Pengertian, Macam – Macam, Struktur dan Fungsi Gen (Lengkap)

Pengertian, Macam – Macam, Struktur dan Fungsi Gen (Lengkap)

Pengertian Gen dan Fungsi nya – Teman – teman bisa menemukan di artikel ini, karna kami akan membahas secara legkap apa itu gen, dan fungi gen tersebut bagi mahluk hidup.

Pengertian Gen

fungsi gen
Fungsi Gen

Pengertian Gen – Gen merupakan poin kromosom ataupun dari satu kesatuan kimia (DNA) pada kromosom, yaitu pada lokus yang mengontrol karakteristik genetis suatu makhluk hidup. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya menggunakan suatu proses reproduksi. Dengan demikian, laporan yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme mampu terjaga.

Gen ditemukan berpasangan pada satu lokus dalam kromosom homolog. masing-masing gen pada pasangan itu dikatakan alel. Kedua alel mampu membawa karakteristik sifat yang serupa ataupun berbeda, contohnya sifat tangkai panjang dan tangkai pendek (Desrizal, 2012).

Pengertian Gen (gene) itu sendiri merupakan unit lantai mulai hereditas, yang terletak dalam kromosom (chromosome), yaitu suatu struktur yang bentuknya seperti tongkat dan terletak ditengah-tengah (nucleus) setiap sel tubuh.

GEN ialah “substansi hereditas” yang terletak di pada kromosom, yang memilik sifat-sifat: menjadi materi tersendiri yang ditemukan pada kromosom, Mengandung laporan genetika dan mampu menduplikasikan diri dalam peristiwa pembelahan sel.

Asal Usul Fungsi Gen

fungsi gen
fungsi gen

Asal usul fungsi genetik – Gregor Mendel telah berspekulasi berkenaan adanya suatu bahan yang terkait dengan suatu sifat ataupun karakter di pada tubuh suatu individu yang mampu diwariskan mulai satu generasi ke generasi berikutnya. Ia menyebutnya ‘faktor’. Oleh Hugo de Vries, konsep yang sama ia namakan pangen, dalam buku karangannya Intracellular Pangenesis (terbit 1889).

Belum membaca tulisan Mendel, de Vries mendefinisikan pangen berubah menjadi “partikel terkecil yang mewakili satu penciri terwariskan”. Wilhelm Johannsen kemudian menyingkatnya menjadi gen 2 puluh tahun kemudian. dalam 1910, Thomas Hunt Morgan menunjukkan bahwa gen terletak di kromosom. Selanjutnya, terjadi ‘perlombaan’ seru bagi menemukan substansi yang ialah gen.

Banyak penghargaan Nobel yang terus jatuh dalam peneliti yang terlibat pada subjek ini. Pada ketika itu DNA sudah terdapat dan diketahui cuma berada dalam kromosom (1869), tetapi orang belum menyadari bahwa DNA terkait dengan gen.

menggunakan metode riset Oswald Avery terhadap bakteri Pneumococcus (1943), serta Alfred Hershey dan Martha Chase yang di publikan pada tahun 1953 dengan virus bakteriofag T2, barulah orang mengetahui bahwa DNA merupakan bahan genetik. Disaat tahun 1940an, George Beadle bersama Edward Tatum mengadakan percobaan dengan Neurospora crassa.

Menginjak percobaan ygdikerjakan, Beadle dan Tatum mampu menarik hipotesis bahwa gen mengkode enzim, dan mereka mengumukakan bahwa satu gen menyintesis satu enzim (one gene-one enzyme theory). Beberapa puluh tahun kemudian, terdapat bahwa gen mengkode protein yang bukan cuma berfungsi menjadi enzim saja, dan beberapa protein terdiri mulai 2 ataupun lebih polipeptida.

Dengan adanya temuan tersebut, pendapat Beadle dan Tatum, one gene-one enzyme theory, telah dimodifikasi sebagai teori yang menyatakan satu gen-satu polipeptida (one gene-one polypetide theory)

Mutasi Fungsi Gen

mutasi fungsi gen
mutasi fungsi gen

Mutasi Gen – Mutasi merupakan perubahan dalam materi genetik suatu makhluk yang terjadi secara tiba-tiba, acak, dan merupakan lantai untuk asal variasi organisme hayati yang bersifat terwariskan (heritable). Mutasi pun mampu diartikan menjadi perubahan struktural ataupun komposisi genom suatu jasad yang mampu terjadi lantaran sebab luar (mutagen) ataupun lantaran kesalahan replikasi.

Peristiwa terjadinya mutasi dikatakan mutagenesis. Makhluk hayati yang mengalami mutasi dikatakan mutan dan factor penyebab mutasi dikatakan mutagen (mutagenic agent). Perubahan urutan nukleotida yang menjadikan protein yang dihasilkan bukan mampu berfungsi baik pada sel dan sel bukan dapat mentolerir inaktifnya protein tersebut, maka tentu menjadikan kematian (lethal mutation).

