7+ Fungsi Transistor Serta Pengertian nya | Elektronika (Lengkap)

7+ Fungsi Transistor Serta Pengertian nya | Elektronika (Lengkap)

Fungsi Transistor – Transistor merupakan salah satau komponen yang ada di setiap elektronika yang memiliki fungsi sebagai pembatas arus, namun tidak hanya itu, ada fungsi lain dari transistor yang mungkin belum kita ketahui. Dibawah ini kita akan membahasnya.

Pengertian Transistor

fungsi transistor
Pengertian transistor

Transistor merupakan media semikonduktor yang digunkan sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal ataupun sebagai fungsi lainnya.

Selain itu transistor juga mampu berfungsi semacam kran listrik, di mana atas dasar arus inputnya (BJT) ataupun tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang paling seksama dari sirkuit sumber listriknya.

Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter). Pada umumnya, transistor mempunyai 3 terminal, yakni Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya contohnya Emitor bisa digunkan untuk mengerjakan arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yakni terhadap keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Transistor ialah komponen yang paling penting pada dunia elektronik modern. pada rangkaian analog, transistor dipakai pada amplifier (penguat). Rangkaian mirip melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio.

Pada rangkaian-rangkaian digital, transistor dipakai sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga bisa dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainny.

Teori Dasar Transistor

fungsi transistor
Teori dasar transistor

Fungsi transistor npn dan pnp paling banyak terhadap rangkaian elektronik, bahkan nyaris semua perangkat elektronik mempunyai transistor. Transistor seperti komponen harus terhadap rangkaian elektronik. umumnya Transistor ini di gunakan sebagai saklar, penguat arus, penguat Audio, penghasil detak terhadap flip flop, kendali motor dan lain lain.

Apa itu transistor? sepenting apakah dia? apakah manfaat nya? sepanjang pengetahuan penulis, transistor ini merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi sebagai switch elektronik. nyaris sama trik kerja nya dengan switch mekanik.

Apabila kita hendak mengaktifkan switch maka cukup kita tekan tombol nya ataupun geser apabila menggunakan switch geser. Seperti itu juga terhadap transistor. cuma saja terhadap transistor, untuk mengaktifkan switch nya, dia butuh trigger ataupun tegangan pemicu terhadap kaki basis.

Sehingga listrik tentu bergerak dari kaki collector ke emitter. Dari keterangan ini di dapat bahwa transistor mempunyai tiga kaki terhadap lazim nya. yakni basis, collector dan emitter. Pada transistor ini juga mempunyai 2 jenis terhadap lazim nya, yakni NPN dan PNP, perbedaan nya terletak terhadap jenis triger terhadap kaki basis.

Misalna terhadap NPN, tentu antusias apabila terhadap basis nya kita beri tegangan, sebalik nya apabila terhadap basis PNP tentu antusias apabila kita beri GND. Jadi NPN merupakan kebalikan nya dan PNP.

Fungsi Transistor

fungsi transistor
fungsi transistor

Sebagai Saklar Cara Kerja Transistor

Kebanyakan kita terhadap sistem kontrol menggunakan Arduino ataupun jenis mikrokontroller lain nya, menggunakan Transistor sebagai switch ataupun saklar. Sebagai contoh mengontrol Relay AC dengan Arduino. terhadap dasar nya tegangan output Arduino tidak sanggup mengontrol Relay AC.

Lebih-lebih apabila di hubungkan langsung tentu menimbulkan kerusakan terhadap Arduino itu sendiri. Untuk itu kita memerlukan rangkaian Transistor sebagai switch. Lebih jelas nya meninjau terhadap gambar di bawah ini.

Tegangan Output terhadap kaki Mikrokontroller tentu menghidupkan led terhadap optocoupler PC817. Led menyala ini tentu memicu photo transistor, sehingga tegangan 5volt tentu di lewatkan ke basis nya transistor BD139. efek nya transistor BD139 tentu melewatkan tegangan 12 volt ke GND terhadap colector, sehingga lilitan terhadap Relay tentu aktif.

Sehingga contactor terhadap relay tentu tersambung. Pada sistem di diatas jelas dilihat bahwa transistor berfungsi sebagai saklar. Sementara optocoupler juga mempunyai transistor, yakni transistor foto. Ini berfungsi sebagai isolator, ataupun proteksi tegangan balik dari rangkaian switch.

Transistor Sebagai Driver Motor DC 

Fungsi transistor yang umum dilihat terhadap system kontrol merupakan sebagai driver ataupun pengendali motor DC. Motor DC tentu off ataupun on apabila kondisi transistor pada keadaan saturasi ataupun cut off. Tidak cuma on off saja, transistor ini juga bisa berfungsi sebagai penentu arah putaran motor DC.

Apakah motor nya berputar searah jarum jam ataupun berlawanan dengan jarum jam. Rangkaian nya biasa di sebut dengan H-Bridge resistor.Salah satu rangkaian nya bisa dilihat terhadap gambar di bawah ini:

fungsi transistor
Fungsi transistor

Saklar sebagai Pembangkit Sinyal Flip – Flop

Pada rangkaian flip flop juga ditemukan 2 transistor. Dimana led terhadap gambar di bawah tentu hidup dan padam secara bergantian. Penyebab led hidup dan padam ataupun pembangkin sinyal terhadap rangkaian ini di sebabkan RC terhadap rangkaian.

fungsi transistor
Flip Flop

Ketika Transistor Q1 berada terhadap cut-off maka Transitor Q2 tentu berada terhadap posisi ON. terhadap kondisi ini kapasitor C2 tentu mengisi ( sifat kapasitor ) menggunakan Resistor R2. saat C2 tersebut penuh maka Transistor Q1 tentu sebagai bias sehingga Transistor Q1 akan berubah menjadi On.

