Lengkap Pengertian, Tujuan, Sifat, Keduduka, Nilai dan Fungsi Konstitusi

Lengkap Pengertian, Tujuan, Sifat, Keduduka, Nilai dan Fungsi Konstitusi

Fungsi Konstitusi – Konstitusi pada dasarnya mempunyai pengertian luas, yakni keseluruhan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis yg mengatur secara mengikat mengenai cara penyelenggaraan suatu pemerintahan. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan artikel mengenai pebgertian konstitusi, fungsi konstitusi, jenis konstitusi, macam kon stitusi dan sifat konstitusi. Ok langsung saja Check this out!!!.

Pengertian Konstitusi

pengertian konstitusi
Pengertian konstitusi

Konstitusi pada biasanya bersifat kodifikasi yakni sebuah dokumen yg berisi aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara. akan tetapi pada pengertian ini, konstitusi harus  diartikan pada artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). Berdasarkan para pakar ilmu hukum ataupun ilmu politik konstitusi wajib diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara,

kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distribusi ataupun alokasi. Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yg dimaksud ditemukan beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, ditemukan pula konstitusi politik ataupun hukum tentu tetapi memuat pula arti konstitusi ekonomi [2]

Dewasa ini, istilah konstitusi biasa di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yg tertulis. Sama halnya dengan Inggris juga mempunyai konstitusi, akan tetapi tidak pada bentuk kodifikasi melainkan berlandaskan pada yurisprudensi pada ketatanegaraan negara Inggris.

Istilah konstitusi datang dari bahasa Inggris yakni “Constitution”, dan datang dari bahasa Belanda “constitutie”. pada bahasa latin (contitutio,constituere), sedangkan pada bahasa Prancis yakni “constiture”. pada bahasa Jerman yakni “vertassung, konstitution”, sedangkan pada ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar.

Konstitusi / UUD bisa diartikan peraturan dasar yg memuat ketentuan – ketentuan pokok dan sebagai wahid sumber perundang- undangan. Konstitusi merupakan keseluruhan peraturan baik yg tertulis ataupun tidak tertulis yg mengerjakan secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan pada suatu masyarakat di-negara.

Agar lebih memahami apa itu konstitusi, maka kita dapat mambandingkan pada pendapat beberapa ahli yg diibawah ini:

1. K. C. Wheare

Menurut K. C. Wheare, pengertian konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yg berupa kumpulan peraturan yg membentuk, mengatur/ memerintah dalam pemerintahan suatu negara.

2. Richard S. Kay

Menurut Richard S. Kay, pengertian konstitusi adalah pelaksanaan dari aturan-aturan hukum atau rule of law dalam hubungan masa masyarakat dengan pemerintahan. Konstitualisme menciptakan situasi yg dapat memupuk rasa aman sebab adanya batasan pada wewenang pemerintah yg sudah diharuskan lebih awal.

3. Herman Heller

Menurut Herman Heller, makna konstitusi menjadi lebih luas dari pada Undang-Undang Dasar (UUD). Konstitusi tidak cuma bersifat yuridis namu juga sosiologis dan politis.

4. E. C. Wade

Menurut E.C. Wade, pengertian konstitusi merupakan suatu naskah yg menerangkan rangka &tugas pokok dari badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja lembaga tersebut.

5. Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiarjo, pengertian konstitusi adalah keseluruhan peraturan, baik yg tertulis maupun tidak tertulis yg mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat.

6. Chairul Anwar

Menurut Choirul Anwar, arti konstitusi adalah fundamental law tentang pemerintahan suatu negara dan nilai-nilai fundamentalnya.

Fungsi Konstitusi di Indonesia

fungsi konstitusi
Fungsi konstitusi
  • Membatasi kekuasaan pemerintah

Fungsi awal dari konstitusi merupakan untuk membatasi kekuasaan pemerintah. Maksudnya merupakan dengan adanya konstitusi ini merupakan untuk membatasi kekuasaan dari pemerintah. Dengan adanya konstitusi, tindak kesewenang-wenangan yg diusahakan pemerintah bisa dihindari. Dengan begitu, hak-hak warga negara bisa tetap terjaga dan dilindungi.

