Fungsi Uang dengen Pengertian dan Jenis nya (Lengkap)

Fungsi Uang dengen Pengertian dan Jenis nya (Lengkap)

Fungsi Uang – Uang merupakan alat untuk membayar atau alat untuk menukar dengan suatu barang yang kita inginkan. Untuk lebih jelas nya akan saya jelaskan pada artikel dibawah ini tentang fungsi uang serta pengertian nya dan jenis jenis uang.

Pengertian Uang

pengertian uang
Pengertian uang

Uang pada ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap media tukar yang bisa diterima secara umum. media tukar itu bisa berupa benda apapun yang bisa diterima oleh setiap orang di masyarakat pada proses pertukaran barang dan jasa.

Pada ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara lazim diterima sebagai media pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa pakar juga menyebutkan fungsi uang sebagai media penunda pembayaran.

Secara kesimpulan, uang merupakan suatu benda yang diterima secara lazim oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan membuat pembayaran terhadap pembelian barang dan jasa, dan terhadap masa yang bersamaan berbuat sebagai media penimbun kekayaan.

Keberadaan uang menyediakan pilihan transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok dipakai pada sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang mempunyai keinginan yang sama untuk membuat pertukaran dan juga kesulitan pada penentuan nilai.

Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang terhadap kesimpulannya tentu mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang terus tentu meningkatkan produktifitas dan kemakmuran. Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini yakni uang kartal— dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Akan tetapi sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah terus menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu dikatakan dengan hak oktroi.

Fungsi Uang dalam Kehidupan

fungsi uang
Fungsi uang

Fungsi asli uang

1. media tukar (medium of exchange)

Fungsi uang yang utama merupakan sebagai media tukar. media tukar ialah fungsi penting uang karena terhadap dasarnya penggunaan uang merupakan untuk menggampangkan pertukaran. Adanya uang menyebabkan anda lebih fleksibel pada menentukan pilihan antara pembeli dan penjual sehingga tidak butuh lagi mempunyai keinginan timbal balik seperti terhadap pola barter.

Pada masa dulu orang tentu membuat proses pertukaran barang dengan barang yang nilainya kurang lebih sama. Di masa modern, pertukaran tidak lagi menukarkan barang tapi cuma dengan menggunakan uang yang dimanfaatkan sebagai media tukar. Uang inilah yang mampu mengatasi kesulitan pertukaran dengan trik barter.

2. Satuan hitung (unit of account)

Fungsi uang yang kedua merupakan sebagai satuan hitung. Fungsi uang sebagai satuan hitung telah merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya satuan hitung orang tentu sulit menentukan nilai ataupun harga suatu barang dan jasa.

Karena nilai dari bermacam-macam barang ataupun jasa yang ditawarkan di luar sana lumayan bervariatif sehingga mudah dengan ditunjukkannya oleh uang sebagai untuk satuan hitung. Satuan hitung yang dimaksudkan di sini merupakan menghitung besar dan kecilnya pinjaman serta menunjukkan besar kekayaan.

Fungsi turunan uang

1. Menunjukkan harga

Fungsi uang yang ketiga merupakan untuk menunjukkan harga. pada bidang perekonomian mungkin itu barang ataupun jasa yang diperjualbelikan, tentu anda harus paham harga dari barang ataupun jasa tersebut. Uanglah yang dipakai untuk menentukan harga tersebut. Dengan kata lain, uang dimanfaatkan sebagai sebuah media penunjuk harga. Dengan anda mengetahui harga suatu barang, anda bisa memperkirakan untuk jadi membeli ataupun tidak suatu barang.

2. media pembayaran

Setelah anda mengetahui harga suatu barang dengan menatap fungsi uang sebagai untuk menunjukkan harga. Fungsi uang selanjutnya merupakan sebagai media pembayaran. Tanpa uang, manusia tidak tentu bisa membeli sebuah barang ataupun jasa. Arti dari fungsi ini merupakan bahwa manusia menggunakan uang untuk membayar jasa ataupun barang yang dibutuhkannya.

3. Penimbun kekayaan

Fungsi uang yang keempat pada bidang perekonomian sebagai penimbun kekayaan. Uang sebagai penimbun kekayaan Uang merupakan bagian kekayaan seseorang ataupun perusahaan dalam menunjukkan seberapa besar finansial yang dimilki. Ini berarti menyimpan uang sama artinya dengan menyimpan kekayaan.

4. Pemindahan kekayaan

Fungsi uang yang keenam merupakan sebagai media pemindahan kekayaan. Uang sebagai pemindah kekayaan maksdunya adalah seseorang yang mempunyai suatu kekayaan bisa di pindahkan ke pada bentuk kekayaan beda dengan perantara uang.

Seseorang yang memiliki kekayaan dengan bentuk lain kecuali dari banyak uang, ia bisa memindahkan kekayaannya. Contohnya merupakan saat seseorang yang tinggal di kota akan tetapi sesungguhnya mempunyai tanah di desa. Tanah tersebut bisa dijual yang terus uangnya bisa dipakai untuk membeli tanah di kota.

