10+ Fungsi Otot dan cara Kerjanya | Organ Tubuh (Lengkap)

10+ Fungsi Otot dan cara Kerjanya | Organ Tubuh (Lengkap)

Fungsi Otot – Otot merupakan bagian saaf tubuh yang membantu pergerakan tubuh kita, karna hampir seluruh tubuh kita di selimuti oleh tubuh, namun kita harus tahu fungsi otot untuk tubuh kita. Di artikel ini kamu membagikan tentang fungsi otot di sertai pengertian jaringan otot, struktur otot, jenis otot dan yang lain nya.

Pengertian Fungsi Jaringan Otot

fungsi otot
Pengertian fungsi otot

Pengertian jaringan otot merupakan sekumpulan sel otot, miofibril dan serat otot yang menopang untuk pergerakan tubuh manusia. Otot berperan antusias pada pergerakan tubuh manusia semua pergerakan tentu di gerakkan menggunakan otot yang sudah terhubung masing-masing.

Peran otot juga bisa menggerakkan organ di luar tubuh ataupun di dalam tubuh. contohnya di pada tubuh jantung untuk mempompa darah dan ginjal. Sedangkan di luar tubuh pergerakan tangan, kelopak mata, kaki, dan lainnya. Otot paling berperan antusias pada kehidupan menusia terutama pergerakan sehari-hari.

Sehingga bayak juga yang melatih otot supaya bisa mengangkat berat beban yang maksimal. Otot bisa di latih kekuatannya dangan membuat olah raga kekuatan otot contohnya ambil beban. Hampir semua organ yang ada dalam tubuh kita di hubungkan dengan otot. Semua yang bisa bergerak memiliki otot penggerak masing-masing. Dan jumlahnya paling banyak, hingga pada satu organ mempunyai beberapa otot.

Struktur Jaringan Otot

fungsi otot
Struktur otot

Berikut ini merupakan perincian struktur penyususn jaringan otot dari gambar di atas:

  • Tendon

Tendon merupakan penghubung otot dangan tulang. Tendon memiliki serabut berwarna putih dan tidak elastis. Aponeuroses merupakan lembaran-lembaran permukaan ataupun simpai dari jaringan fibrus dengan maksud untuk nenuat kelompok-kelompok otot dan terkadang menggandengkan sebuah oto dengan bagian yang menggerakkannya.

  •   Fascia

Fascia ialah jaringan ikat gabungan dari jaringan fibrus dan areolar bisa membungkus dan menghimpun otot sebagai satu. terhadap tiap-tiap fasciculus bisa di pisahkan dengan jaringan ikat perimysium. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi pada perbaikan jaringan otot yang rusak.

Pada bagian-bagian tertentu, seperti pada telapak tangan, fascia ini paling padat dan kuat. semisal merupakan fascia Palmaris dan fascia plantaris.

  •   Sarcolemma

Sarcolemma merupakan unit structural jaringan otot berdiameter 0,01 – 0,1 mm dan panjang 1-40 mm melapisi suatu sel otot.jaringan ini bisa berfungsi pelindung otot. Besarnya dan jumlah jaringan terutama terhadap jaringan elastic, tentu meningkat sejalan dengan penambahan usia.

Setial 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang dikatakan sarcolemma. Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair dikatakan sarkoplasma. Di pada matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang dikatakan myofibril.

  •   Miofibril

Myofibril merupakan jaringan serat-serat yang ditemukan pada otot. apabila di meninjau dengan mikroskop, miofibril tentu terlihat seperti pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)

  •   Miofilamen

Miofilamen merupakan jaringan berbentuk benang-benang/filament halus yang merasal dari myofibril. Jaringan ini ditemukan 2 jenis yakni miofilamen homogeny (terdapat terhadap otot polos) dan miofilamen tidak sejenis (terdapat terhadap otot jantung/otot kardiak dan terhadap otot lurik.

  •   Sarkoplasma

Sarkoplasma merupakan jaringan yang berupa cairan sel otot yang fungsinya untuk zona dimana myofibril dan miofilamen berada.

Jenis Jenis Otot

jenis otot
Jenis otot

Tubuh kita memiliki tiga jenis jenis otot. Otot-otot itulah yang berpengaruh kepada gerakan organ-organ tubuh. Tiga jenis otot tersebut merupakan sebagai berikut.

