Fungsi Resistor, Pengertian, Simbol & Jenis nya | Elektronika (Lengkap)

Fungsi Resistor, Pengertian, Simbol & Jenis nya | Elektronika (Lengkap)

Fungsi Resistor – Merupaka komponen yang ada di setiap rangkaian elektronika yang fungsinya sebagai pembagi tegangan yang ada, namun tidak hanya itu, ada banyaj fungsi dari resistor mungkin teman2 belum mengetahui nya. Mari kita simak sebentar pada artikel ini..

Pengertian Resistor

fungsi resistor
Pengertian resistor

Fungsi resistor terhadap rangkaian elektronika merupakan sebagai penahan tegangan dan arus. Sesuai dengan namanya resist arti nya merupakan tahanan. Kita buat contoh nya menghidupkan LED, apabila kita menghubungkan LED secara langsung dengan power supplay maka LED tentu rusak karena nilai arus yang terlalu besar.

Untuk mengurangi arus terhadap LED maka dipakai lah resistor sebagai penahan Arus, sehingga LED bisa menyala tapi tida merusak nya karena kelebihan Arus. Nilai Tahanan Resistor merupakan Ohm. Makin besar nilai Ohm terhadap suatu resistor maka makin besar pula nilai tahanan nya. Kita buat lagi contoh contohnya untuk LED.

Apabila kita beri nilai tahanan 220 Ohm terhadap LED dan dilalui tegangan 5V maka nyala LED tentu terang. akan tetapi apabila kita beri nilai tahanan lebih tinggi seperti 1K Ohm, maka LED tentu lebih redup.  Dari fenomena Terang redup nya LED ini bisa disimpulkan bahwa nilai Tahanan terhadap resistor sebenarnya berpengaruh kepada besar nya arus yang di lewati.

Dalam rangkaian elektronik, resistor biasa nya berfungsi sebagai pengurang Arus contoh yang telah di berikan di atas, pembagi tegangan, pengubah sinyal terhadap rangkaian low pass filter dan high pass filter, dan juga pewaktu untuk menahan buangan muatan yang dtaang dari kapasitor.

Simbol Resistor

Berikut akan kami berikan gambaran dari simbol resistor yang umum digunakan

simbol resistor
Simbol resistor

Resistor pada suatu teori dan penulisan formula yang berkaitan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. kemudian terhadap desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf abjad “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf abjad “VR” dan untuk resistorjenis potensiometer terdapat yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.

Fungsi Resistor pada Rangkaian

fungsi resistor
fungsi resistor

Pembagi tegangan

hal yang paling dasar dari fungsi resistor merupakan sebagai pembagi tegangan. Nilai tegangan keluaran dari rangkaian pembagi ini tentu terpecah ataupun terbagi sesuai dengan nilai resistor yang ada. Coba kita meninjau gambar di bawah ini.

Dari rumus diatas bisa dilihat dengan jelas bahwa saat nilai R3 semakin besar maka nilai Vout semakin besar. seperti itu juga terhadap nilai nilai resistor dalam R2 dan R3. Jadi di simpulkan bahwa Perubahan nilai Vout terhadap rangkaian di dalam dipengaruhi oleh nilai resistor.

Pengatur tegangan outputp Pada power supplay

Fungsi resistor yang lainnya merupakan sebagai pengatur tegangan output terhadap rangkaian power supply seperti yang ada dalam rangkaian regulator tegangan variable terhadap LM317, LM259 dan LM2576. Kita buat contoh seperti rangkaian lm317 terhadap gambar di bawah ini.

Resistor variable R2 terhadap gambar di terhadap tentu mengerjakan besar nya nilai tegangan output ataupun tegangan V+ terhadap rangkaian. Dari sini juga bisa di simpulkan bahwa fungsinya sebagai pengatur besaran nilai output terhadap rangkaian power supplay. Untuk penjelasa power supplay regulator ini bisa kita meninjau terhadap artikel rangkaian LM317.

PULL up resistor

Fungsi beda dari resistor merupakan sebagai pull up. Maksud nya merupakan menyebabkan data data digital terhadap sebuah jalur data ataupun sensor sebagai lebih kuat. contoh nya terhadap rangkaian sensor DHT22 ataupun sensor flow ataupun sensor lain nya. Rangkaian nya bisa di meninjau terhadap gambar di bawah ini.

Sinyal output sensor DS18b20 tentu di kuakan oleh tegangan yang menggunakan resistor pull up. terhadap kasus ini resistor 4k7ohm.

Fungsi resistor sebagai filter

Resistor juga bisa kita gunakan sebagai low pass filter, maksud nya merupakan membuang noise frequensi tinggi terhadap sebuah sinyal? Rangkaian nya tersusun dari Resistor dan Kapasitor. Bisa kita meninjau terhadap gambar di bawah ini.

