√ 7 Fungsi Usus Besar Terhadap Pencernaan Manusia (Lengkap)

√ 7 Fungsi Usus Besar Terhadap Pencernaan Manusia (Lengkap)

Fungsi Usus Besar – Usus ialah salah satu organ yang ikut berperan penting pada sistem pencernaan. Usus sendiri terbagi sebagai beberapa bagian, salah satunya merupakan usus besar. Usus yang sebenarnya mempunyai ukuran paling besar dibandingkan dengan usus lainnya ini mempunyai tugas di bagian nyaris paling ujung dari sistem pencernaan.

Pengertian Usus Besar

fungsi usus besar
Fungsi usus besar

Usus besar ataupun kolon merupakan salah satu usus yang menyusun sistem pencernaan. dikatakan usus besar karena sebenarnya ukurannya yang lebih besar dibandingkan dengan usus lainnya. Diameter usus besar bisa mencapai 6 cm. Tapi walaupun ukurannya lebih besar, ukuran usus besar tidak terlalu panjang yakni rata-rata cuma antara 1.5-2 meter. Sedangkan ukuran usus kecil bisa mecapai 6.7 meter.

Usus besar ialah sambungan dari usus halus, sehingga yang terjadi di usus besar merupakan proses penyerapan makanan yang tidak bisa diusahakan oleh usus halus. Dari segi struktur, usus besar mempunyai stuktur yang sama dengan usus dan organ dalam sistem pencernaan lainnya yakni tersusun dari lapisan serosa, lapisan otot, lapisan submukosa, dan lapisan mukosa.

Bagian Bagian Usus Besar

fungsi usus besar
Bagian Bagian usus besar

Sebelum membahas berkenaan fungsi usus besar, sebaiknya ketahui dulu tentang bagian-bagian usus besar. Secara garis besar, usus besar dibagi sebagai 3 bagian yang akan di bahas dibawah ini:

1. Sekum

Sekum ialah bagian paling dahulu dari usus besar. terhadap dasarnya sekum ialah gabungan dari bagian ujung usus halus dan juga bagian awal usus besar. Sekum berbentuk seperti kantong dengan panjang kurang lebih 7 cm. Tugas penting dari sekum merupakan menyerap nutrisi yang tidak bisa diserap oleh usus halus.

2. Kolon

Kolon merupakan bagian terpanjang dari usus besar. Berdasarkan letaknya, kolon dibagi sebagai empat bagian sebagai berikut ini:

  • Kolon asenden. Kolon berbentuk vertikal yang membentang dari terhadap dekat hati ke bawah yang letaknya di bagian kanan perut.
  • Kolon transversum. Kolon benbentuk horizontal yang membentang dari bagian kanan ker kiri perut. Kolon ini direkatkan oleh jaringan omentum sehingga menempel terhadap perut.
  • Kolon desenden. Kolon yang berbentuk seperti kolon asenden akan tetapi berada di bagian kiri perut.
  • Kolon sigmoid. sambungan dari kolon desenden yang berada di bagian bawah sebelah kiri perut.

3. Rektum

Rektum ialah bagian paling ujung dari usus besar. Rektum terhubung langsung ke anus. Bagian yang satu ini mempunyai tugas sebagai zona penyimpanan tinja sebelum dikekeluarkan menggunakan anus. Kontraksi yang terjadi sebelum defekasi juga terjadi terhadap rektum karena adanya saraf yang langsung terhubung ke otak untuk mengontrol kontraksi tersebut.

Fungsi Usus Besar

fungsi usus besar
Fungsi usus besar

sesudah memahami pengertian dan bagian-bagian usus besar, kali ini kita tentu membahas berkenaan fungsi usus besar. Secara lazim bisa dikatakan bahwa fungsi usus besar yang paling penting merupakan mencerna makanan dan membuang sisa makanan muncul dari tubuh. apabila dijabarkan, berikut merupakan fungsi usus besar:

1. Menyerap cairan dan makanan

Fungsi awal dari usus besar merupakan untuk menyerap cairan dan makanan. Penyerapan nutrisi yang tidak bisa dilakukan di organ sistem pencernaan lainnya, dilakukan di dalam usus besar. Sedangkan proses penyerapan cairan pada usus besar berpengaruh terhadap pembentukan konsistensi feses.

