Fungsi Ginjal : Letak, Bagian Bagian, Peyakit dan Perawatan Ginjal

Fungsi Ginjal : Letak, Bagian Bagian, Peyakit dan Perawatan Ginjal

Fungsi Ginjal – Setiap orang mempunyai sepasang ginjal pada tubuhnya. serupa seperti organ lainnya, kamu harus menjaga kesehatan ginjal supaya organ yang satu ini mampu bekerja secara optimal dan terbebas mulai penyakit ginjal.

agar lebih mudah, kamu harus mengenal terlebih dahulu tentang fungsi poin ginjal, bagian-bagian ginjal, dan spesies inspeksi fungsi ginjal. Tenang, semua laporan yang kamu butuhkan telah kami sediakan secara lengkap lewat uraian berikut ini.

Pengertian dan Fungsi Ginjal

fungsi ginjal
Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan organ ekskresi pada vertebrata yang berbentuk mirip kacang. menjadi poin mulai dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) mulai dari darah dan membuangnya bersama dengan air pada bentuk urin. Cabang darikedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya dinamakan nefrologi.

Letak Ginjal pada Manusia

fungsi ginjal
Fungsi Ginjal

Ginjal terletak di sepanjang dinding otot poin belakang (otot posterior) rongga perut. Bentuk ginjal mirip seperti kacang yang ukurannya sebesar kepalan tangan, dengan panjang antara 12 sentimeter dan lebar 6 sentimeter. Sama seperti organ lainnya, ginjal andil terhadap krusial pada tubuh manusia.

Fungsi poin ginjal yang sangat primer merupakan menyaring zat-zat buangan (limbah) pada tubuh, baik yang datang mulai makanan, obat-obatan, ataupun zat beracun. Ginjal menyaring 200 liter darah per hari. mulai sekian beludak darah yang disaring, ditemukan dua liter zat buangan yang harus dikeluarkan lewat urine.

Lantaran itulah, ginjal dilengkapi dengan sepasang ureter, sebuah kandung kemih, dan uretra yang tentu membawa urine muncul mulai tubuh. Selain membuang zat-zat residu pada tubuh, fungsi poin ginjal lainnya merupakan menyerap kembali zat-zat yang diperlukan tubuh, yaitu asam amino, gula, natrium, kalium, dan nutrisi lainnya. \

Fungsi poin ginjal ini dipengaruhi oleh kelenjar adrenal yang terletak di poin atas masing-masing ginjal. Kelenjar adrenal menimbulkan hormon aldosteron. Hormon ini berfungsi bagi menyerap kalium mulai urine ke pembuluh darah supaya dapat dimanfaatkan kembali oleh tubuh.

Fungsi poin ginjal bukan berhenti sampai disitu. Ginjal pun bertugas bagi menimbulkan hormon-hormon yang bermanfaat untuk tubuh, di antaranya:

  • Eritropoietin (EPO), hormon yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.
  • Renin, berfungsi untuk mengatur tekanan darah.
  • Kalsitriol, bentuk aktif vitamin D yang membantu menjaga kesehatan tulang.

Bagian Bagian Ginjal Manusia dan Fungsi nya

fungsi ginjal
fungsi ginjal

Secara umum, anatomi atau bagian-bagian pada ginjal manusia terdapat dari tiga bagian, yaitu korteks ginjal, medula ginjal, dan pelvis ginjal.

1. Korteks ginjal

Korteks merupakan poin ginjal sangat luar yang dikelilingi oleh kapsul ginjal dan lapisan lemak. Bagian-bagian ginjal ini berfungsi bagi melindungi struktur pada ginjal mulai dari kerusakan.

2. Medula ginjal

Medula ginjal termasuk lupa satu mulai bagian-bagian ginjal yang halus. Medula ginjal tersusun mulai dari lengkung Henle serta piramida ginjal, yaitu struktur kecil yang berisi nefron dan tubulus. Tubulus inilah yang berfungsi bagi mengangkut cairan masuk ke ginjal dan mengangkut urine muncul mulai dari ginjal.