  • Sumber hukum tertinggi

Konstitusi berfungsi untuk membatasi kekuasaan pemerintah, ini artinya konstitusi mempunyai peran yg lebih tinggi dari penguasa. Maka dari itu, konstitusi merupakan sumber hukum tertinggi yg dianut oleh suatu negara. Di Indonesia, sumber hukum tertinggi yg dipakai sebagai dasar hukum merupakan UUD 1945, maka konstitusi Indonesia merupakan UUD 1945.

  • Melindungi hak warga negara

Sebagai sebuah hukum dasar yg mempunyai peran tertinggi pada penyelenggaraan suatu negara, konstitusi juga berfungsi untuk memelihara dan melindungi hak-hak warga negaranya. Fungsi ini masih berhubungan dengan fungsi awal yg membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tak timbul rasa kesewenang-wenangan.

Kesewenang-wenangan inilah yg tentu merenggut hak-hak dari setiap warga negara. Oleh karena itulah hak-hak warga negara dijamin di pada konstitusi.

  • Pertanda lahirnya suatu negara

Fungsi paling dasar dari konstitusi merupakan sebagai tanda lahirnya sebuah negara. Hal ini jugalah yg terjadi saat pembentukan negara Indonesia. Merdeka pada  tahun 1945, Indonesia menandainya dg dipakainya konstitusi UUD 1945 sebagai sumber hukum yg dipakai sekaligus menadai berdirinya negara Indonesia, walaupun sebelumnya Indonesia sudah pernah menggunakan beberapa jenis konstitusi lainnya.

Negara dan konstitusi merupakan 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Konstitusi menggambarkan sistem ketatanegaraan di suatu negara secara keseluruhan berupa kumpulan peraturan yg dibuat untuk mengatur, memerintah ataupun membentuk negara. Peraturan-peraturan ini tertulis dan terdapat juga yg tidak tertulis.

Konstitusi juga mempunyai fungsi dan peran penting pada penyelenggaraan negara seperti yg sudah dipaparkan di atas. Fungsi konstitusi ini juga sebagai dasar Miriam Budiarjo pada merumuskan pengertian konstitusi.

Dalam pendapatnya, konstitusi di dalamnya memuat berkenaan organisasi negara, mekanisme penyelesaian masalah yg bersangkutan dengan hukum, hak asasi manusia dan trik perubahan dari konstitusi tersebut. Sekian informasi mengenai pengertian konstitusi dan juga fungsinya.

Sifat Konstitusi

fungsi konstitusi
Fungsi konstitusi

Berdasarkan pendapat dari C.F. Strong (dalam Miriam Budiardjo: 1985), suatu konstitusi bisa bersifat kaku ataupun bisa juga supel tergantung pada apakah mekanisme untuk mengubah konstitusi itu sudah sama dengan mekanisme menjadikan undang-undang di negara yg berkepentingan ataupun belum. Dengan demikian, sifat dari konstitusi bisa dibedakan sebagai dua, yaitu:

  1. Konstitusi yg bersifat kaku (rigid), cuma bisa diubah menggunakan mekanisme yg berlainan dengan mekanisme menjadikan undang-undang pada negara yg bersangkutan;
  2. Konstitusi yg bersifat supel (flexible), sifat supel disini diartikan bahwa konstitusi bisa diubah menggunakan mekanisme yg sama dengan mekanisme menjadikan undang-undang pada negara yg bersangkutan.