Mula-mula terdapat sebuah input sinyal dengan noise yang mempunyai frequensi yang tinggi, sesudah melalui sebuah kapasitor dan Resistor secara paralel, maka nois freqeunsi tadi tentu di redam, seolah sinyal di potongan dan di bersihkan.

Sebenar nya teknik ini banyak kita meninjau terhadap sebuah rangkaian Audio, ataupun effect suara seperti suara gitar dan suara lain. Berubah nya sinyal input tentu merubah output suara. Sebenar nya terdapat pembahasan khusus berkenaan low pass filter, high pass filter beserta rumus-rumus nya. Mungkin apabila terdapat masa tentu kita bahas selanjut nya.

Mengurangi arus pada Rangkaian optocoupler

Salah satu fungsi resistor yang paling hangat pada system control merupakan mengurangi arus terhadap rangkaian optocoupler. Sebagai contoh saat kita menjadikan sebuah sinyal meter terhadap PLN. Tegangan 220VAC langsung kita hubungkan ke resistor 33K ohm kemudian di terus kan ke rangkaian optocoupler. Rangkaian nya sebagai berikut.

Terhadap rangkaian di dalam tegangan 220vac tentu melalui resistor 33k ohm/2watt. resistor ini tentu menghambat arus AC. Tegangan AC 220 ini tentu menghidupkan led di dalam optocoupler.

Fungsi rangkain ini merupakan merubah tegangan sinus terhadap AC sebagai tegangan pulsa 5v dan 0v yang tentu di input ke pin interupt Arduino ataupun mikrokontroller lain. Rangkaian di terhadap juga bisa kita gunakan sebagai sensor deteksi apakah tegangan PLN hidup ataupun tegangan PLN mati.

Inverting dan Non Inverting Amplifier

Inverting Amplifier

Fungsi beda dari resistor merupakan inverting Amplifier, maksud nya merupakan penguat pembalik tegangan output. Penentu besar dan kecil nya nilai penguat negative terhadap rangkaian ini merupakan resistor. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat terhadap gambar di bawah ini.

dari rumus sangant jelas terlihat bahwa penentu besaran nilai pembalik tegangan ditentukan oleh nilai resistor terhadap Rin dan Rf.

Non inverting amplifier

Pasangan dari inverting amplifier merupakan non inverting amplifier yakni penguat tegangan tanpa pembalik. apabila terhadap inverting amplifier di hasilkan tegangan negative ataupun tegangan terbalik maka terhadap rangkaian non inverting amplifier ini tegangan di besarkan sesuai nilai resistor nya. Lebih jelas nya bisa kita meninjau terhadap gambar di bawah ini.

Dari rumus jelas terlihat pengaruh tegangan output di tentukan oleh nilai R1 dan R2

Sebenarnya banyak fungsi beda dari resistor yang belum kita bahas disini, seperti snuber ciricuit, pengubah sinyal terhadap low pass filter dan high pass filter ( telah di update di atas), penentu masa terhadap rangkaian timer IC 555 dan juga terhadap rangkaian elektronika lain nya.
Resistor merupakan salah satu intisari dari rangkaian elektronika, bisa dikatakan bahwa setiap rangkaian elektronik mempunyai resistor. Kabari saya apabila terdapat rangkaian elektronik tanpa resistor.

Jenis Jenis Resistor yang biasa ditemukan

jenis resistor
Jenis Jenis resistor

Berdasarkan jenis dan bahan yang dipakai untuk menciptakan resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam atau resistor metal film.

Resistor Kawat (Wirewound Resistor)

Resistor kawat ataupun wirewound resistor ialah resistor yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan. Sehingga nilai resistansiresistor ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. Resistor jenis ini biasanya dibuat dengan kapasitas upaya yang besar.

Resistor Arang (Carbon Resistor)

Resistor arang ataupun resistor karbon ialah resistor yang dibuat dengan bahan utama batang arang ataupun karbon. Resistor karbon ini ialah resistor yang banyak dipakai dan banyak diperjual belikan. Dipasaran resistor jenis ini bisa kita jumpai dengan kapasitas upaya 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt, 2 Watt dan 3 Watt.

Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor)

Resistor oksida logam ataupun lebih dikenal dengan nama resistor metal film ialah resistor yang dibuah dengan bahan utamanya oksida logam yang mempunyai ciri lebih baik. Resistor metal film ini bisa ditemui dengan nilai tolerasni 1% dan 2%.

Bentuk fisik resistor metal film ini mirip denganresistor kabon cuma beda warna dan jumlah cicin warna yang dipakai pada penilaian resistor tersebut. Sama seperti halnya resistorkarbon, resistor metal film ini juga diproduksi pada beberapa kapasitas, upaya yakni 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt. Resistor metal film ini banyak dipakai untuk keperluan pengukuran, perangkat industri dan perangkat militer.

Mungkin itu yang bisa sayab bagikan untuk teman sekalin, semoga artikel di atas bisa memberi manfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel lain nya Fungsi resistor

Leave a Comment