√ 6 Fungsi Usus Halus Terhadap Sistem Pencernaan Manusia (Lengkap)

√ 6 Fungsi Usus Halus Terhadap Sistem Pencernaan Manusia (Lengkap)

Fungsi Usus Halus – Usus halus meruapakan salah satu alat pencernaan manusia yang memiliki fungsi sebagai penetralan makanan yang di konsumsi. Di artikel ini tidak hanya di bahas fungsi usu halus saja, namun juga akan dibahas pengertian usus halus, struktur halus, gangguan pada usus halus dan cara menanganinya.

Pengertian Usus Halus

 

fungsi usus halus
Pengertian usus halus

Usus halus ataupun yang dikenal juga dengan usus kecil merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan. Usus yang mengambil lumayan banyak ruang di rongga perut ini terbagi sebagai 3 bagian yakni usus 2 belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. Usus halus mengambil peran penting pada penyerapan nutisi makanan.

kecuali untuk penyerapan, lebih-lebih fungsi usus halus lainnya? Simak selangkapnya berkenaan usus halus berikut ini!

Fungsi Usus Halus Beserta Cara Kerjanya

fungsi usus halua
fungsi usus halus

Secara umum pencernaan makanan dibagi pada 2 cara yakni secara mekanis dan kimiawi. Perncernaan secara mekanis utamanya terjadi terhadap mulut saat mengunyah dan lambung yang mencampur makanan. Sedangkan sebagian besar proses pencernaan kimiawi terjadi terhadap usus halus.

Makanan dihaluskan dan setelah nya dicerna oleh lambung sehingga berbentuk semacam bubur semi padat (kimus / chyme). Selanjutnya kimus tentu masuk ke usus halus. Di dalam usus halus kimus tentu terpapar cairan empedu dari hati dan enzim dari pankreas serta air dan mukosa dari usus itu sendiri. Campuran ini tentu tetap lumayan encer hingga terus bergerak (peristalsis) mencapai usus besar.

1. Fungsi Penetralan

Makanan yang telah setengah cerna ataupun biasa dikatakan bubur chyme yang datang dari lambung mempunyai kondisi yang paling asam. Sehingga butuh dinetralisir supaya kerja usus halus lebih optimal. Untuk itu, doudenum tentu mengeluarkan hormon secretin.

Hormon ini menimbulkan pankreas mengeluarkan sejumlah besar natrium bikarbonat. Sodium bikarbonat ini yang kesimpulannya meningkatkan pH chyme dari 2 sebagai 7 (dari asam sebagai netral). kecuali itu, lendir dan cairan empedu juga bisa mempunyai efek penetralisir asam.

2. Perlindungan dari Asam

Kondisi bubur chyme yang asam dari lambung bisa merusak usus halus. Oleh sebab itu usus halus harus melindungi dirinya dari kerusakan efek asam ini. Sel goblet pada epitel usus mensekresi lendir yg membentuk lapisan yang gunanya melindungi usus halus dari kandungan asam tadi.

3. Melindungi dari Mikroba

Pada dinding epitel usus ditemukan sel antimikroba yang dikatakan sel Paneth. Sel ini tentu mensekresi peptida antimikroba yang bisa membunuh mikroba berbahaya pada makanan yang dicerna.

Fungsi Paru Paru

4. Fungsi Usus Halus Sebagai Pertahanan

Selain mencerna dan menyerap makan usus halus juga menopang sistem imun tubuh. Adanya tanaman usus terhadap usus halus menghadiahkan kontribusi positif terhadap tubuh. Selain itu, juga ditemukan peyer’s patches yang berupa kumpulan nodul limfoid terhadap ileum.

Struktur ini ialah bagian penting sistem imun yang berada pada saluran pencernaan. Bagian ini juga ialah bagian dari sistem limfatik yang menimbulkan antigen dari bakteri ataupun organisme berbahaya yang diambil dari saluran pencernaan, yang terus tentu dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.

5. Membuang Limbah Pencernaan

Salah satu fungsi usus halus lainnya adalam menopang pada proses buang air besar dengan mengeluarkan limbah pencernaan. Kontraksi serat otot melingkar dan longitudinal terhadap dinding usus tidak cuma menopang mencerna makanan tapi juga menopang pergerakan limbah sepanjang usus halus hingga dikeluarkan dari tubuh.

