Fungsi Partai Politik dan Pengertian nya | Kewarganegaraan (Lengkap)

Fungsi Partai Politik dan Pengertian nya | Kewarganegaraan (Lengkap)

Fungsi Partai Politik – Partai politik sangat lah penting bagi pembangunan suatu negara, maka dari itu kita sebagai warga negara indonesia harus paham mengenai fungsi dari partai politik, di bawah ini akan kami bahas mengenai partai politik.

Pengertian Partai Politik

fungsi partai politik
Pengerian partai politik

Sebuah partai politik merupakan organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu ataupun dibentuk dengan tujuan umum. Definisi lainnya merupakan kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya memiliki orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Bisa juga di definisikan, perkumpulan (segolongan orang-orang) yang seasas, sehaluan, setujuan di bidang politik.

Baik yang berlandaskan partai calon ataupun struktur kepartaian yang dimonopoli oleh sekelompok anggota partai yang terkemuka. ataupun bisa juga berlandaskan partai massa, yakni partai politik yang mengutamakan kekuatan berlandaskan keunggulan jumlah anggotanya. Tujuan kelompok ini yakni untuk mendapatkan kekuasaan dalam politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

Sejarah Partai Politik di Indonesia

fungsi partai politik
Sejarah partai politik

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), partai politik berarti perkumpulan yg dibangun untuk mewujudkan ideologi politik tertentu. pada sejarah Indonesia, keberadaan Partai politik di Indonesia dimulai dengan didirikannya organisasi Boedi Oetomo (BO), terhadap tahun 1908 di Jakarta oleh Dr. Wahidin Soediro Hoesodo dkk.

Meskipun terhadap masa itu BO belum bertujuan ke politik murni, tetapi keberadaan BO telah diakui para peneliti dan pakar sejarah Indonesia sebagai perintis organisasi modern. Dengan kata lain, BO ialah cikal bakal dari organisasi massa ataupun organisasi politik di Indonesia.

Pada masa penjajahan Belanda, partai-partai politik tidak bisa hidup tentram. Tiap partai yang bersuara menentang dan bergerak tegas, tentu segera dilarang, pemimpinnya diterima dan dipenjarakan ataupun diasingkan. Partai politik yang awal lahir di Indonesia merupakan Indische Partij yang didirikan terhadap tanggal 25 Desember 1912, di Bandung.

Dipimpin oleh Tiga Serangkai, yakni Dr. Setiabudi, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hadjar Dewantara. Tujuan partai itu merupakan Indonesia lepas dari Belanda. Partai itu cuma berusia 8 bulan karena ketiga pemimpin masing-masing dibuang ke Kupang, Banda, dan Bangka, terus diasingkan ke Belanda.

Ideologi Politik

fungsi partai politik
Ideologi poltik

Dalam ilmu sosial, Ideologi politik merupakan himpunan ide serta prinsip yang menerangkan bagaimana yang seharusnya masyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. Ideologi politik umumnya mengenai dirinya dengan bagaimana mengerjakan kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.

Teori komunis Karl Marx, Friedrich Engels dan pengikut mereka, biasa dikenal dengan marxisme, dinilai sebagai ideologi politik paling berpengaruh dan dipaparkan lengkap terhadap zaman 20.

Contoh ideologi lainnya yang ada di dunia ini termasuk: anarkisme, kapitalisme, nazisme, komunisme, monarkisme, komunitarianisme, konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme,  nasionalisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan demokrat sosial.

Ideologi merupakan seperangkat tujuan dan ide-ide yang mengarahkan terhadap satu tujuan, harapan, dan tindakan. Maka dari itu, ideologi politik bisa dikatakan sebagai seperangkat tujuan serta ide yang menerangkan bagaimana suatu rakyat bekerja, dan bagaimana cara mengerjakan kekuasaan yang bener.

Liberalisme

fungsi partai politik
Liberalisme

Lambang Partai Buruh Inggris. ialah partai massa Inggris. Partai massa ialah kebalikan dari partai kader karena mereka lebih menekankan terhadap pencarian jumlah dukungan yang banyak di masyarakat ataupun dengan kata lain lebih menekankan segi kuantitas.

Kelemahan partai massa merupakan bahwa disiplin anggota umumnya lemah, juga lemahnya hubungan organisasi sesame anggota, bahkan sering kala tidak saling kenal, karena luasnya dukungan dari bermacam golongan dan lapisan masyarakat. Kebebasan telah muncul sejak adanya manusia di dunia, karena terhadap hakikatnya manusia selalu mencari kebebasan bagi dirinya sendiri.

