6+ Fungsi Tulang serta Gangguan dan Pencegahan nya (Lengkap)

6+ Fungsi Tulang serta Gangguan dan Pencegahan nya (Lengkap)

Fungsi Tulang – Tulang merupakan bagian dari anggota tubuh yang sangat berperan dalam perlindungan organ organ yang ada didalam nya. Di artikel ini akan saya bahas tentang pengertian tulang, fungsi tulang, macam tulang, gangguan pada tulang dan cara menangani nya.

Pengertian Tulang

 

pengertian tulang
Pengertian tulang

Tulang biasa dinilai cuma sebagai rangka, pelindung, dan penunjang tubuh. meskipun rangka juga membuat fungsi tersebut, tulang sesungguhnya merupakan organ yang paling bergerak maju yang secara tewap membuat remodeling, dan mengubah bentuk untuk bisa beradaptasi terhadap kekuatan-kekuatan sehari-hari yang menekannya.

Tidak hanya itu, tulang juga menyimpan nutrien penting, mineral, dan lipida serrta menimbulkan sel darah yang memelihara tubuh dan berperan penting terhadap yang namanya perlindungan tubuh kepada infeksi. Semua fungsi ini menjadikan tulang pada tubuh manusia yang berjumlah kira-kira 206 sebagai organ yang paling penting pada kehidupan manusia sehari-hari.

Fungsi Tulang pada Manusia

fungsi tulang
Fungsi tulang

Sistem rangka tersusun terhadap tulang, tulang rawan, dan membran yang melapisi tulang. Setiap tulang merupakan organ yang tidak luput dari jaringan ikat (tulang, darah, tulang rawan, jaringan adiposa, serta jaringan ikat menyerabut), jaringan saraf, serta jaringan otot dan epitelium (di pada pembuluh darah). Tulang mempunyai banyak fungsi, meliputi:

  1. Penunjang. tulang menyediakan suatu kerangka bagi zona penempelan otot dan jaringan lain.
  2. Perlindungan. Tulang-tulang seperti tengkorak dan tulang sangkar rusak melindungi organ-organ pada dari luka-luka.
  3. Pergerakan. Tulang juga yang memicu pergerakan tubuh dengan berfungsi sebagai tuas dan titik penempelan otot.
  4. Penyimpanan mineral. Tulang berfungsi sebagai tempat gudang kalsium serta fosfor, mineral yang penting bagi kegiatan sel di antara seluruh tubuh.
  5. Produksi sel darah. Produksi sel darah ataupun hematopoiesis terjadi di sumsum tulang yang berada di pada rongga tulang tertentu.
  6. Penyimpanan energi. Lipida (lemak) yang disimpan di pada sel-sel adiposa di sumsum kuning berbuat sebagai gudang energi.

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

fungsi tulang
Proses pemebntukan tulang

Pembentukan tulang dimulai disaat manusia masih berada di dalam perut sang ibu tercinta (janin). Proses pertumbuhan tulang terhadap masa ini ialah proses penulangan utama dimana tulang yang timbul ialah tulang rawan (kartilago) sehingga tulang yang dimiliki masih lunak, semisal tulang terhadap bayi.

Setelah dilahirkan, tulang bayi tentu mengalami pertumbuhan hingga umur 20 tahun. Pertumbuhan yang dimaksud di sini merupakan perpanjangan tulang. Hal ini dikarenakan bagian epifise tulang tentu menyatu dengan bagian diafisis sehingga kemungkinan tulang manusia untuk bertambah panjang paling sedikit, akan tetapi penebalan / pemadatan tulang masih bisa terjadi.

rProses pembentukan tulang ataupun osifikasi terjadi terhadap bagian tengah tulang terlebih dulu terus disusul oleh bagian pucuk tulang. terhadap bagian tengah tulang ditemukan banyak osteosit (sel tulang) yang tentu tumbuh sehingga membentuk tulang sejati / tulang kompak. Tulang yang timbul terhadap bagian ini lelet laun tentu membentuk rongga sumsum tulang dan tentu diisi oleh pembuluh darah terhadap bagian dalamnya.

terhadap saat yang sama proses pembentukan tulang juga berlangsung terhadap bagian pucuk tulang / epifisis. Dengan begitu pertumbuhan tulang terhadap bagian epifisis dan diafisis tentu bertemu dan membentuk tulang yang kokoh.

Macam Macam Tulang pada Manusia

macam macam tulang
Macam macam tulang
  • Tulang pipa

Tulang pipa tersusun terhadap epifisis (bagian pucuk tulang yang membesar seperti bongkol) dan diafisis (bagian tengah tulang di antara 2 epifisis). Di antara diafisis dan epifisis ditemukan tulang rawan berbentuk lempengan ataupun cakram epifisis. apabila cakra epifisis masih aktif, maka tulang pipa masih bisa memanjang. Cakra epifisis tidak antusias lagi antara usia 20 tahun.
Tulang pipa mempunyai ciri-ciri:

  1. Bentuknya bulat panjang seperti pipa.
  2. Pada kedua ujungnya berbonggol.
  3. Di dalamnya berisi sumsum kuning dan lemak.