3. Pelvis ginjal

Pelvis ginjal merupakan poin terdalam ginjal yang berbentuk corong. Fungsi poin ginjal yang satu ini merupakan menjadi jalur untuk cairan bagi berpindah mulai ginjal menuju kandung kemih. Pelvis ginjal tersusun mulai 2 bagian.

Poin awal pelvis ginjal tersusun mulai calyces, yaitu ruang berbentuk cangkir yang berfungsi bagi mengumpulkan cairan sebelum ke kandung kemih. Selanjutnya, cairan tersebut tentu masuk ke hilum, yaitu lubang kecil yang tentu mengalirkan cairan tadi menuju kandung kemih.

kecuali bagian-bagian ginjal yang utama, ginjal pun tersusun mulai nefron. Nefron ini terletak di sepanjang korteks hingga medula ginjal. Fungsi nefron itu sendiri merupakan bagi menyaring darah, menyerap nutrisi, dan mengalirkan zat-zat buangan ke urine. Nefron tersusun mulai beberapa bagian, yaitu :

  • Badan malphigi, bisa dikatakan korpus ginjal. Badan malphigi yang tersusun mulai 2 bagian, yaitu glomerulus ataupun kaum kapiler yang menyerap protein mulai dari darah; dan kapsul Bowman.
  • Tubulus ginjal, yaitu kaum tabung yang menjalar mulai kapsul Bowman menuju tabung pengumpul (tubulus kolektivus). Tubulus ginjal tersusun mulai tubulus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus distal .

Beberapa Penyakit Pada Ginjal

fungsi ginjal
Fungsi ginjal

apabila kamu bukan seseorang yang menjaga kesehatan bagian-bagian ginjal secara optimal, kamu harus berhati-hati dengan risiko terkena penyakit ginjal. Pasalnya, kebanyakan penyakit ginjal bukan mengakibatkan gejala apalagi juga sampai penyakitnya memasuki stadium lanjut. Namun, beberapa gejala penyakit ginjal yang sangat generik di antaranya:

Sulit tidur, Mudah cemas, Sulit berkonsentrasi, Kulit kering dan gatal, Perubahan sinyal buang air kecil, Nyeri ketika buang air kecil, Kencing berdarah, Kencing berbusa, Bengkak di antara mata dan kaki, Nafsu makan berkurang, Kram otot, Seiring bertambahnya usia, nyaris seluruh organ tubuh tentu mengalami penurunan fungsi.

Seperti itu pula dalam ginjal. Akibatnya, kemampuan ginjal bagi menyaring darah sebagai bukan optimal. lantaran itulah, lansia umumnya mengalami lupa satu ataupun beberapa gejala penyakit ginjal di atas. Beda dengan penurunan fungsi ginjal yang diakibatkan oleh penyakit ginjal, hal ini mampu memicu masalah kesehatan yang lebih serius.

apabila fungsi ginjal berkurang sebanyak 10 sampai 15 persen, ini artinya seseorang dianggap menderita penyakit gagal ginjal. Alhasil, penderita membutuhkan cuci darah (dialisis) ataupun lebih-lebih transplantasi ginjal agar ginjalnya dapat awet bekerja secara optimal. Berbagai penyakit ginjal yang mampu terjadi merupakan menjadi berikut:

1. Gagal ginjal akut

Gagal ginjal merupakan kondisi ketika ginjal sudah bukan dapat lagi menyaring zat-zat residu mulai dalam darah. Hal ini mampu disebabkan oleh batu saluran kemih, obat-obatan, kehilangan cairan berat, ataupun trauma dalam ginjal.

Gejala gagal ginjal mampu berupa penurunan jumlah urine, bengkak di poin kaki, sesak napas, nyeri dada, kecemasan, kejang, hingga koma. apabila bukan segera ditangani, hal ini mampu mengancam nyawa penderitanya.

2. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kristal yang timbul di dalam ginjal. kamu mungkin lebih generik mengenalnya menjadi kencing batu. walaupun namanya terfokus dalam bagian-bagian ginjal, penyakit ini nyatanya bukan cuma bersarang di ginjal saja.

Batu ginjal pun dapat pindah ke sepanjang saluran kemih Anda, baik di ureter, kandung kemih, ataupun uretra. Jika batu ginjal sudah berpindah ke saluran kemih, kristal tersebut mampu menggesek dan melukai dinding-dinding saluran kemih. Hal ini mampu menjadikan timbulnya bercak darah dalam urine.

3. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis merupakan peradangan dalam glomerulus ataupun pembuluh darah kecil yang menyaring darah. lantaran glomerulus mengalami peradangan, ginjal bukan mampu menyaring darah dengan normal dan kamu mampu mengalami gagal ginjal.

Sama hal nyadengan penyakit ginjal dengan yang lainnya, gejala glomerulonefritis mampu berupa kencing yg berdarah, tekanan darah tinggi, jarang buang air kecil, nyeri perut, kencing berbusa, dan pembengkakan di wajah, tangan, kaki, dan perut lantaran akumulasi cairan terhadap tubuh.

4. Nefritis akut

Nefritis akut merupakan peradangan (pembengkakan) dalam nefron ginjal. Kondisi ini menjadikan sel-sel cacat mulai dari darah masuk ke urine dan menjadikan peradangan. Sel-sel tersebut biasanya berupa eosinofil ataupun homogen sel darah putih.

Disaat peradangan sudah merubah-nya menjadi nefritis, penderita tentu mengalami demam, muntah, hipertensi, nyeri punggung, dan gangguan kencing (sensasi terbakar, perubahan frekuensi, tirta kencing berbusa, ataupun kencing berdarah).

5. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing terjadi saat bakteri menginfeksi saluran kencing Anda, dapat mulai dari ginjal hingga saluran uretra. Gejalanya merupakan demam, nyeri ketika berkemih, dan meningkatnya sinyal berkemih. Biasanya dokter tentu menyarankan bagi minum air yang cukup serta menghadiahkan antibiotik bagi mengobati infeksi tersebut.

6. Asidosis,

Asidosis merupakan kondisi ketika tubuh dipenuhi oleh darah yang bersifat asam. Normalnya, pH tubuh bukan terlalu asam ataupun bukan terlalu basa, yaitu antara 7,4. Dalam kondisi asidosis, pH tubuh condong kurang mulai dari 7,35. Hal ini mampu disebabkan oleh banyaknya kadar karbondioksida pada tubuh, diare, penurunan jumlah insulin, ataupun lantaran ginjal gagal menyaring zat basa pada tubuh.

7. Uremia

Uremia merupakan akumulasi urea pada darah yang menjadikan iritasi dalam sistem saraf. dalam awalnya, penderita uremia bukan mencicipi gejala apa pun. Namun, lama kelamaan penderita tentu mengalami kram kaki, kabur ambisi makan, sakit kepala, kelelahan parah, muntah, dan sulit berkonsentrasi.

8. Ginjal polikistik (PKD)

Jika ada di antara salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ginjal polikistik, artinya kamu berisiko terkena penyakit yang sama. Ya, penyakit ginjal polikistik termasuk penyakit keturunan yang disebabkan lantaran adanya beberapa kista pada ginjal. Penderita ginjal polikistik akan seringi bukan mencicipi gejala apa pun.

Gejala kista ginjal modern tentu terasa apabila kista tersebut sudah dari tumbuh sebesar tiga sentimeter ataupun lebih besar. Gejalanya mencangkup kencing berdarah, perut terasa ditekan, infeksi saluran kencing, dan sebagainya.

9. Gagal ginjal kronis

Gagal ginjal kronis merupakan penurunan fungsi ginjal di bawah batas normal lebih mulai 3 bulan. Bila kamu menderita gagal ginjal kronis, ini artinya fungsi poin ginjal kamu sudah bukan dapat lagi menyaring kotoran, mengendalikan jumlah air pada tubuh, pun kadar garam dan kalsium pada darah.

Penyakit ini umumnya disebabkan lantaran hipertensi dan diabetes yang bukan segera ditangani. Gejala gagal ginjal kronis ditandai dengan sesak napas, muntah, nyeri tulang, bengkak di antara mata dan kaki, pingsan, tangan dan kaki kebas, dan penurunan berat badan.