2. Pembentukan vitamin K

Fungsi usus besar selanjutnya merupakan sebagai zona pembentukan ataupun penyerapan vitamin K. Penyerapan nutrisi dan cairan dari makanan dan minuman terhadap usus besar dibantu oleh bakteri E.Coli yang ditemukan pada usus. Proses penyerapan ini bisa menopang pembentukan sekaligus penyerapan vitamin K. Fungsi dari vitamin K sendiri merupakan yang berperan pada proses pembekuan darah.

3. Melindungi saluran pencernaan

Fungsi usus besar yang ketiga merupakan untuk melindungi sistem pencernaan. Bakteri baik pada usus besar menopang untuk melawan patogen yang bisa mengakibatkan bermacam masalah pencernaan. Lapisan mukosa terhadap usus besar juga berfungsi untuk mencegah penyerapan bakteri kejam terhadap usus.

4. Menyeimbangkan pH

Kadar pH yang seimbang terhadap makanan yang diserap merupakan hal yang penting. Fungsi usus besar merupakan memproduksi alkali yang bisa menetralkan tingkat keasaam terhadap usus besar.

5. Mengolah sisa makanan dan minuman

Pengolahan ujung terhadap zat-zat sisa makanan terjadi di usus besar. Fungsi usus besar merupakan menyerap sisa nutrisi dan mengolah zat sisa sebagai feses. Proses pembusukan makanan terhadap usus besar dibantu oleh bakteri. Sisa-sisa zat makanan tersebut kemudiaan dibentuk sebagai feses.

6. Menyimpan dan mengeluarkan sisa makanan dan minuman

Selain sebagai zona pengolahan zat sisa, fungsi usus besar selanjutnya merupakan menyimpan zat sisa yang telah diolah sebagai feses tersebut, sebelum dikeluarkan dari tubuh. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa bagian usus besar yang bertugas menyimpan feses merupakan rektum.

7. Berperan dalam sistem imun tubuh

terhadap sekum yang merupakan bagian dari usus besar ditemukan bagian yang dikatakan dengan usus buntu. Bagian usus yang satu ini dipercaya memproduksi zat yang terkait dengan imunitas tubuh.

Gangguan pada Usus Besar

fungsi usus besar
Gangguan pada usus besar

Usus besar yang bisa menjalani fungsinya dengan baik tentunya ialah usus besar yang sehat. saat fungsi usus besar terganggu dan usus besar tidak bekerja dengan sebagaimana mestinya, hal tersebut mungkin disebabkan oleh masalah yang terjadi terhadap usus besar. Dilansir dari webMD, berikut merupakan beberapa kondisi gangguan fungsi usus besar yang banyak ditemui!

  • Divertikulosis: Timbulnya kantong-kantong kecil yang membengkak di dinding usus besar. biasanya kondisi ini tidak berbahaya, kecuali apabila divetikulosis mengalami infeksi tertentu.
  • Divetikulitis: apabila terjadi infeksi terhadap divertikula (kantong-kantong kecil terhadap usus besar), maka bisa dikatakan sebagai divertikulitis. Kondisi ini biasa ditandai dengan fenomena seperti sakit perut, mual, demam, dan konstipasi.
  • Kanker usus besar: Kanker yang terjadi terhadap saluran pencernaan bagian akhir. biasanya berawal dari polip yang tidak nonkanker.
  • Kolitis ataupun radang usus besar: ialah kondisi di mana usus besar mengalami peradangan yang disebabkan oleh infeksi ataupun penyakit autoimun.
  • Pendarahan usus besar: bermacam kondisi yang memicu pendarahan terhadap dinding usus besar. Pendarahan lekas bisa langsung terlihat terhadap feses, sedangkan pendarahan lelet biasanya lebih sulit untuk dilihat.
  • Salmonelosis: Infeksi saluran cerna efek bakteri salmonela. Bakteri ini bisa masuk ke tubuh menggunakan makanan ataupun minuman yang terkontaminasi. biasanya ditandai dengan fenomena seperti diare, menggigil, nyeri perut, hingga demam.
  • Penyakit Crohn: Sebuah penyakit radang usus kronis yang mengakibatkan peradangan di saluran pencernaan. Penyakit ini bisa menyerang dinding seluruh organ sistem pencernaan mulai dari mulut hingga anus, akan tetapi paling biasa menyerang usus. Beberapa fenomena penyakit ini antara lain seperti nyeri perut, diare, penurunan berat badan, dan anemia.
  • Kolitis ulseratif: Radang usus kronis yang biasanya terjadi terhadap lapisan terdalam dari kolon dan rektum. Penyakit ini diduga disebabkan oleh respons autoimun. fenomena yang menandainya antara lain seperti pendarahan paka rektum, nyeri perut, diare disertai darah ataupun nanah, demam, penurunan berat badan.
  • Shigellosis: Infeksi usus yang dikarnakan oleh bakteri jenis Shigella. Penyebarannya kurang lebih sama seperti bakteri salmonela. Gangguan usus satu ini biasa ditandai dengan diare dan feses berdarah.
  • Polip usus besar: Kondisi di mana ditemukan gumpalan kecil sel-sel yang menumpuk dan membentuk lapisan terhadap usus besar. apabila tidak diatasi maka tentu berpotensi sebagai kanker.
  • Diare: Gangguan yang ditandai dengan sinyal bagian yang meningkat disertai feses yang terlalu berair. Diare biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satunya merupakan efek terlalu banyaknya bakteri E.Coli di pada sistem pencernaan.