Sumsum kuning merupakan cadangan untuk pembentukan sumsum merah.
Contoh: tulang paha, tulang lengan atas, tulang kering, tulang betis, ruas-ruas jari tangan/ruas jari kaki, tulang hasta, dan tulang pengumpil
Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Bagian ujung yang disebut epifisis.
  2. Bagian tengah yang disebut diafisis.
  3. Di antara epifisis dan diafisis terdapat cakra epifisis (discus epiphysealis). Cakra ini kaya akan osteoblas dan menentukan pertumbuhan tinggi.

Di pusatnya terdapat rongga yang berisi sumsum tulang. Rongga terbentuk karena aktivitas osteoklas (perombak tulang).

  • Tulang pipih

Tulang pipih memiliki bentuk pipih, semisal pada tulang rusuk, tulang belikat, serta tulang tengkorak. Tulang pipih mempunyai 2 lapisan, tulang kompakta yang dinamakan lamina eksterna dan interna osiskrani yang dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa yang dinamakan diploe.

  1. Berbentuk pipih atau tipis.
  2. Di dalamnya berisi sumsum merah, tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
  3. kita bisa mengambil contoh nya pada tulang kepala ( tengkorak), tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat.
  • Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk kubus ataupun pendek tidak beraturan, semisal ruas-ruas tulang belakang, pangkal lengan, dan pangkal kaki. Tulang ini mempunyai inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompakta. Ciri-ciri tulang pendek:

  1. Bentuk pendek dan bulat.
  2. Di dalamnya berisi sumsum merah, zona pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
  3. Kita bisa ambil contoh pada ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
  • Tulang tidak beraturan

Tulang jenis ini ialah gabungan dari bermacam bentuk tulang. semisal merupakan tulang rupa dan tulang yang ditemukan terhadap ruas-ruas tulang belakang.

  • Tulang rawan

Tulang rawan bersifat liat dan lentur karena zat-zat antarsel tulang banyak memuat zat perekat dan memuat zat kapur. Zat perekat tulang merupakan sejenis protein yang dikatakan kolagen. Zat ini paling berperan pada proses penyambungan tulang jikalau terjadi tulang retak ataupun patah. semisal telinga, hidung, dan di ujung-ujung tulang keras, zona sambungan antaratulang

  • Tulang keras

Tulang keras memiliki sifat yang kaku dan keras karena sebagian besar tersusun atas zat kapur dan fosfor. Makin tua usia seseorang makin tinggi ukuran zat kapur pada tulangnnya. Itulah penyebab tulang sebagai makin keras, tidak lentur, dan mudah patah.

  • Tulang tengkorak

Tulang penyusun tengkorak tersusun terhadap tulang pipih yang saling bersambungan. terhadap sambungan antara tulang tengkorak bayi yang modern lahir ditemukan celah yang lebar dikatakan fontanela. Tulang tengkorak berfungsi sebagai pelindung organ tubuh yang lunak dan penting, contohnya untuk melindungi mata dan otak. tidak hanya itu, tulang tengkorak juga menentukan bentuk wajah.

  • Tulang badan

Tulang-tulang penyusun rangka terhadap menentukan bentuk badan serta berfungsi melindungi alat-alat tubuh yang berperan penting lainnya , contohnya jantung dan paru-paru. Rangka badan tersusun terhadap tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, gelang bahum dan gelang panggul.

  • Tulang anggota gerak

Anggota gerak kita tersusun terhadap 2 lengan 2 tungkai. Lengan dikatakan anggota gerak atas serrtai tungkai (kaki) dikatakan anggota gerak bawah, Tulang lengan terhadap (humerus)berhubungan dengan gelang bahu terhadap pucuk atasnya dan berkaitan dengan lengan bawah terhadap pucuk lainnya.

Tulang rawan bawah tersusun terhadap tulang pengumpil (radius) dan tulang hasta (ulna). Kedua jenis tulang tersebut (radius dan ulna) berkaitan dengan tulang-tulang pergelangan tangan. Tungkai (kaki) bagian atas berupa tulang paha (femur) yang berkaitan dengan gelang panggul.

pucuk bawah tulang paha berkaitan dengan tungkai bawah yang tersusun terhadap tulang kering (tibia) dan tulang betis (fibula). Di antara kedua tulang tersebut dan tulang paha ditemukan tulang tempurung lutut (patela).