6. Sekresi Hormon

Beberapa bagian usus halus mempunyai fungsi khusus mensekresi bermacam hormon yang bermanfaat yang mempermudah proses pencernaan. Berikut beberapa hormon yang sangat penting dihasilkan oleh usus halus:
Secretin. Sel epitelian di dalam usus halus mengheluarkan hormon secretin (baca: sekretin).

Zat ini tentu merangsang pankreas dan hati untuk melepaskan cairan kaya bikarbonat ke pada usus halus menggunakan saluran pankreas dan saluran empedu. Cairan kaya bikarbonat ini dipakai untuk menetralisir asam terhadap bubur chyme dan juga berfungsi mengemulsi lemak.

  • Cholcystokinin. Sel enteroendokrin di duodenum khusus mensintesis dan mensekresi hormon cholecystokinin. Dengan adanya hormon ini, pankreas dan kantung empedu tentu melepaskan enzim pencernaan ke dalam usus halus. Fungsi lain dari hormon ini merupakan menekan rasa lapar.
  • Polipeptida Penghambat Lambung. Sel K pada mukosa duodenum dan jejenum mensintesis polipeptida penghambat lambung sebagai hormon endokrin. Zat ini tentu diangkut bersama darah dan tentu menghalangi sekresi asam klorida (HCl) ke pada lambung. Hormon ini juga merangsang sel beta di pankreas untuk meningkatkan sekresi insulin, yang berfungsi mengerjakan ukuran glukosa pada darah.
  • Motilin. Lapisan bawah dari duodenum dan jejenum memuat banyak sel endokrin M yang mengeluarkan hormon motilin. Untuk meningkatkan gerak peristaltik dan menyiapkan usus untuk mencerna makanan selanjutnya. Selain itu, hormon ini juga memroduksi enzim pepsin yang mencerna protein di lambung. Hormon ini juga serta penting pada meningkatkan produksi polipeptida pankreas dan somatostatin.

Struktur Usus Halus pada Manusia

struktur usus halus
struktur usus halus

Organ pencernaan terpanjang ini terbagi atas tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.

Duodenum (usus dua belas jari)

Duodenum ialah bagian awal dan terpendek dari usus halus, panjangnya antara 20 sampai 25 sentimeter, karena itu bagian usus halus ini biasa dikatakan usus 2 belas jari. Bagian usus 2 belas jari membentang dari lubang pilorus lambung menuju arah kanan hingga ke lilitan duodenojejunal disebelah kiri.

Struktur usus 2 belas jari berbentuk seperti huruf C dengan ukuran diameter paling besar dibanding bagian usus halus lainnya. Fungsi duodenum yang penting yakni mencerna makanan secara kimia dengan bantuan enzim-enzim pencernaan yang sebagian datang dari pankreas.

Jejenum (usus kosong)

Jejenum merupakan bagian kedua dari usus halus yang berbatasan dengan usus 2 belas jari dan ileum. Jejenum mewakili 2 per lima dari keseluruhan panjang usus halus. Sementara duodenum membuat dan menyelesaikan pencernaan kimiawi, fungsi usus halus jejenum membuat nyaris 90% proses penyerapan nutrisi dari makanan yang dicerna.

Hampir seluruh usus halus mempunyai jonjot usus dimana penyerapan nutrisi terjadi, terhadap bagian jejenum fungsi penyerapannya tentu lebih baik lagi. Hal ini didukung oleh sel epitel, lapisan villi dan microvilli yang menjadikan permukaan usus halus sebagai paling luas. Dengan demikian, fungsi penyerapan usus halus tentu paling baik.

terhadap jejenum, nutrisi yang diserap jaringan epitel tentu dialirkan keseluruh tubuh dengan bantuan transportasi antusias dan pasif. Untuk peptida kecil, asam amino, gizi dan glukosa tentu diangkut secara aktif. Sementara fruktosa diangkut melalu transportasi pasif.

Meskipun sekilas tidak terdapat perbedaan dari sisi eksternalnya, akan tetapi lapisan pada jejenum ternyata lebih tebal dibanding ileum dan mendapat suplai darah lebih banyak sehingga terlihat kemerahan. selain itu, lapisan mukosa bagian dalam nya mempunyai lipatan menonjol yang khas yang dikatakan plica sircularis yang mengelilingi rongga dalamnya.