Bentuk kebebasan pada politik terhadap masa dulu merupakan penerapan demokrasi di Athena dan Roma. Tetapi, kemunculan liberalisme sebagai sebuah paham terhadap ujung abad 17. Liberalisme datang dari kata liberalis yang berarti bebas. pada liberalisme, kebebasan individu, pembatasan kekuasaan raja (pemerintah), dan persaingan pemilik dana (kapital).

Maka sebab itu, liberalisme serta kapitalisme terkadang pandang sebagai sebuah ideologi yang sama. Liberalisme muncul terhadap zaman ke ujung zaman 17, berkaitan dengan runtuhnya feodalisme di Eropa dan dimulainya masa Renaissance, kemudian diikuti dengan gerakan politik masa Revolusi Prancis. Liberalisme terhadap masa ini terkait dengan Adam Smith, dikenali sebagai liberalisme klasik.

Terhadap masa ini, kerajaan (pemerintahan) bersifat lepas tangan, sesuai dengan konsep Laissez-Faire. Konsep ini menekankan bahwa kerajaan wajib memberi kebebasan berpikir kepada rakyat, tidak menghalang pemilikan harta indidvidu ataupun kumpulan, kuasa kerajaan yang terbatas dan kebebasan rakyat.

Seruan kebebasan ini dikumandangkan sesudah sebelumnya terhadap zaman 16 dan dahulu zaman 17, Reformasi Gereja dan perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan masyarakat yang tertekan dengan kekuasaan gereja hendak membebaskan diri dari bermacam ikatan, baik agama, sosial, dan pemerintahan.

Berdasarkan Adam Smith, liberal berarti bebas dari batasan (free from restraint), disebabkan liberalisme menawarkan konsep hidup bebas dari pengawasan gereja dan raja. Di Inggris, sesudah beberapa kali berlangsung perang Napoleon, liberalisme kembali berpengaruh atas bangkitnya Benthamites dan Mazhab Manchester.

Keberhasilan terbesar liberalisme terjadi di Amerika, hingga sebagai dominan sejak tahun 1776 sampai sekarang. Dengan liberalisme, Amerika sekarang sebagai sebuah negara yang besar dan dinilai polisi dunia. Di sana kebebasan dijunjung tinggi karena hak-hak tiap warganya dijamin oleh pemerintah. Sehingga tidak heran apabila tingkat kompetisi di sana paling tinggi.

Kapitalisme

Kapitalisme (capitalism) datang dari kata modal (capital), yang berarti modal. dana disini maksudnya merupakan media produksi, seperti tanah dan uang. Jadi, arti kapitalisme merupakan ideologi di mana kekuasaan terdapat di tangan modal ataupun pemilik modal, sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan terhadap keuntungan, di mana masyarakat bersaing pada batasan-batasan ini.

Menurut trik pandang kapitalisme, setiap individu bukanlah bagian dari masyarakat, tetapi ialah suatu pihak yang wajib berjuang untuk kepentingan sendiri. pada perjuangan ini, sebab penentunya merupakan produksi. Produsen unggul tentu awet bertahan, dan produsen lemah tentu tersingkir.

Kapitalisme berawal terhadap masa feodal di Mesir, Babilonia, dan Kekaisaran Roma. pakar ilmu sosial menyebut kapitalisme terhadap masa ini sebagai commercial capitalism (kapitalisme komersial). Kapitalisme komersial berkembang terhadap masa itu perdagangan lintas suku dan kekaisaran telah mengalami perkembangan dan

membutuhkan sistem hukum ekonomi untuk menjamin keadilan perdagangan ekonomi yang diusahakan oleh para pedagang, tuan tanah, kumpulan rohaniwan. Kapitalisme berlanjut sebagai sebuah hukum dan kode etik bagi kumpulan pedagang. Karena terjadi kemajuan kompetisi pada sistem pasar, keuangan, dan lain-lain, maka dibutuhkan hukum dan etika yang relatif mapan.

Para pedagang membuka bacaan modern berkenaan pasar. Setiap membicarakan pasar, mereka membicarakan berkenaan komoditas, dan nilai lebih yang tentu sebagai keuntungan bagi pedagang. Pandangan kumpulan pedagang dan kemajuan pasar menimbulkan berubahnya sistem ekonomi feodal yang dimonopoli tuan tanah, bangsawan, dan rohaniwan.

Ekonomi mulai sebagai bagian dari perjuangan kelas menengah, dan mulai berpengaruh. Periode ini dikatakan dengan kapitalisme industri. terdapat tiga tokoh yang berpengaruh besar terhadap periode ini, yakni Thomas Hobbes, John Locke, dan Adam Smith.