Tujuan Konstitusi

fungsi konstitusi
Tujuan Konstitusi

Secara umum, ditemukan tiga tujuan konstitusi pada kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan. mengenai tujuan konstitusi merupakan sebagai berikut:

  1. Membuat batasan kekuasaan bagi penyelenggara negara supaya tidak berbuat sewenang-wenang. pada hal ini, konstitusi membatasi kekuasaan penguasa sehingga tidak membuat tindakan yg merugikan masyarakat banyak.
  2. Konstitusi juga bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan adanya konstitusi maka setiap penguasa dan masyarakat harus menghormati HAM dan berhak mendapatkan perlindungan pada membuat haknya.
  3. Konstitusi juga bertujuan untuk membrikan panduan bagi penyelenggara negara supaya negara bisa berdiri dengan kokoh.

Maca Macam Konstitusi

  • berdasarkan CF. Strong UUD tersusun dari 2 macam, yaitu:
  1. Tertulis pada (documentary constitution / written constitution) yakni aturan-aturan pokok dasarnegara, bangunan negara dan tata negara, sekaligus tata cara dasar lain yg mengatur peri kehidupan bangsa pada perkumpulan hukum negara.
  2. Tidak tertulis / konvensi (non-documentary constitution) merupakan berupa kebiasaan ketatanegaraan yg biasa muncul.
  • Adapun syarat-syarat konvensi yaitu:
  1. Diakui dan dipergunakan berulang-ulang pada praktik penyelenggaraan negara.
  2. Tidak bertentangan dengan UUD 1945.
  • Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945.
  • Secara teoritis UUD dibedakan menjadi:
  1. Konstitusi-politik, berisi mengenai norma- norma pada penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubungan antar lembaga negara.
  2. Konstitusi-sosial, UUD yg memuat cita-cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem ekonomi, sosial, dan politik yg hendak dikembangkan bangsa tersebut.

Bagaimanapun kebijakan pemerintah mengenai undang-undang dasar sudah sepatutnya kita sebagai warga negara selalu mematuhi nya.

Keduduakn Konstitusi

kedudukan konstitusi
Kedudukan konstitusi

Kedudukan konstitusi/UUD yaitu:

Dengan adanya UUD baik penguasa bisa mengetahui tata cara / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan.

  1. Sebagai hukum dasar.
  2. Sebagai hukum yg tertinggi.

Perubahan konstitusi/UUD yaitu:

Secara revolusi, pemerintahan modern timbul sebagai hasil revolusi ini yg sering – sering menjadikan suatu UUD yg terus mendapat persetujuan dari para wakil rakyat. Secara evolusi, UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yg bisa mengakibatkan suatu UUD yg baru. Secara otomatis UUD yg berlama-lama tidak berlaku lagi.

Keterkaitan celah dasar negara dengan konstitusi yaitu:

Keterkaitan celah dasar negara dengan konstitusi tampak pada gagasan dasar, cita – cita dan tujuan negara yg tertuang pada pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat pada konstitusi suatu negara.

Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu:

Konstitusi merupakan hukum dasar tertulis dan tidak tertulis sedangkan UUD merupakan hukum dasar tertulis. UUD mempunyai sifat mengikat, oleh karenanya makin elastik sifatnya tata cara itu makin baik. Pada dasarnya konstitusi menygkut trik suatu pemerintahan diselenggarakan.

Nilai Konstitusi

fungsi konstitusi
Nilai konstitusi

Nilai konstitusi yaitu:

  1. Nilai konstitusi  yakni suatu konstitusi yg resmi yg bisa diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itutidak cuma berlaku terhadap suatu arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku pada masyarakat pada arti berlaku efektif dan dapat dilaksanakan secara konsekuen dan murni.
  2. Nilai nominal merupakan suatu konstitusi yg berdasarkan hukum tetaplah berlaku, tetapi tidak sempurna. Ketidaksempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidak seluruh pasal – pasal yg ditemukan pada UUD itu berlaku bagi seluruh tanah negara.
  3. Nilai semantik merupakan suatu konstitusi yg berlaku cuma untuk kepentingan penguasa saja. pada memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai media untuk melaksanakan kekuasaan politik.

Terimaksih telaj mengunjungi artikel kami, semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan teman teman, jangan lupa untuk mengunjungi artikel lain nya di sini

Leave a Comment