√ Fungsi Hukum, Pengertian, Ciri-ciri dan Tujuan Hukum Menurut Para Ahli

√ Fungsi Hukum, Pengertian, Ciri-ciri dan Tujuan Hukum Menurut Para Ahli

Pengetian Fungsi Hukum – Hingga ketika ini, belum menyimpan kesepahaman dari para pakar tentang pengertian hukum. Telah banyak para pakar dan sarjana hukum yang mencoba membuat pengertian ataupun definisi tentang hukum, namun akan tetapi belum menyimpan satupun pakar ataupun sarjana hukum yang dapat memberikan pengertian hukum yang mampu diterima oleh semua pihak.

Pengertian Hukum

pengertian hukum
Pengertian hukum

Ketiadaan definisi hukum yang mampu diterima oleh seluruh ahli dan pakar hukum dalam gilirannya memutasi adanya permasalahan adapun ketidaksepahaman pada definisi hukum menjadi mungkinkah hukum didefinisikan ataupun mungkinkah kita menjadikan definisi hukum ? kemudian berkembang lagi sebagai perlukah kita mendefinisikan hukum ? Ketiadaan definisi hukum jelas sebagai hambatan bagi mereka, yang modern saja hendak mempelajari ilmu hukum.

Pasti saja diperlukan pemahaman pertama ataupun pengertian hukum secara generik sebelum memulai untuk mempelajari apa itu hukum dengan bermacam macam aspeknya. Bagi masyarakat awam pengertian hukum itu bukan seperti hal yang penting. Lebih krusial penegakannya dan konservasi hukum yang diberikan kepada masyarakat. Materi Hukum Setiap orang tentu berurusan ataupun terikat dengan hukum.

Namun, apa sebenarnya hukum itu? Kita sulit mendefinisikan secara lengkap. Hal itu dikarenakan hukum mempunyai pengertian yang luas. Banyak pakar hukum memaparkan pengertian hukum secara berbeda-beda, tetapi belum menyimpan satu pengertian yang absolut dan memuaskan semua faksi berkenaan hukum itu.

Defenisi Hukum berdasarkan Para Ahli

fungsi hukum
Defenisi hukum

Hukum adalah salah satu dari adat pada masyarakat. berlainan dari tiga adat lainnya, adat hukum mempunyai hukuman yang lebih tegas. Hukum sulit didefinisikan lantaran kompleks dan beragamnya sudut pandang yang ingin dikaji. Beberapa pengertian hukum berdasarkan para pakar, hukum adalah menjadi berikut

  Drs. E. Utrecht, S.H.

pada bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953), beliau mencoba menjadikan suatu batasan menjadi pegangan bagi orang yang sedang mempelajari ilmu hukum. Menurutnya, hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah dan larangan) yang mengerjakan tata tertib kehidupan bermasyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang berkepentingan lantaran pelanggaran petunjuk hayati itu mampu mengakibatkan langkah dari faksi pemerintah.

  Achmad Ali

Hukum merupakan seperangkat adat berkenaan apa yang sahih dan apa yang salah, yang dibuat ataupun diakui eksistensinya oleh pemerintah, yang dituangkan baik pada anggaran tertulis (peraturan) atau yang bukan tertulis, yang mengikatdan sinkron dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan, dan dengan ancaman hukuman bagi pelanggar anggaran itu.

  Immanuel Kant

Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu mampu menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain, menuruti peraturan hukum menyangkut kemerdekaan (1995).

  Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Hukum ialah keseluruhan kaidah-kaidah serta asas-asas yang menata pergaulan hidup dalam masyarakat dan bermaksud memelihara ketertiban serta meliputi lembaga-lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah sebagai fakta dalam masyarakat.

  J.C.T. Simorangkir

Hukum merupakan peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan perilaku manusia pada kawasan masyarakat dan dibuat oleh forum berwenang.

  Mr. E.M. Meyers

Hukum merupakan semua anggaran yang memuat rancang kesusilaan. Ditujukan kepada perilaku manusia pada masyarakat dan yang sebagai panduan bagi penguasapenguasa negara yang membuat tugasnya.

  S.M. Amin

Dalam bukunya yang berjudul “Bertamasya ke Alam Hukum,” hukum dirumuskan menjadi berikut: kaum kaum peraturan yang tersusun atas adat dan hukuman sanksi. Tujuan hukum itu merupakan mengadakan ketertiban pada pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.

  P. Borst

Hukum merupakan keseluruhan peraturan bagi kelakuan ataupun perbuatan manusia terhadap pada masyarakat. Yang pelaksanaannya mampu dipaksakan dan bertujuan mendapatkan tata ataupun keadilan.

  Prof. Dr. Van Kan

Hukum merupakan keseluruhan peraturan hayati yang bersifat memaksa buat melindungi kepentingan manusia terhadap pada masyarakat.