Mutasi mampu mempengaruhi DNA ataupun kromosom. DNA mampu dipengaruhi dalam ketika sintesis DNA (replikasi). dalam ketika tersebut factor mutagenic mempengarugi pasangan basa nukleutida sehingga bukan berpasangan dengan basa nukleutida yang seharusnya (mismatch).

contohnya triplet DNA cetakan merupakan TTA. akan tetapi lantaran adanya mutagen menjadikan DNA polymerase memasangkan A dengan C, tidak dengan T . bagi lebih jelasnya cara kerja mutasi mampu dilihat dalam gambar di bawah ini:

Macam macam Mutasi Fungsi Gen

mutasi gen
Mutasi gen
  • Mutasi Titik

Mutasi titik – adalah perubahan dalam basa N mulai DNA ataupun RNA. Mutasi titik relatif biasa terjadi akan tetapi efeknya mampu dikurangi oleh cara kerja pemulihan gen. Mutasi titik mampu berakibat berubahnya urutan asam amino dalam protein, dan mampu menimbulkan berkurangnya, berubahnya ataupun hilangnya fungsi enzim.

Teknologi ketika ini melalui mutasi titik menjadi marker (disebut SNP) bagi mengkaji perubahan yang terjadi dalam gen dan dikaitkan dengan perubahan fenotipe yang terjadi. model mutasi gen merupakan reaksi asam nitrit dengan adenin sebagai zat hipoxanthine. Zat ini tentu menghuni zona adenin orisinil dan berpasangan dengan sitosin, tidak lagi dengan timin.

  • Aberasi

Aberasi – Mutasi kromosom, biasa pun dikatakan dengan mutasi besar ataupun aberasi kromosom yang merupakan perubahan jumlah kromosom dan tatanan ataupun urutan gen pada kromosom. Mutasi kromosom biasa terjadi lantaran kesalahan meiosis dan sedikit pada mitosis.

  • Aneuploidi

Aneuploidi – merupakan perubahan jumlah n-nya. pada hal ini, “n” menandakan jumlah set kromosom. menjadi contoh, sel tubuh manusia mempunyai dua paket kromosom sehingga dikatakan 2n, dimana satu paket n manusia berjumlah 23 kromosom. Aneuploidi dibagi sebagai 2 yaitu autopoliploidi dan allopoliploidi.

Dalam autopoliploidi, n-nya membelah sendiri menjadi 2 lantaran kesalahan meiosis, sedangkan allopoliploidi, yaitu perkawinan ataupun hibrid sekitar jenis yang berlainan jumlah set kromosomnya.

  • Aneusomi

Aneusomi – merupakan perubahan jumlah kromosom. Penyebabnya merupakan anafase lag (peristiwa bukan melekatnya beneng-benang spindel ke sentromer) dan non disjunction (gagal berpisah). Aneusomi dalam manusia mampu menyebabkan:

  1. Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner berjenis kelamin wanita, akan tetapi ovumnya bukan berkembang (ovaricular disgenesis).
  2. Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik dalam kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, akan tetapi testisnya bukan berkembang (testicular disgenesis) sehingga bukan dapat menimbulkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta payudaranya tumbuh.
  3. Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik dalam kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan pun biasa bertindak kriminal. riset di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara merupakan orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs.
  4. Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik dalam kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan dalam kromosom nomor 13, 14, ataupun 15.
  5. Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik dalam autosom. Autosom mengalami kelainan dalam kromosom nomor 16,17, ataupun 18. Penderita sindrom ini memiliki tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga lebih kurang ke bawah dan bukan wajar.

Fungsi dan Sifat Gen

fungsi dan sifat gen
fungsi dan sifat gen

Fungsi dan sifat gen – Gen-gen ialah substansi hereditas yang memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. mampu memberikan laporan berkenaan genetika mulai generasi ke generasi.
  2. mampu mengendalikan, artinya dapat mengerjakan metabolisme dan pertumbuhan tubuh.
  3. mampu menentukan sifat-sifat dalam keturunannya. Seperti yang dicontohkan dalam fakta di depan. Sifat-sifat itu dapat berupa bentuk rambut, bentuk badan, warna kulit, dan beda sebagainya.
  4. Proses reaksi kimia di pada tubuh dapat terjadi secara bertubi-tubi. Dan dalam tiap-tiap reaksinya diperlukan enzim. Pembentukan dan pun pengendalian kerja enzim tersebut dilaksanakan oleh gen. Dan pun dalam proses kemajuan yang membutuhkan hormon pun diatur oleh gen.