Gangguan Pada Tulang

fungsi tulang
Gangguan pada tulang

Mengingat fungsi tulang yang paling penting, maka kita butuh memahami gangguan terhadap tulang yang biasa terjadi, antara lain:

  • Osteoporosis

Osteoporosis merupakan salah satu gangguan terhadap tulang yang lazim terjadi. Osteoporosis terjadi saat pembentukan tulang baru tidak bisa mengimbangi kerusakan terhadap tulang yang lama, sehingga tulang sebagai lemah dan ringkih ataupun terjadi kekeroposan.

Hal ini lazim terjadi seiring bertambah usia. kaum wanita yang telah menopause condong lebih rentan mengalami osteoporosis daripada kaum pria. Biasanya tidak terdapat fenomena di dahulu proses pengeroposan tulang, akan tetapi sebagian orang mengalami sakit punggung karena tulang belakang yang retak ataupun rapuh, tubuh semakin pendek, ataupun postur tubuh meenjadi bungkuk.

Penderita osteoporosis berisiko tinggi untuk mengalami patah tulang. Sejumlah sebab yang bisa meningkatkan kemungkinan Anda terkena osteoporosis kecuali usia, yakni sebab genetik, gaya hidup seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kondisi medis, dan riwayat pengobatan dengan kortikosteroid jangka panjang.

  • Osteomielitis

Osteomielitis terjadi karena infeksi bakteri terhadap tulang. terhadap anak-anak, infeksi tulang yang paling lazim terjadi yaitu terhadap area lengan dan kaki. Sedangkan terhadap orang dewasa, infeksi ini umumnya muncul di bagian pinggul, tulang belakang, dan kaki.

Infeksi tulang tidak bisa dinilai sepele, karena apabila dibiarkan maka infeksi ini bisa menjadikan tulang sebagai rusak permanen. mengenai beberapa fenomena yang ditimbulkan oleh osteomielitis, yaitu demam diatas 38 derajat Celcius, kelelahan, nyeri dan kemerahan di daerah infeksi, pembengkakan di antara tulang yang terinfeksi, dan adanya kesulitan menggerakkan tulang yang nyeri.

Tumor tulang

Tumor tulang bisa bersifat jinak ataupun bersifat ganas (kanker), yang bisa menyebar ke seluruh jaringan tubuh Anda. Tumor tulang terjadi saat terjadi pertambahan jumlah sel tulang yang berlebih sehingga membentuk suatu massa ataupun gumpalan jaringan tulang.

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, akan tetapi tumor biasa terjadi saat bagian tubuh tengah berkembang secara cepat. Beberapa jenis tumor tulang yang di ketahui antaranya merupakan giant cell tumor, enchondroma, dan tumor tulang ganas seperti osteosarcoma.

  • Spondilosis

Spondilosis terjadi efek proses penuaan, dan biasanya terjadi terhadap umur di terhadap 40 tahun. Dengan bertambahnya usia, maka tulang dan jaringan ikat terhadap tulang belakang biasa mengalami kerusakan, termasuk cakram yang ialah bantalan di antara ruas tulang belakang. Cakram tulang belakang yang melemah dan aus bisa menonjol, terus menekan ataupun menjepit saraf.

Spondilosis bisa terjadi tanpa gejala, ataupun pun dengan gejala. Pengobatan untuk gangguan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri di punggung dan leher, serta fenomena lainnya efek penjepitan saraf. Misalnya, dengan pemberian obat antinyeri ataupun dengan fisioterapi.

  • Osteofit

Osteofit merupakan gangguan terhadap tulang yang berupa tonjolan tulang (bone spurs) yang tumbuh terhadap tulang belakang ataupun antara persendian. Biasanya, osteofit timbul di samping sendi yang terkena osteoarthritis. Osteofit bisa tumbuh dari tulang mana pun, akan tetapi paling biasa terjadi di area leher, bahu, lutut, punggung bawah, jari tangan ataupun ibu jari kaki, kaki ataupun tumit.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

fungsi tulang
Cara mencegah gangguan pada tulang

sesudah mengetahui beberapa gangguan ataupun kelainan yang terjadi terhadap tulang, maka Anda wajib bisa mengantisipasi supaya tidak mengalami gangguan-gangguan tersebut. Beberapa trik yang bisa kita buat untuk menjaga kesehatan tulang kita merupakan sebagai berikut.

  1. Makan makanan yang mampu memuat kalsium.
  2. Olahraga yang teratur.
  3. Berjemur terhadap sinar matahari pagi karena sinarnya paling baik untuk menopang pembentukan gizi D yang

paling penting sekali untuk menopang penyerapan kalsium pada makanan. Tidak hanya cara-cara itu, kita juga wajib banyak mengkonsumsi makanan yang memuat gizi D. Tentunya Anda masih ingat bukan, makanan makanan yang mengandung sumber gizi D?

Demikian artikel tentang fungsi tulang yang bisa saya bagikan untuk teman semua, semoga bisa beramanfaat dan bisa menambah rasa kecintaan kita terhadap tulang kita. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel lain nya Green Light.  Fungsi Tulang

Leave a Comment