Saat Transistor Q1 On maka tentu memaksa Transistor Q2 jadi Cut Off. terhadap kondisi ini maka capasitor C1 tentu mengisi menggunakan Resistor R1. saat C1 penuh maka Transistor T2 tentu Bias. seperti itu seterus nya. sehingga terjadi perubahan on of terhadap Led.

Cepat lelet sinyal yang di hasilkan ( hidup led ) di tentukan oleh nilai resistor dan kapasitor. Makin besar nilai kapasitor maka interfal masa nya tentu semakin lama. Hal ini karena masa pengisisan terhadap kapasitor juga semakin lama.

Nilai resistor juga mempengaruhi. Ketika nilai resistor semakin besar maka tentu memperlambat pembuangan muatan terhadap kapasitor.

Transistor Sebagai Penguat Arus 

Transistor juga biasanya di gunakan sebagai penguat Arus terhadap rangkaian power supply regulator. umumnya ini di gunakan sebagai sumber power supply Arduino ataupun mikrokontroller lain. Sebagai contoh terhadap gambar di bawah ini.

Apabila tanpa transistor maka output Tegangan 7805 merupakan 5Volt. akan tetapi kemampuan Arus yang dia lewati antara 500mA. Artinya apabila beban nya nanti melebihi 500mA maka LM7805 tentu mengalami kerusakan.

fungsi transistor
power supply 5volt 5A

Untuk itu kita membutuhkan transistor sebagai penguat Arus. Sebagai contoh terhadap rangkaian di atas. apabila tidak salah, Current colector nya merupakan 15A. Dengan itu maka rangkaian regulator tegangan di terhadap mampu di bebani sebesar 15A ( di sarangkan kurang dari 15A).

Sebenarnya terdapat satu lagi yang biasa kita jumpai manfaat dari transistor sebagai penguat sinyal ataupun penguat Audio. Tapi tentu kita bahas selanjutnya.

Gerbang Logika

terhadap dasar nya semua gerbang logika, bahkan memory ataupun CPU di buat dari jutaan transistor? setidak nya ini yang saya dengar dari dosen Pak Zulham M.Eng, dosen Embedded system. Sebagai contoh, gerbang Nor, itu dibuat dari satu transistor saja, Coba meninjau rangkaian di bawah ini.

fungsi transistor
gerbang nor transistor

Gerbang logika ini terlihat bahwa cuma input 0 dan 0 saja output nya sebagai 1, saat 0 dan 1, 1 dan 0 dan 1 dan 1, output nya tetap 0. Begitu juga dengan gerbang-gerbang yang lain, satu contoh lagi meninjau terhadap gambar kartun di bawah ini, yakni gerbang Nand, gerbang nand ini juga di buat berdasar kan dari fungsi fungsi transistor

Jenis-jenis transistor

fungsi transistor
Transistor BJT

Secara umum, transistor bisa dibeda-bedakan berlandaskan banyak kategori:

  1. Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
  2. Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
  3. Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yakni IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
  4. Polaritas: NPN ataupun N-channel, PNP ataupun P-channel
  5. Maximum kapasitas daya: Medium power, Low Power, High Power.
  6. Maximum sinyal kerja: Low, Medium, ataupun High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain.
  7. Aplikasi: Saklar, Amplifier, Tegangan tinggi General Purpose, Audio, dan lain-lain

Jenis transistor BJT

BJT (Bipolar Junction Transistor) merupakan salah satu dari 2 jenis transistor. trik kerja BJT bisa dibayangkan sebagai 2 diode yang terminal positif ataupun negatifnya berdempet, sehingga terdapat tiga terminal. Ketiga terminal tersebut merupakan emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).

Perubahan arus listrik pada jumlah kecil terhadap terminal basis bisa menimbulkan perubahan arus listrik pada jumlah besar terhadap terminal kolektor. Prinsip inilah yang melandasi penggunaan transistor sebagai penguat elektronik.

Rasio antara arus terhadap koletor dengan arus terhadap basis umumnya dilambangkan dengan β ataupun β umumnya berkisar antara 100 untuk transistor-transisor BJT.

Jenis transistor FET

FET dibagsqi sebagai 2 bagian yakni: Junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) yang biasa dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau Semiconductor) FET (MOSFET). berlainan dengan IGFET, terminal gate pada JFET membentuk sebuah diode dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain).

Secara fungsinya, ini menjadikan N-channel JFET sebagai sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah diode antara grid dan katode. Dan juga, keduanya (JFET dan tabung vakum) bekerja di “depletion mode”, keduanya mempunyai impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik di bawah kontrol tegangan input.

FET lebih jauh lagi dibagi sebagai tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan sebagai polaritas dari tegangan gate yg dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik.

Apabila kita raih N-channel FET, sebagai contoh: pada depletion mode, gate merupakan negatif dibandingkan dengan source, sedangkan pada enhancement mode, gate merupakan positif. Untuk kedua mode, apabila tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain tentu meningkat.

Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET merupakan tipe enhancement mode, dan nyaris semua JFET merupakan tipe depletion mode.

Cara kerja transistor

fungsi transistor
Cara kerja transistor

Dari sekian banyak tipe-tipe transistor modern yang ada, pada awalnya ditemukan 2 tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT ataupun transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

Disebut pula Transistor bipolar karena kanal konduksi utamanya memakai 2 polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. pada BJT, arus listrik penting wajib melalui satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini bisa diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengerjakan aliran arus penting tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) cuma menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron ataupun hole, tergantung dari tipe FET). pada FET, arus listrik penting bergerak pada satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar di mana daerah Basis memotong arah arus listrik utama).

Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini bisa diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut.

Fungsi Transistor

Leave a Comment