga akan melebarkan pembuluh darah dan melancarkan darah menuju ke seluruh tubuh khususnya pada daerah yang kekurangan darah.

Fungsi Sel Darah Putih

fungsi sel darah putih

Sel darah putih – Sel darah putih biasa  disebut dengan leukosit adalah sel sistem imun tubuh yang melindungi tubuh melawan infeksi penyakit dan serangan lainnya. Semua leukosit yang dapat diproduksi dari sel multipoten di sumsum tulang yang dikenal sebagai sel hematopoietic stem. Leukosit sendiri ditemukan di seluruh tubuh termasuk darah dan sistem lymphatetic.

Semua sel darah putih mempunyai nuclei yang telah membedakan mereka dari sel darah lainnya seperti sel darah merah dan trombosit. Jumlah leukosit dalam darah umumnya menjadi indikator dari penyakit. Jumlah normal sel darah putih yakni antara 4 dan 11 x 109/L.

Jumlah tersebut sekitar 1 persen dari jumlah volume darah dari orang dewasa yang sehat. Walaupun hanya 1 persen namun hal ini dapat memberikan perbedaan yang besar bagi kesehatan karena imunitas tubuh tergantung padanya. Jumlah leukosit yang melebihi batas disebut dengan leukocytis.

Ini akan menjadi normal jika menjadi bagian respon sistem imun tubuh. Dan akan manjadi tidak normal jika neoplastik atau asli berada di dalam autoimun. Kurangnya jumlah sel darah putih di bawah batas disebut dengan leukopeni yang dapat mengurangi sistem imun tubuh.

Tipe sel darah putih dapat dibedakan berdasarkan strukurnya atau sel divisinya tersebut. Kategori yang sering digunakan terdiri dari lima tipe yaitu:

  1. Neutrophils : jumlahnya paling banyak sekitar 60-70% dari leukosit. Sel ini memerangi bakteri dan infeksi jamur.
  2. Eosinophils : jumlahnya sekitar 2-4% dari sel darah putih. Jumlahnya adalah fluktuatif dari hari ke hari, dan selama menstruasi. Sel ini merespon alergi, infeksi parasit, penyakit kolagen, dan lain-lain.
  3. Basophils : berperan merespon alergi dan antigen dengan mengeluarkan senyawa kimia histamine. Jumlahnya paling sediki dalam sel darah putih.
  4. Lymphocytes : terdiri dari sel B yang membuat antibody dapat mengikat pathogen, membloknya, dan mengaktifkan sistem komplemen. Ada juga sel T dan sel pembunuh alami.
  5. Monocytes : berfungsi sebagai vacuum cleaner bagi neutrophils

Ketidaknormalan sel darah putih karena jumlahnya yang kelebihan maupunkekurangan. Leukosit biasanya mengalami kesehatan misalnya dengan melawan infeksi tapi juga bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketidaknormalan tersebut dapat dibedakan atas myeloproliferative dan juga lymphoproliferative. Cara lain untuk dapat mengkategorikan gangguan pada sel darah putih yaitu dari kualitasnya.

Ada beberapa jenis gangguan yang jumlah sel darah putihnya normal namun sel tersebut tidak berfungsi dengan normal. Salah satu penyakit sel darah putih yang berbahaya yaitu kanker sel darah putih yang dapat diklasifikasikan sebagai leukimia dan limpoma.

Fungsi Trombosit pada darah

Fungsi trombosit pada darah – Trombosit adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan karena luka pada pembuluh darah. Trombosit tidak mempunyai sel nukluas. Rendahnya konsentrasi dari trombosit dapat disebabkan karena kurangnya produksi trombosit atau meningkatnya perusakan trombosit tersebut. Terganggunya fungsi dari trombosit disebut dengan thrombocytopathy.

Jumlah konsentrasi trombosit sendiri dapat diukur secara manual dengan menggunakan hemocytometer atau dengan menempatkan darah pada alat analis otomatis dan menggunakan electrical impendance seperti Coulter counter. Jumlah normal trombosit pada orang Kaukasia yaitu antara 150.000-400.000 per kubik millimeter. Jumlah trombosit pada laki-laki lebih tinggi daripada jumlah trombosit  perempuan.

Struktur trombosit sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Zona peripheral: kaya akan glycoprotein yang dibutuhkan oleh trombosit adhesion.
  2. Zona sel-gone: kaya akan microtubules dan microfilaments.
  3. Zona organelle: kaya akan granules.
  4. Zona membrane: mengandung membrane yang diambil dari megakaryocytic.

Penyakit yang berhubungan dengan trombosit dapat dibedakan menjadi 3 kategori yakni kurang cukup, tidak berfungsi dengan baik, dan terlalu banyak.

 

Itulah yang saya bisa bagikan kepada teman-teman, semoga apa yang teman baca bisa menambahkan pengetahuan dan bermanfaat untuk umat amin ya rabbal alamin.

Fungsi Darah

Leave a Comment