Jadi, hukum merupakan suatu sistem yang dibuat manusia guna membatasi perilaku manusia supaya perilaku manusia mampu terkontrol, hukum merupakan aspek terpenting pada aplikasi atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, Hukum memiliki tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum pada masyarakat.

Oleh lantaran itu setiap masyarat berhak buat mendapat pembelaan didepan hukum sehingga mampu di artikan bahwa hukum merupakan peraturan ataupun ketentuan-ketentuan tertulis ataupun bukan tertulis yang mengerjakan kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya.

Unsur-unsur dari Hukum

unsur unsur hukum
unsur unsur hukum

jika kita meninjau dari beberapa perumusan berkenaan bermacam pengertian hukum, dapatlah diambil kesimpulan bahwa hukum itu mencangkup unsur-unsur :

  • Hukum menyangkut perilaku manusia pada pergaulan masyarakat;
  • Hukum itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib;
  • Hukum itu bersifat memaksa;
  • dan sanksi terhadap pelanggaran Hukum tersebut merupakan tegas.

Agar tata tertib pada masyarakat itu awet terpelihara, maka haruslah kaidah-kaidah hukum itu ditaati. Tentu akan tetapi, tidaklah semua orang bakal menaati kaidah-kaidah hukum itu. supaya agar sesuatu peraturan hayati kemasyarakatan benar-benar dipatuhi dan ditaati sehingga sebagai kaidah hukum, maka peraturan hayati kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur memaksa.

Dengan demikian, hukum itu memiliki sifat mengerjakan dan memaksa. Barangsiapa yang dengan sengaja melanggar sesuatu kaidah hukum tertentu dikenakan sangsi yang berupa hukuman. Sifat hukum yang begitu itu menunjukkan ciri-ciri hukum, yaitu :

  • adanya perintah atau larangan;
  • perintah atau larangan yang telah di buat itu wajib dipatuhi setiap orang dan
  • adanya sanksi atau hukuman.

Ciri-Ciri dari Hukum

ciri ciri hukum
Ciri-Ciri dari Hukum

Hukum memiliki sifat universal seperti ketertiban, ketenteraman, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan pada tata kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya hukum maka tiap perkara mampu di selesaikan melaui proses pengadilan dengan prantara hakim berlandaskan akad hukum yang berlaku.

Selain itu Hukum bertujuan buat menjaga dan membendung supaya setiap orang bukan hanya mampu sebagai hakim atas dirinya sendiri, Berikut merupakan ciri-ciri hukum :

  • Peraturan mengenai perilaku manusia pada pergaulan masyarakat;
  • Peraturan itu di buat oleh badan-badan resmi yang berwajib;
  • Peraturan itu bersifat memaksa;
  • Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas;
  • Berisi aba-aba dan ataupun larangan; dan
  • Perintah ataupun peraturan itu harus dipatuhi oleh setiap orang.

Sifat yang ada pada Hukum

Hugo de Groot pada “De Jure Belli ac facis” (1625) yang mengatakan bahwa pengertian hukum merupakan peraturan berkenaan perilaku moral yang menjamin keadilan.

Hukum merupakan salah satu dari adat yang ada pada kehidupan masyarakat. adat hukum mempunyai sanksi yang lebih tegas. Hukum ialah unutk menimbulkan keteraturan pada masyarakat, supaya mampu terwujud Keseimbangan pada masyarakat dimana masyarakat bukan dapat sebebas-bebasnya dalam bermasyarakat, mesti memiliki batasan supaya ketidak bebasan tersebut mampu menimbulkan keteraturan dalam bermasyarakt.

Terdapat bermacam macam pengertian hukum berdasarkan para ahli, sehingga membuat tidak adanya pengertian dari hukum yang memiliki satu arti.

Berikut ini merupakan sifat dari hukum:

a. Besifat Mengatur

Hukum disebut memiliki sifat merintah lantaran hukum mengandung bermacam peraturan baik pada bentuk aba-aba ataupun peringatan yg merintah perilaku laku manusia pada hayati bermasyarakat demi terciptanya ketertiban di masyarakat

b. Bersifat Memaksa

Hukum disebut memiliki sifat memaksa lantaran hukum mempunyai kemampuan dan kewenangan memaksa anggota masyarakat buat mematuhinya. hal ini dibuktikan dengan adanya hukuman yg tegas terhadap orang-orang yg membuat pelanggaran terhadap hukum.

c. Bersifat Melindungi

Hukum disebut mempunyai sifat melindungi lantaran hukum dibentuk buat melindungi hak tiap-tiap orang serta menjaga keseimbangan yg harmonis sekitar bermacam kepentingan yg ada.