Thomas Hobbes menyatakan bahwa setiap orang secara natural tentu mencari pemenuhan kebutuhan bagi dirinya sendiri. John Locke berpendapat bahwa manusia itu memiliki hak milik personalnya. Adam Smith menganjurkan pasar bebas dengan aturannya sendiri, dengan kata lain, tidak terdapat campur tangan pemerintah di dalam pasar.

Teori-teori dari para tokoh yang disebut semakin berkembang prantara adanya Revolusi Industri. Pada perkembangannya, kapitalisme memasuki periode kapitalisme lanjut, yakni sambungan dari kapitalisme industri. terhadap periode ini, kapitalisme tidak cuma mengakumulasikan modal, tetapi juga investasi.

Selanjutnya, kapitalis menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cuma berlandaskan terhadap sebab produksi, tetapi juga sebab jasa dan kestabilan sistem masyarakat. Kapitalisme berkembang tidak cuma untuk terus memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai tanah pendapatan yang lumayan bagi para konsumennya.

Tetapi karena terhadap praktiknya kapitalisme lebih banyak merugikan kumpulan kelas bawah, muncullah sosialisme yang dipelopori oleh Karl Marx.

Sosialisme

Sosialisme merupakan paham yang bertujuan mengubah bentuk masyarakat dengan menyebabkan perangkat produksi sebagai milik bersama, dan pembagian hasil secara merata disamping pembagian tanah kerja dan bahan konsumsi secara menyeluruh.

Pada sosialisme setiap individu wajib berusaha untuk mendapatkan layanan yg layak untuk kemakmuran bersama, karena terhadap hakikatnya, manusia hidup bukan hanya  untuk bebas, tetapi juga saling menolong. Sosialisme yang kita kenal saat ini Sosialisme sesungguhnya telah lahir sebelum dicetuskan oleh Karl Marx.

Orang yang awal kali menyuarakan ide sosialisme merupakan Francois Noel Babeuf, terhadap abad 18. terus muncul tokoh beda seperti Robert Owen di Inggris, Saint Simon dan Fourier di Prancis. Mereka mencoba memperbaiki kondisi masyarakat disebabkan terpengaruh nya oleh rasa perikemanusiaan namun tidak di sertai dengan landasan konsep yang jelas dan dinilai cuma angan-angan belaka, maka sebab  itu mereka dikatakan kumpulan sosialis utopis.

Karl Marx juga mengecam kondisi masyarakat di sekelilingnya, tetapi ia memakai hukum ilmiah untuk mengamati kemajuan masyarakat, tidak sekadar harapan dan tuntutan seperti yang diusahakan oleh kumpulan sosialis utopis. Marx menamakan idenya sebagai sosialisme ilmiah. sesudah itu, terhadap abad 19, sosialisme ilmiah marx diadopsi oleh Lenin, hingga tercipta komunisme.

Komunisme lebih radikal daripada sosialisme, karena pada komunisme diajarkan untuk memberontak dan merebut kekuasaan dengan Partai Komunis sebagai pemimpinya. Inilah yang lebih dikenal sebagai sosialisme hingga saat ini. Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa setiap ideologi politik memiliki akibat besar bagi kehidupan manusia.

Pada sistem liberalisme dan kapitalisme manusia hidup berkompetisi pada kebebasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan negara tidak boleh mencampuri hidup pribadi warga negaranya, akan tetapi di sisi lain, rakyat kelas bawah seringkali sebagai pihak yang dirugikan. Sedangkan sosialisme lebih mengutamakan kesejahteraan yang merata bagi rakyatnya, dengan mengorbankan hak milik pribadi warga negaranya sendri.

Sistem, Struktur, dan Fungsi Partai Politik di Indonesia

Sesuai dengan isi yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan Batang Tubuh UUD 1945 bahwa Indonesia menganut sistem multi partai yakni sistem yang terhadap pemilihan kepala negara ataupun pemilihan wakil-wakil rakyatnya dengan menggunakan pemilihan lazim yang diikuti oleh banyak partai.

Sistem multi partai diikuti karena keanekaragaman yang dimiliki oleh negara Indonesia sebagai negar kepulaaan yang di dalamnya ditemukan perbedaan ras, agama, ataupun suku bangsa merupakan kuat,golongan-golongan masyarakat lebih condong untuk menyalurkan ikatan-ikatan terbatas (primodial) tadi pada saru tempat saja.