Pengobatan untuk gangguan usus besar disesuaikan dengan penyakitnya, biasanya bisa menggunakan terapi obat dan terdapat juga yang wajib menggunakan mekanisme operasi. supaya kesehatan usus besar terjaga dan fungsi usus besar bisa berjalan dengan baik, tidak lupa untuk selalu menjaga pola hidup sehat, terutama pola makan. Hindari makanan terlalu pedas, asam, dan juga makanan lekas saji untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan Anda.

Cara Membersihkan Usus Besar

fungsi usus besar
Cara membersihkan usus besar

Praktik pembersihan usus secara natural datang dari Yunani kuno. Tujuan penting dari pembersihan usus merupakan untuk membersihkan usus besar dari sejumlah kotoran yang mampet menempel di dindingnya dan diduga beracun.

kecuali itu, praktik ini bisa mengurangi risiko kanker usus besar. Berikut merupakan beberapa makanan yang dinilai manjur membersihkan usus besar secara alami.

Makanan kaya serat

Penting untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan serat tidak larut. Jenis makanan ini diyakini menambahkan massa feses dan meningkatkan kecepatan pergerakan makanan terhadap saluran gastrointestinal, berbuat sebagai pencahar alami. Makanan tumbuh-tumbuhan seringkali dinilai sebagai makanan diet karena rendah kalori dan tinggi serat.

Misalnya, seereal gandum memuat 11,3 gram serat tidak hancur per ½ cangkir dan dinilai sebagai sumber yang paling kaya serat sehingga bisa meningkatkan massa feses secara signifikan. kecuali itu, kacang merah juga kaya akan serat tidak larut, antara 5,9 gram per ½ cangkir.

Sumber yang kaya serat lainnya tersusun dari biji rami (flaxseed), spaghetti gandum utuh, dan kacang hijau. Buah-buahan dan sayuran juga ialah sumber serat yang baik. walaupun tidak terdapat rekomendasi khusus untuk serat tidak larut, dianjurkan untuk mengonsumsi 14 gram dari total serat harian untuk setiap 1.000 kalori, berdasarkan Dietary Guidelines for American terhadap tahun 2010.

Produk yang mengandung probiotik

Probiotik merupakan bakteri sehat yang bisa menopang pencernaan dan mengeluarkan makanan pada bentuk feses. terdapat paling banyak produk makanan yang memuat probiotik, seperti yogurt, miso, sauerkraut, dan kimchi, sejenis acar pedas dari Korea. Penting untuk membedakan probiotik dan prebiotik. Prebiotik merupakan serat larut yang menopang dinding usus besar menjadi lebih halus dan mempercepat pergerakan feses di usus besar.

Cairan

Orang percaya bahwa minum banyak cairan bisa mencegah sembelit. Cairan apapun, contohnya teh ataupun jus juga bisa bekerja, tetapi pilihan terbaik merupakan air putih. apabila Anda tidak bisa menikmati rasa hambar dari air putih, tambahkan tetesan lemon ataupun jeruk nipis sebagai penambah rasa. Dokter mengatakan bahwa keturunan perempuan wajib minum antara 9 cangkir dan keturunan laki-laki antara 13 cangkir cairan setiap hari.

Sumber :

https://hellosehat.com
https://doktersehat.com

Fungsi Usus besar

Leave a Comment