Otot kerangka/otot lurik

Otot kerangka merupakan otot yang melekat terhadap kerangka. Bagian tubuh kita yang berdaging merupa-kan otot kerangka. Otot ini dikatakan juga otot lurik, karena apabila dilihat dari samping, serabut otot ini memperlihatkan suatu pola serat melintang ataupun bergaris. Irisan melintang otot ini memperlihatkan beribu-ribu serabut otot.

Serabut-serabut itu tersusun pada berkas-berkas yang sejajar, dan terikat sesamanya oleh jaringan penyambung yang dilalui oleh pembuluh darah dan saraf. Ukuran seecara diameter otot ini 50 mikron dengan panjang 2,5 cm.

Contoh otot kerangka merupakan otot bisep dan trisep, yang terletak terhadap lengan atas. Otot ini berbentuk silindris panjang, memiliki inti banyak yang terletak di tepi. trik kerja otot ini dan kontraksinya berdasarkan kehendak kita dan di bawah kesadaran kita. Gerakan otot kerangka lekas dan kuat, tetapi mudah lelah.

Otot kerangka bisa berkontraksi bila diberikan rangsangan karena diinervasi oleh saraf sadar ataupun motoris. Rangsangan tersebut bisa berupa panas, kimia, mekanis, dan elektris. Sumber tenaga untuk kontraksi otot merupakan ATP.

Ciri-ciri otot lurik:

Sel berinti banyak.

Bentuknya silindris.

Sel otot tampak lurik karena adanya kandungan protein otot yang berbeda, yakni aktin dan miosin.

Bekerja atas kesadaran ataupun berdasarkan perintah otak.

Otot polos

Setiap serabut otot polos merupakan sel tunggal, berbentuk gelendong dengan satu inti yang terletak di tengah. Sel-sel itu tersusun pada lembaran. apabila kita meninjau di bawah mikroskop cahaya, otot polos tidak memperlihatkan pola lurik melintang.

Permukaannya polos. Sel-selnya memuat filamen tipis ataupun tebal aktin dan miosin, dan filamen tersebut tersusun sebagai fibril kontraktil. Otot polos ini bisa berkontraksi secara spontan, terutama dikendalikan oleh neuron motor dari sistem saraf simpatik dan parasimpatik.

Kerja otot polos jauh lebih lelet daripada otot kerangka. Otot polos memerlukan masa 3-180 detik untuk bekontraksi. Perbedaan lain dari otot kerangka merupakan kemampuannya untuk awet berkontraksi terhadap bermacam panjang. Otot ini bekerja secara countinue dan tidak dipengaruhi oleh kesadaran dan tidak gampang lelah. Otot polos ditemukan terhadap organ pada kecuali jantung, contohnya lambung, usus, ginjal.

Ciri-ciri otot polos:

Berinti satu.

Berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing.

Bekerja di luar kesadaran, bekerja lambat, teratur, dan tidak lekas lelah.

Otot jantung

Otot jantung cuma ditemukan terhadap organ jantung saja. Otot jantung tersusun atas serabut lurik. Miofibril pada otot jantung bercabang-cabang dan mitokondrianya lebih banyak dibandingkan mitokondria yang ditemukan terhadap serabut otot kerangka.

Bentuk otot jantung semacam gelendong dengan inti yang berjumlah banyak dan memiliki letak di tepi. trik kerja otot jantung merupakan secara terus-menerus dengan ritme ataupun irama yang tetap, dan tidak dipengaruhi oleh kesadaran, serta tidak mudah lelah.

Ciri-ciri otot jantung:

Berbentuk serabut lurik yang bercabangcabang, jumlah inti selnya banyak, terletak di tengah serabut.

Bekerja di luar kesadaran ataupun di luar perintah otak.

Cara Mengukur Kekuatan Otot

fungsi otot
Cara mengukur otot

Seringkali pasien mengunjungi klinik untuk memperoleh pertolongan karena merasa tubuhnya lemah dan kenyataannya sebenarnya lemas dan merasa tak bertenaga, maka dari itu dokter ataupun tenaga medis lainnya membuat pengukuran kekuatan otot secara tradisional artinya  mengukur kekuatan otot pada pasien dengan menggunakan skala klasik 0,1,2,3,4,5. dengan rincian antara lain;

Skala 0.

artinya otot tak  mampu bergerak, contohnya apabila tapak tangan dan jari memiliki skala 0 berarti tapak tangan dan jari awet aja ditempat walau sudah diperintahkan untuk bergerak.