Di dalam sistem demokrasi yang terdapat di Indonesia. Partai politik diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Partai sebagai media komunikasi politik

Partai politik memiliki tugas yakni menyalurkan berbagai macam ragam pendapat dan inspirasi masyarakat serta mengerjakan daripada kesimpangsiuran pendapat dari masyarakat berkurang. Pendapat yang telah disalurkan tentu ditampung dan disatuikan supaya tercipta keselarasan tujuan. Proses penggabungan pendapat dan inspirasi tersebut diberi nama penggabungan kepentingan (interest aggregation).

Di sisi lain partai politik juga sebagai bahan perbincangan pada menyebarluaskan kebijakan-kebijakan pemerintah. Di sisi ini politik sebagai sarana perantara anatara pemerintah dengan warga negara. Dimana sarana ini berfungsi sebagai pendengar bagi pemerinytah dan sebagai pengeras suara bagi masyarakat.

  • Partai sebagai media sosialisasi politik

Partai politik mempunyai peranan yakni sebagai media sosialisasi politik. Di pada ilmu poltik, Sosialisasi Politik diartikan sebagai proses melalaui mana seseorang memperoleh sikap dan orientsi kepada kenyataan politik, yang biasanya berlaku pada masyarakat di mana ia berada. umumnya proses sosialisasi berjalan secara berangsur-angsur dari mssa kanak-kanak sampai dewasa.

Dalam hal ini partai politik sebagai salah satu media sosialisasi politik. Dalam menguasai pemerintah menggunakan kemenangan pada pemilihan umum, dan partai wajib mendapat dukungan secara seluas-luasnya.

  • Partai sebagai media recruitment politik

Partai politik juga berfungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk ikut pada kegiatan politik sebagai anggota partai (political recruitment). Dengan begitu partai ikut memperluas partisipasi politik. Caranya dengan menggunakan kotak pribadi, persuasi dan lain-lain. Dan partai politik juga, berfungsi juga pada mendidik kader-kader muda untuk menggantikan calon yang lama.

  • Partai sebagai media pengatur konflik

Dalam suasana demokrasi, persaingan dan perbedaan pendapat pada masyarakat ialah soal yang wajar. apabila sampai terjadi konflik, partai politik berusaha dalam mengatasinya.

Dengan begitu bisa diketahui, bahwa partai politik mempunyai beberapa fungsi yakni sebagai media pendidikan politik, pembacaan politik, komunikasi politik, sosialisasi politik, agregasi politik, dan rekrutmen. sehingga partai politik mempengaruhi sistem politik untuk pencapaian Negara yang demokratis dan warga Negara masyarakat Indonesia tentu mempunyai kesadaran pada kehidupan berpolitik.

Jadi bisa dikatakan bahwa peranan partai politik merupakan sebagai media untuk menghimpun aspirasi, pembacaan dan agregasi kepentingan yang diusahakan kepada masyarakat untuk mencapai tujuan yang diinginkan yakni untuk mempengaruhi pembuatan kebijakan publik.

Partai politik juga memiliki tujuan, dimana tujuannya dari partai politik yakni mewujudkan cita-cita dari bangsa, mengembangkan kehidupan demokrasi terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Dengan adanya partai politik ini masyarakat Indonesia semakin memahami pendidikan politik yang diberikan partai politik kepada masyarakat.

Adapun tujuan dari partai politik seperti yang tercantum pada Undang-undang Nomor. 2 Tahun 2008 pasal 10 Ayat 1-3 berkenaan Partai Politik yang menunjukkan tujuan dari partai politik yaitu tujuan partai politik tersebut dibagi 2 yakni tujuan lazim dan tujuan khusus.

Tujuan lazim partai politik merupakan :

  1. Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945;
  2. Menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Mengembangkan kehidupan demokrasi berlandaskan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
  4. Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Secara khusus tujuan dari partai politik merupakan :

  1. Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat pada rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;
  2. Memperjuangkan cita-cita Partai Politik pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan
  3. Membangun etika dan budaya politik pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Jadi fungsi dan tujuan partai politik bisa disimpulkan sebagai organisasi resmi penyalur keinginan masyarakat yang mempunyai kekuatan politik, ikut menentukan proses pembentukan kekuasaan pemerintah secara sah (diakui berkekuatan hukum) memiliki hak beraktivitas merebut dan mempertahankan kekuasaan politik.

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan keteman semua. semoga bermanfaat dan bisa menambaha wawasan pengetahuan kita. Dan jangan lupa kunjungi artikel lainya disini Fungsi Partai Politik

 

Leave a Comment