Fungsi Hukum

fungsi hukum
fungsi hukum

Apabila kita amati kembali definisi-definisi hukum ataupun rumusan dari para sarjana hukum yg di atas, dalam dasarnya kita mampu menemukan adanya unsur-unsur hukum, ciri-ciri hukum, dan sifat hukum.

Adapun fungsi dari hukum adalah, sebagai berikut :

  • Sebagai Perlindungan, Hukum melindungi masyarakat dari ancaman bahaya;
  • Fungsi Keadilan, Hukum menjadi penjaga, pelindung dan menghadiahkan keadilan bagi manusia; dan
  • Dalam Pembangunan, Hukum dipergunakan menjadi anutan tujuan negara
  • Fungsi dari hukum secara umum merupakan:
  • Hukum berfungsi buat melindungi kepentingan manusia;
  • Hukum berfungsi menjadi alat buat ketertiban dan keteraturan masyarakat;
  • Hukum berfungsi sebagai sarana buat mewujudkan keadilan sosial (lahir batin);
  • Hukum berfungsi sebagai alat perubahan social (penggerak pembangunan);
  • Sebagai alat kritik (fungsi kritis); dan
  • Hukum berfungsi buat menyelesaikan pertikaian.
  • Tugas dari Hukum adalah sebagai berikut :
  • Menjamin adanya kepastian hukum;
  • Menjamin keadilan, kebenaran, ketentraman dan perdamaian; dan
  • Menjaga tidak sampai terjadi prilaku main hakim sendiri terhadap pergaulan masyarakat.

Tujuan Hukum di Bentuk

Pada literatur hukum, dikenal terdapat 2 teori berkenaan tujuan hukum, yaitu teori etis dan utilities. Teori etis mendasarkan dalam etika. isi hukum ditentukan oleh akidah kita yang etis berkenaan yang betul dan tidak. berdasarkan teori ini, hukum bertujuan buat semata-mata mencapai keadilan dan memberikannya kepada setiap orang yang sebagai haknya.

Tujuan hukum memiliki sifat universal seperti ketertiban, ketenteraman, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan pada tata kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya hukum maka tiap perkara mampu di selesaikan melaui proses pengadilan dengan prantara hakim berlandaskan akad hukum yang berlaku, kecuali itu hukum bertujuan buat menjaga dan membendung supaya setiap orang bukan mampu sebagai hakim atas dirinya sendiri.

Sedangkan teori utilities, hukum bertujuan buat menghadiahkan faedah bagi sebanyak-banyaknya orang pada masyarakt. dalam hikikatnya, tujuan hukum merupakan manfaat pada menghadiahkan kebahagiaan ataupun kenikmatan besar bagi jumlah yang terbesar.

Berikut merupakan Tujuan Hukum :

  • melantarkan kemakmuran masyarakat yang memiliki tujuan;
  • menata pola gaya hidup manusia secara damai;
  • Memberikan panutan bagi orang-orang dalam pergaulan bermasyarakat;
  • memberikan kepastian kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada semua orang;
  • Sebagai media untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin;
  • Sebagai sarana penggerak pembangunan; dan
  • Sebagai fungsi kritis.

Berkenaan dengan tujuan hukum (menjamin kepastian hukum), terdapat beberapa pendapat dari para pakar hukum menjadi berikut

Aristoteles (Teori Etis )

Tujuan hukum semata-mata hanya unutk mencapai keadilan. Artinya, menghadiahkan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya. dikatakan teori etis lantaran isi hukum semata-mata ditentukan oleh pencerahan etis adapun apa yang betul dan apa yang bukan adil.

Jeremy Bentham (Teori Utilitis )

Hukum bertujuan buat mencapai kemanfaatan. Artinya hukum bermaksud menjamin kebahagiaan bagi sebanyak-banyaknya orang/masyarakat (Jeremy Bentham : 1990).

Geny (D.H.M. Meuvissen : 1994)

Hukum bertujuan buat mencapai keadilan, dan menjadi unsur keadilan merupakan ”kepentingan daya guna dan kemanfaatan”.

Van Apeldorn

Tujuan hukum adalah mengerjakan pergaulan hayati manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian. Perdamaian yang ada di sekeliling masyarakat dipertahankan oleh hukum dengan cara melindungi kepentingan” hukum manusia contoh-nya seperti: kehormatan, kemerdekaan jiwa, harta benda dari pihak-pihak yg memberikan mudharat(Van Apeldorn : 1958).

Prof Subekti S.H.

Tujuan hukum merupakan menyelenggarakan keadilan dan ketertiban menjadi syarat buat menghadirkan kemakmuran dan kebahagiaan (Subekti : 1977).

Purnadi dan Soerjono Soekanto

Tujuan hukum merupakan kedaimaian hayati manusia yang mencangkup ketertiban ekstern antarpribadi dan ketenangan intern pribadi (Purnadi – Soerjono Soekanto: 1978).

Fungsi Hukum

Leave a Comment