Jenis Pemeriksaan Fungsi Ginjal

fungsi ginjal
Fungsi ginjal

Ada satu trik cara mengetahui baik ataupun buruknya fungsi ginjal kamu merupakan dengan cara membuat inspeksi fungsi ginjal. Terlebih apabila kamu berisiko tinggi terkena penyakit ginjal, contohnya mengidap diabetes, hipertensi, penyakit jantung, ataupun menyimpan riwayat keluarga yang terkena penyakit ginjal. Bila demikian, kamu harus rutin membuat inspeksi fungsi ginjal setidaknya satu kali pada setahun. Ada 2 spesies inspeksi fungsi ginjal, yaitu tes darah dan tes urine. Mari kita kupas satu setiap satu.

1. Tes darah

Tes darah dibutuhkan bagi yang ingin mengetahui seberapa optimal bagian-bagian ginjal kamu pada saat menyaring darah. inspeksi fungsi ginjal yang satu ini dikatakan menjadi kecepatan filtrasi glomerulus (GFR). Pada tes ini, darah kamu tentu diuji dengan menatap kadar kreatininnya.

Kreatinin merupakan produk limbah yang dihasilkan oleh jaringan otot dan tentu dikeluarkan menggunakan proses ekskresi. Saat seseorang terkena penyakit ginjal, ginjalnya tentu sulit membuat kreatinin mulai pada darah. Jadi, semakin besar kreatininnya, maka akan semakin bekerja dengan baik fungsi ginjal Anda.

Meski begitu, tes darah ini bukan cuma berpatokan dalam jumlah kreatinin saja. Hasil kreatinin ini tentu dikombinasikan dengan usia, ras, tinggi badan, berat badan, dan spesies kelamin kamu bagi mengetahui nilai ujung GFR. Ada lima tahap GFR yang menggambarkan keparahan fungsi ginjal seseorang, yaitu:

Fase 1: GFR > 90, fungsi ginjal condong normal
Fase 2: GFR 60-89, gangguan fungsi ginjal taraf ringan
Fase 3a: GFR 59-45, gangguan fungsi ginjal taraf sedang
Fase 3b: GFR 30-44, gangguan fungsi ginjal taraf sedang menuju berat
Fase 4: GFR 15-29, gangguan fungsi ginjal berat
Fase 5: GFR < 15, gagal ginjal

Apabila hasil inspeksi fungsi ginjal dengan GFR menunjukkan angka kurang mulai dari 60, maka dokter tentu menyarankan kamu bagi yang membuat inspeksi medis lainnya, seperti USG, CT scan, ataupun biopsi ginjal. Hal ini diusahakan bagi menatap kemungkinan adanya batu ginjal, tumor, ataupun penyebab sakit ginjal lainnya.

2. Tes urine

Pemeriksaan fungsi ginjal yang satu ini dilakukan dengan melihat kondisi urine pasien. Tujuannya adalah untuk melihat seberapa banyak albumin (sejenis protein) yang ikut larut bersama air seni.
Ginjal yang sehat tidak akan membiarkan albumin masuk ke dalam urine. Pasalnya, albumin seharusnya berada di dalam darah, bukan zat sisa yang harus dikeluarkan lewat urine. Adanya albumin dalam urine disebut sebagai albuminuria.
Dilansir dari National Kidney Foundation, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memeriksa kadar albumin dalam urine, yaitu:

  • Uji dipstick urine, yaitu pengujian dengan mencelupkan strip ke dalam sampel urine. Strip tersebut akan berubah warna jika ada kelainan seperti jumlah kelebihan protein, darah, nanah, bakteri, dan gula.
  • Perbandingan albumin dan kreatinin dalam urin (UACR), yaitu prosedur pemeriksaan fungsi ginjal dengan membandingkan jumlah albumin dengan kreatinin yang ada di urine selama 24 jam. Bila hasil UACR melebihi 30 miligram per gram, maka ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan ginjal.