Ileum (Usus penyerapan)

Ileum ataupun usus penyerapan merupakan bagian ketiga dari usus halus, merentang dari jejenum hingga katup ileosekal. Panjangnya nyaris tiga per lima kali panjang keseluruhan panjang usus halus. Dindingnya lebih tipis dan lebih banyak memuat lemak mesenterika.

Selain berfungsi menyerap nutrisi makanan yang belum diserap terhadap proses sebelumnya, ileum juga berperan dalam mengerjakan katup ileosekal supaya tidak terjadi refluks dari usus besar ke usus halus. Dalam fungsi pencernaan, ileum memuat reseptor untuk menyerap gizi B12 dan garam empedu.

Sementara itu, juga menyerap sisa nutrisi dari makanan yang dicerna. ileum menyerap antara 95% garam empedu terkonjugasi dari usus. Selain itu, seorang pakar anatomi sumber swiss, Hans Conrad Peyer, menemukan adanya kumpulan sel-sel limfatik terhadap ileum. Kumpulan sel-sel ini dinamakan Patch Peyeri sesuai nama penemunya.

Kumpulan sel ini lumayan mudah diamati terhadap usus, karena area yang ditemukan patch tersebut bentuknya menebal dan tanpa villi. Setiap individu umumnya mempunyai 30 sampai 40 patch ini di usus halusnya.
Patch Payer mempunyai sel B dan T yang sama dengan yang ditemukan terhadap kelenjar getah bening. Itulah sebabnya, usus halus dikatakan berperan pada sistem kekebalan tubuh.

Gangguan Pada Fungsi Usus Halus

fungsi usus halus
Gangguan pada usus halus

Dilansir dari Live Science, terdapat banyak bermacam masalah yang mungkin menyerang usus halus dan menggangu fungsi usus halus. Beberapa penyakit yang mungkin menyerang usus halus merupakan seperti infeksi, penyakit Crohn, penyakit celiac, penyumbatan usus, sindron iritasi usus, tukak saluran pencernaan, dan pertumbuhan bakteri berlebihan.

Kanker usus juga berpotensi terjadi, tapi kemungkinannya lumayan kecil. sebab yang bisa meningkatkan risiko berkembangnya masalah terhadap usus halus merupakan seperti diet rendah serat, kuran olahraga, stres, terlalu banyak konsumsi susu, kehamilan, efek samping obat tertentu, dan efek dari biasa menahan buang air besar.

Diet bebas gluten dipercaya bisa meningkatkan kesehatan usus halus, akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Hal ini berlaku untuk pemilik penyakit celiac, yang merupakan kelainan kekebalan tubuh yang menimbulkan kerusakan usus halus apabila seseorang mengonsumsi gluten.

Tips Merawat Kesehatan Usus Halus

fungsi usus halus
Cara merawat usus halus

Merawat kesehatan usus halus supaya fungsi usus halus bisa tetap terjaga sebanarnya tidak sulit. Sama halnya dengan penyakit lainnya, gangguan terhadap usus halus bisa dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut merupakan beberapa tindakan yang bisa Anda buat untuk merawat kesehatan usus halus:

  • Hindari kebiasaan yang bisa berbahaya bagi tubuh termasuk rokok, konsumsi kafein berlebihan, dan konsumsi alkohol.
  • Jaga berat badan ideal. Berat tubuh ideal bisa menurunkan bermacam risiko penyakit.
  • Jaga asupan nutrisi seimbang.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Olahraga secara rutin dan teratur.
  • Lakukan skrining kesehatan secara teratur, terutama apabila Anda mempunyai riwayat keluarga dengan gangguan ataupun kanker saluran pencernaan.
  • Konsumsi probiotik yang baik untuk menopang fungsi usus halus.

Jika mengalami fenomena yang mengindikasikan adanya gangguan terhadap sistem pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter. Beberapa penyakit biasa kali tidak menunjukkan fenomena dahulu dan modern terdeterksi sesudah telah lumayan parah. Maka untuk menghindari hal tersebut, tidak butuh takut untuk berkonsultasi ke dokter berkenaan masalah pencernaan apapun yang Anda alami.

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan keteman semua, semoga bisa memberi manfaat dan bisa menambah kecintaan terhadap usus kita. Dan jagan lupa untuk mengunjungi artikel lain nya disini.

Sumber

https://www.honestdocs.id
https://doktersehat.com

Fungsi Usus Halus

Leave a Comment