5. Penunjang kegiatan ekonomi dan sosial

Fungsi uang pada perekonomian selanjutnya merupakan penunjang kegiatan ekonomi dan sosial. Uang paling berpengaruh pada masyarakat dan dinilai paling mendukung kegiatan ekonomi dan sosial. Hal ini dikarenakan setiap orang tentu termotivasi untuk memperoleh uang sehingga mereka hendak bekerja ataupun membuat kegiatan ekonomi. Motivasi ini didapat juga karena uang merupakan sebuah kebutuhan pada kehidupan.

6. media pembayar utang

Fungsi uang selanjutnya merupakan media pembayar utang. Uang berfungsi untuk membuat dan menentukan pembayaran kewajiban ataupun dipakai untuk standar pembayaran utang, hal tersebut karena uang bisa dipakai untuk mengukur/dijadikan standar pembayaran pinjam terhadap masa yang tentu datang.

Uang yang dipakai oleh manusia sebagai media pembayaran tentu berubah fungsi apabila uang itu dipinjam oleh seorang maka diwajibkan bagi orang yang meminjam uang untuk mengembalikan karena secara tidak langsung uang telah berubah fungsi sebagai media pembayar utang.

Jenis Jenis Uang

jenis uang
Jenis uang

Uang yang beredar pada masyarakat bisa dibedakan pada 2 jenis, yakni uang kartal (sering pula dikatakan sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal merupakan media bayar yang sah dan harus dipakai oleh masyarakat pada membuat transaksi jual-beli sehari-hari.

Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral merupakan uang yang dimiliki masyarakat pada bentuk simpanan (deposito) yang bisa ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini cuma beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat memiliki hak untuk menolak apabila ia tidak mau barang ataupun jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk narik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya

Uang berdasarkan bahan pembuatannya terbagi sebagai dua, yakni uang logam dan uang kertas.

Uang logam.

Uang logam merupakan uang yang terbuat dari logam; umumnya dari emas ataupun perak karena kedua logam itu mempunyai nilai yang condong tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan bisa dibagi sebagai satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.

Uang logam mempunyai tiga jenis nilai:

  1. Nilai intrinsik, yakni nilai bahan untuk dijadikan mata uang, seperti berapa nilai emas serta perak yang dipakai untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yakni nilai yang tercantum terhadap mata uang ataupun cap harga yang tertera terhadap mata uang. contohnya seratus rupiah (Rp. 100,00), ataupun lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar (riil), nilai tukar merupakan kemampuan uang untuk bisa ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). contohnya uang Rp. 500,00 cuma bisa ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 bisa ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Ketika awal kali difungsikan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yakni berta dan ukuran logam yg tercampur di dalamnya; semakin besar kandungan emas ataupun perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, akan tetapi dari nilai nominalnya. Nilai nominal merupakan nilai yang tercantum ataupun tertulis di mata uang tersebut.

Uang kertas

Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas merupakan uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan ialah media pembayaran yang sah. berdasarkan perincian UU No. 23 tahun 1999 berkenaan Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas merupakan uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas ataupun bahan lainnya (yang serupa cengan kertas).

Menurut lembaga yang mengeluarkannya

berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan sebagai uang kartal (kepercayaan) dan uang giral (simpanan di bank).

Uang Kartal (kepercayaan)

yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berlandaskan undang-undang dan berlaku sebagai media pembayaran yang sah. Uang kartal di Indonesia tersusun terhadap uang logam dan uang kertas.

Uang Giral (simpanan di bank)

yaitu anggaran yang disimpan dalam koran di bank-bank umum yg sewaktu-waktu bisa difungsikan untuk membuat pembayaran dengan perantara cek bilyet, giro, ataupun perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berwujud karena cuma berupa saldo tagihan di bank.

Menurut nilainya

Menurut nilainya, uang dibedakan sebagai uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)

Uang penuh (full bodied money)

Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh jikalau nilai yang tertera di dalam uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung pada uang tersebut. apabila uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.

Uang tanda (token money)

Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda merupakan apabila nilai yang tertera di dalam uang lebih tinggi dari nilai bahan yang dipakai untuk menjadikan uang ataupun dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk menjadikan uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Syarat Syarat Uang

fungsi uang
Syarat uang

Suatu benda bisa dijadikan sebagai “uang” apabila benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). supaya bisa diakui sebagai media tukar umum suatu benda harus mempunyai nilai tinggi ataupun —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa.

Bahan yang digunakan untuk membuat uang juga harus tahan dalam jangka lama (durability), kualitasnya condong sama (uniformity), jumlahnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah untuk dijadikan palsu(scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta mempunyai nilai yang condong stabil dari masa ke masa (stability of value).

Fungsi Uang

Leave a Comment