inspeksi fungsi ginjal yang satu ini di lakukan dengan menatap kondisi urine pasien. Tujuannya unutk menatap seberapa banyak albumin (sejenis protein) yang turut hancur bersama air seni. Ginjal yang sehat bukan tentu membiarkan albumin masuk ke pada urine. Pasalnya, albumin seharusnya berada di dlm darah, tidak zat sisa yang harus dikeluarkan lewat urine. Adanya albumin pada urine dikatakan menjadi albuminuria. Dilansir mulai National Kidney Foundation, menyimpan 2 trik yang dapat diusahakan bagi memeriksa kadar albumin pada urine, yaitu:
Uji dipstick urine, yaitu pengujian dengan mencelupkan strip ke pada sampel urine. Strip tersebut tentu berubah warna apabila menyimpan kelainan seperti jumlah kelebihan protein, darah, nanah, bakteri, dan gula.
Perbandingan albumin dan kreatinin pada urin (UACR), yaitu mekanisme inspeksi fungsi ginjal dengan membandingkan jumlah albumin dengan kreatinin yang menyimpan di urine selama 24 jam. Bila hasil UACR melebihi 30 miligram setiap gram, maka ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan ginjal.

Bagaimana Cara Menjaga Fungsi Ginjal Tetap Sehat?

fungsi ginjal
fungsi ginjal

Ginjal merupakan organ krusial yang harus dijaga kesehatannya. Pasalnya, organ ini mampu memengaruhi organ tubuh lainnya. apabila ginjal kamu bermasalah ataupun sampai terkena penyakit ginjal, maka organ tubuh lainnya tentu turut bermasalah, terutama poin jantung.

Agar fungsi ginjal awet normal, ditemukan bermacam trik sehat yang dapat kamu lakukan, yaitu :

1. Hindari makanan asin

Kebanyakan makan makanan asin mampu mengganggu keseimbangan mineral pada darah. Hal ini mampu memperberat kerja ginjal dan mengganggu fungsi poin ginjal. saking kelamaan, kamu berisiko terkena penyakit ginjal.

Maka itu, ganti makanan olahan yang mengandung tinggi garam dengan makanan yang lebih sehat. semisal buah dan sayuran segar, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan .

2. Olahraga rutin

Hipertensi merupakan salah satu sebab risiko penyakit ginjal kronis. Itulah mengapa, kamu dianjurkan selalu mengontrol tekanan darah agar fungsi poin ginjal kamu awet terjaga. Ketimbang mengambil laluan pintas dengan minum obat hipertensi, sebaiknya buat trik yang lebih sehat dengan olahraga.

Olahraga secara teratur minimal 20 menit sehari mampu menopang mengontrol tekanan darah Anda. Alhasil, bagian-bagian ginjal kamu tentu awet sehat, bekerja secara optimal, dan terhindar mulai risiko penyakit ginjal.

3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Jika kamu hendak terhindar mulai penyakit ginjal, pastikan tubuh kamu lumayan cairan. Pasalnya, dengan meminum air putih yang cukup mampu menopang mengoptimalkan fungsi poin ginjal yang sangat utama, yaitu membuang toksin ataupun racun pada tubuh.

Seberapa banyak kebutuhan cairan kamu per hari tergantung mulai dari spesies kelamin, usia, dan spesies kegiatan Anda. Tanyakan dalam dokter berkenaan kebutuhan cairan harian Anda.

4. Perhatikan obat yang dikonsumsi

Apakah kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu? Yuk, cek lagi kandungan obatnya. Pasalnya, beberapa spesies obat mampu memengaruhi kesehatan ginjal Anda. Obat NSAID merupakan salah satu obat bebas yang nyatanya mampu mengganggu kesehatan ginjal sewaktu-waktu.

Konsultasikan ke dokter jika mendapatkan rekomendasi obat yang berbeda yang lebih kondusif bagi fungsi ginjal Anda

5. Jauhi faktor risiko

Supaya fungsi ginjal awet sehat, pastikan kamu menghindari bermacam sebab risikonya. Beberapa sebab risiko yang mampu meningkatkan kesempatan kamu terkena penyakit ginjal merupakan diabetes, obesitas, hipertensi, dan riwayat keluarga terkena penyakit ginjal.

Jika kamu merasa mempunyai salah satu sebab risikonya, ini artinya kamu butuh membuat inspeksi fungsi ginjal secara teratur. Hal ini bertujuan bagi mengontrol sebab risikonya agar bukan berkembang sebagai penyakit ginjal.

Fungsi Ginjal

 

Leave a Comment