Gen yang memperlihatkan senyawa kimia ialah substansi hereditas, memiliki sifat di bawah ini:

  1. Yang pertama, gen mengandung laporan genetik
  2. Yang kedua, Setiap gen memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda
  3. Yang ketiga Ketika, waktu pembelahan mitosis dan meiosis dapat mengadakan duplikasi
  4. Yang keempat, kerjanya ditentukan oleh tatanan komniasi basa nitrogennya
  5. Yang kelima, menjadi zarah yang ditemukan di pada kromosom

Struktur Fungsi Gen

struktur gen
struktur gen

Berdasarkan Fred (2005) bahwa struktur gen terdiri dari:

  • Daerah pengkode yaitu ekson dan intron yang mengkode RNA ataupun protein. Intron (intervening sequences) ialah sekuens yg bukan mengkode asam amino sedangkan ekson ialah poin yang tentu dikode sebagai asam amino.
  • Promotor, Promotor merupakan urutan DNA khusus yang andil pada mengendalaikan transkripsi gen struktural dan terletak di daerah upstream (hulu) mulai poin struktural gen. Promotor berfungsi menjadi zona pertama pelekatan enzim RNA polimerase yang nantinya membuat transkripsi dalam poin structural.
  • Operator, Operator ialah urutan nukelotida yang memiliki letak di sekitar promotor dan poin struktural dan merupakan zona pelekatan protein represor (penekan ataupun penghambat ekspresi diri gen). apabila menyimpan represor yang akrab di operator maka RNA polimerase g dapat laluan trus ekspresi diri gen bukan dapat berlangsung.Selain adanya supresor pun terdapatenhancer.

Supresor dipakai bagi menghambat sedangkan enhancer dipakai bagi meningkatkan proses transkripsi dengan meningkatkan jumlah RNA polimerase. akan tetapi letaknya bukan dalam letak yang khusus seperti operator, menyimpan yg jauh di upstream ataupun lebih-lebih downstream mulai titik pertama transkripsi.

  • Terminator Terminator dicirikan dengan struktur jepit rambut / hairpin dan lengkungan yang kaya tentu urutan GC yang timbul dalam molekul RNA hasil transkripsi

Ekspresi Gen

ekspresi gen
Ekspresi gen

ekspresi diri gen ataupun sintesis protein mampu diatur, dihidupkan, ataupun dimatikan. Keberadaan enzim menjadi katalisator tentu menentukan berjalannya proses metabolisme. saat suatu produk metabolisme di pada sel sudah mencukupi maka raksi metabolisme tersebut harus dihentikan. Proses pengaturan ini diusahakan dengan trik menghentikan produksi enzim, menggunakan penghentian ekspresi diri gen pengkodenya.

Cara kerja pengaturan ekspresi diri gen dikatakan menjadi regulasi ekspresi diri gen. Pengaturan ekspresi diri gen mampu terjadi dalam bermacam tahap, contohnya transkripsi, prosesing mRNA, ataupun translasi. tentu tetapi, sejumlah data hasil riset menunjukkan bahwa pengaturan ekspresi diri gen, khususnya dalam prokariot, sangat beludak terjadi dalam termin transkripsi.

Proses pengaturan transkripsi, baikitu dalam prokariot ataupun dalam eukariot, secara garis besar mampu dibedakan sebagai 2 kategori utama, yaitu (1) cara kerja yang melibatkan penyalapadaman (turn on and turn off) ekspresi diri gen menjadi respon terhadap perubahan kondisi kawasan dan (2) Rangkaian ekspresi diri gen yang telah terprogram (preprogramed circuits).

Cara kerja penyalapadaman ini paling krusial untuk mikroorganisme bagi menyesuaikan diri terhadap perubahan kawasan yang seringkali terjadi secara tiba-tiba. Sebaliknya, untuk eukariot cara kerja ini bukan terlalu krusial lantaran dalam organisme ini sel justru condong merespon sinyal-sinyal yang berasal mulai pada tubuh, dan di sisi lain, sistem sirkulasi tentu sebagai penyangga untuk sel terhadap perubahan kondisi kawasan yang mendadak tersebut.

Dalam cara kerja sirkuit/rangkaian, produk suatu gen tentu menekan transkripsi gen itu sendiri dan sekaligus memacu transkripsi gen kedua, produk gen kedua tentu menekan transkripsi gen kedua dan memacu transkripsi gen ketiga, begitu seterusnya.

ekspresi diri gen yang berurutan ini telah terprogram secara genetik sehingga gen-gen tersebut bukan tentu mampu diekspresikan di luar urutan. Oleh lantaran urutan ekspresinya berupa sirkuit, maka cara kerja tersebut dinamakan sirkuit ekspresi diri gen.

Fungsi Gen

Leave a Comment