Skala 1.

apabila otot ditekan masih terasa terdapat kontraksi ataupun kekenyalan ini berarti otot masih belum atrofi ataupun belum layu.

Skala 2,

dapat mengerakkan otot ataupun bagian yang lemah sesuai perintah contohnya tapak tangan disuruh telungkup ataupun lurus bengkok tapi apabila ditahan sedikit saja sudah tak mampu bergerak

Skala 3,

dapat menggerakkan otot dengan tahanan minimal contohnya bisa menggerakkan tapak tangan dan jari

Skala4,

bisa bergerak dan bisa melawan hambatan yang ringan.

Skala 5,

bebeas bergerak dan bisa melawan tahanan yang setimpal

Skala diatas biasanya digunakan untuk memeriksa  para penderita yang mendapati kelumpuhan kecuali mendiagnosa status kelumpuhan juga digunakan untuk membaca apakah terdapat perkembangan yang didapatkan selama menjalani perawatan ataupun sebaliknya apakah terjadi perburukan terhadap seseorang penderita.

Menjabat tangan pasien bisa juga di gunakan untuk mengukur kekuatan ototnya, dengan trik  mengajak berjabat tangan dan menganjurkan pasien untuk mengerahkan tenaga memencet jari-jari kita. apabila lemah tentu terasa tangan pasien tak mampu meremas kuat tangan kita.

Kesulitannya yakni apabila pasien wanita yang tidak sama sekali mengfungsikan tenaga otot jari tangan, remasannya terasa kurang kuat meskipun telah dipaksakan, untuk itu bisa diperiksa lebih jauh dengan hati-hati.

Cara Kerja Otot

fungsi otot
Cara kerja otot

Tulang-tulang bisa digerakkan karena adanya otot yang berkontraksi. Bagian otot yang berkontraksi sesungguhnya merupakan sel-sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan menggunakan saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot tentu memengaruhi suatu zat (asetilkolin) yang peka kepada rangsangan.

Asetilkolin merupakan zat pemindah rangsangan yang dihasilkan terhadap bagian pucuk saraf. Adanya asetilkolin tentu membebaskan ion kalsium yang berada di sel otot. menggunakan proses tertentu, adanya ion kalsium menimbulkan protein otot, yakni aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin.

Hal ini menimbulkan pemendekan sel otot sehingga terjadilah kontraksi. sesudah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke pada plasma sel, sehingga menimbulkan lepasnya pelekatan aktin dan miosin yang menimbulkan otot menjadi lemas. Keadaan ini dikatakan relaksasi.

Otot yang sedang berkontraksi berubah menjadi besar, memendek, serta mengeras. Bila otot berkontraksi, maka tulang-tulang zona otot melekat tentu tertarik sehingga tulang ikut bergerak. Adanya pergerakan tulang menimbulkan persendian bergerak pula. Jadi, gerak terhadap tubuh kita melibatkan kerja sama otot, tulang, sendi, dan saraf.

Sifat Kerja Otot

fungsi otot
Sifat kerja otot

Untuk menggerakkan tulang dibutuhkan keterlibatan 2 otot lurik (otot rangka) ataupun lebih. Sifat kerja otot terdapat yang berlawanan ( antagonis) dan terdapat yang bersamaan (sinergis).

Otot Antagonis

Otot antagonis, merupakan 2 otot yang bekerja saling berlawanan, yakni apabila satu otot berkontraksi maka otot yang lain-nya terjadi relaksasi. Macam-macam gerak antagonis adalah:

  • Fleksi dan Ekstensi

Fleksi ialah gerak otot fleksor sehingga bagian tubuh menekuk, contohnya menekuknya lutut dan siku. Sedangkan, perluasan ialah gerakan otot ekstensor untuk meluruskan kembali bagian tubuh yang telah ditekuk, contohnya meluruskan kaki ataupun siku.

  • Abduksi dan Aduksi

Abduksi merupakan gerakan y7ang dilakukan oleh anggota tubuh untuk menjauhi sumbu tubuh, contohnya merentangkan tangan hingga sejajar dengan bahu. Sedangkan, aduksi adalah gerakan anggota tubuh mendekati sumbu tubuh, contohnya menegapkan tangan kembali sesudah direntangkan.

  • Pronasi dan Supinasi

Pronasi merupakan gerakan memutar telapak tangan dan jari untuk menelungkup. Sedangkan, supinasi yakni memutar pada telapak tangan dan jari untuk menengadah.

  • Depresi dan Elevasi

Elevasi ialah gerak mengangkat, sedangkan depresi ialah gerak menurunkan. semisal gerak membuka dan menutup mulut.

  • Inversi dan eversi

Inversi ialah gerak memiringkan (membuka) telapak kaki ke arah dalam tubuh, sedangkan eversi ialah gerak memiringkan (membuka) telapak kaki ke arah luar.

Otot Sinergis

Otot sinergis, merupakan 2 otot yg bekerja barengan, yakni sama-sama berkontraksi ataupun sama-sama relaksasi. Contoh: otot-otot pronator yang ditemukan terhadap lengan bawah. Otot pronator terdapat dua, yakni otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kedua otot tersebut bekerja sama menggerakkan telapak tangan dengan cara menelungkup dan menengadah

Fungsi Otot pada Manusia

fungsi otot
Fungsi otot

Setiap jenis otot manusia mempunyai fungsinya masing-masing. Berikut beberapa fungsi dari sistem otot manusia.

Melakukan gerakan tubuh

Otot rangka bertanggung jawab terhadap gerakan yang kita kerjakan. Otot rangka melekat terhadap tulang Anda dan sebagian dikendalikan oleh sistem saraf pusat (SSP).

Anda menggunakan otot rangka kapan pun Anda bergerak. Otot mengikuti arah gerakan yang kita inginkan dengan cara  bersama-sama dengan tulang dan tendon.

Membantu pada peredaran darah manusia

Otot jantung dan otot polos yang tidak disadari menopang detak jantung dan aliran darah ke seluruh tubuh Anda dengan menimbulkan impuls listrik. Otot jantung ditemukan di dinding jantung. Ini dimonitoring oleh sistem saraf otonom yg bertanggung jawab untuk sebagian besar fungsi tubuh. Pembuluh darah Anda tersusun dari otot polos, dan juga dikendalikan oleh sistem saraf otonom.

Pernapasan

Diafragma merupakan otot penting yang bekerja selama pernapasan. Saat Anda bernapas lebih berat, seperti saat Anda sedang berolahraga, diafragma memerlukan bantuan dari otot lain, seperti otot perut, otot leher, dan otot punggung.

Proses pencernaan

Pencernaan dikendalikan oleh otot-otot polos yang ditemukan di saluran pencernaan Anda. Otot polos Anda melemas dan menegang saat makanan melalui tubuh Anda selama pencernaan. Otot-otot ini juga menopang mendorong makanan muncul dari tubuh Anda menggunakan buang air besar, ataupun muntah saat Anda sakit.

Persalinan

Otot polos juga ditemukan di rahim. Selama kehamilan, otot-otot ini tumbuh dan meregang pada saat bayi mulai tumbuh. Saat proses melahirkan, otot polos di rahim berkontraksi dan relaksasi untuk menopang mendorong bayi melalui vagina.

Keseimbangan

Otot rangka menopang melindungi tulang belakang Anda dan menopang keseimbangan. pada otot terdapat yang dikatakan dengan otot inti, yang termasuk otot perut, otot punggung, dan otot panggul. Semakin kuat otot inti Anda, maka tentu keseimbangan tubuh Anda semakin baik.

Mengatur postur tubuh

Otot rangka juga mengerjakan postur tubuh Anda. Kelenturan dan kekuatan merupakan kunci untuk mempertahankan postur yang tepat. Otot-otot leher kaku, otot punggung yang lemah, ataupun otot-otot pinggul yang kaku bisa merusak keselarasan Anda. Postur yang naif bisa memengaruhi bagian tubuh Anda dan menimbulkan nyeri sendi dan otot yang lebih lemah.

Mungkin itu yang bisa saya bagikan untuk teman teman semua, semoga bisa memberi manfaat dan menumbuhkan rasa sayang kita terhadap tubuh kita sendiri husus nya. Dan jangan lupa kunjungi artikel yang bermanfaat lainya disini. Fungsi Otot

 

Leave a Comment