Fungsi Alveolus Terhadap Pernafasan Manusia (Lengkap)

Fungsi Alveolus Terhadap Pernafasan Manusia (Lengkap)

 

Fungsi Alveolus – Bagian dari anatomi paru-paru yang di antaranya merupakan kelompok terkecil yang disebut dengan alveolus yeng letak nya di ujung bronkiolus. Setiap alveolus merupakan rongga berbentuk cekung yang dikelilingi oleh banyak kapiler kecil.

Pengertian Alveolus

fungsi alveolus

Kita telah mengetahui bahwasanya manusia bernafas dengan menggunakan organ yang disebut paru-paru dan bantuan alat alat pernafasan yang lain nya di antaranya hidung. Namun apakah kita sudah mengetahui bahwa sebenarnya ada bagian spesifik dari paru-paru yang digunakan sebagai wadah untuk pernafasan berlangsung?

Di mana bagian ini ahli biologi menyebutnya dengan nama alveolus. Alveolus merupakan struktur anatomi yang memiliki bentuk berongga.yang memiliki letak pada parenkim paru-paru, yang merupakan ujung dari saluran pernapasan, di mana kedua sisi merupakan wadah pertukaran udara dengan darah.

Alveolus merupakan anatomi yang hanya dimiliki oleh mahkluk mamalia. Pada bagian vertebrata sistem pertukaran gas memiliki struktur yang berbeda dengan yang lain. Membran alveolaris adalah permukaan wadah terjadinya pertukaran gas yang dihasilakan.

Darah yang kaya dengan karbon dioksida dipompa dari seluruh tubuh ke dalam pembuluh darah alveolaris, di mana, melalui difusi, ia melepaskan karbon dioksida dan menyerap oksigen kembali.

Struktur Alveolus

fungsi alveolus

Alveolus memiliki struktur tersendiri di antaranya sebagai berikut:

Sebelum pindah ke fungsi alveolus, sebelumnya kita harus memahami struktur mereka. karena fungsi alveolus dan struktur tidak tidak bisa terpisah pembahasan-nya. Jadi, mari kita fokuskan kebeberapa fakta tentang sistem pernapasan pada muanusia umunya . Ada kurang lebih 300-400.000.000 alveolus dalam paru-paru orang yang sudah dewasa.

Diameter rata-rata dari alveolus adalah kurang lebih 200 sampai 300 mikron. Alveolus mengandung serat elastis dan kolagen yang dilapisi dengan sel epitel dan pori-pori di antara mereka yang dinamakan Kohn. Selama proses pernafasan, jaringan ikat elastis yang membentuk ruang antara alveolus paru-paru mulai berfungsi dengan fungsinya.

Suatu alveolus terdiri dari tiga sel utama yang berbeda seperti sel-sel epitel skuamosa, sel alveolar skuamosa dan sel alveolar besar. Sel-sel epitel skuamosa juga dimanakan sel Tipe I dan sel-sel alveolar besar juga dikenal sebagai sel Tipe II. S.

Struktur dinding alveolar dibuat oleh sel-sel alveolar skuamosa. Sel-sel epitel skuamosa membentuk sebuah kapiler yang mencakup sekitar 70% dari daerah tersebut. Fungsi kapiler ini yaitu sebagai difusi gas. Pada akhirnya, sel-sel alveolus besar mensekresikan surfaktan yang membantu pada pengurangan tegangan terhadap permukaan air.

Hal semacam ini juga membantu dalam pemisahan membran dan meningkatkan pertukaran gas. Jika endotelium dari alveolus akan terjadi kerusakan, sel-sel alveolar besar membantu dalam memperbaiki sel-sel tersebut. Alveolus tidak cuma di atas, dia juga terdiri dari sel-sel makrofag.

Sel-sel ini berperan dalam menghancurkan berbagai benda asing yang datang seperti bakteri, dll dan memiliki fungsi yang terkait dengan sistem kekebalan terhadap tubuh. Pada hakikatnya fungsi dan struktur alveolus dirancang khusus untuk membantu dalam pertukaran gas secara efisien dengan bantuan:

  • Dinding yang sangat tipis
  • Area permukaan besar dalam kaitannya dengan volume
  • Lapisan cairan yang membantu dalam pertukaran gas terlarut
  • Jumlah kapiler yang mengelilingi setiap alveolus.

Ciri-ciri Alveolus

  1. Alveolus berupa kantong-kantong kecil mirip anggur yang jumlahnya lebih dari 1.
  2. Pada Permukaan bagian dalam alveolus dilapisi oleh epitelium yang memungkinkan terjadinya difusi gas oksigen dan karbon dioksida.
  3. Terdapat jaringan kapiler darah pada permukaan bagian luar alveolus, Jaringan kapiler darah ini mempercepat terjadinya proses difusi dan pengangkutan gas-gas pernapasan.
  4. Alveolus dindingnya sangat tipis sehingga gas-gas dapat berdifusi dengan mudah melewati membran alveolus.
  5. Tesktur nya Halus
  6. merupakan cabang dari bagian bronkiolus

Fungsi Alveolus Sebagai Wadah pertukaran gas

fungsi alveolus

Pada umumnya, alveolus merupakan situs atau wadah pertukaran gas pada paru-paru sistem pernapasan makhluk mamalia, dimana disetiap dindingnya dilapisi oleh sel-sel tipis datar (skuamosa alveolar) serta mengandung banyak sekali kapiler-kapiler. Di sinilah wadah terjadinya pertukaran gas didalam tubuh mahluk hidup.

Maksud pertukaran gas disini adalah terdiri dari penyerapan oksigen serta penghapusan karbondioksida dari dalam tubuh. Pertukaran gas yang terjadi di bagian paru-paru bersifat difusi pasif yaitu pergerakkan obat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Bersifat spontan, non selektif, bergantung pada konsentarasi, proses ini akan berhenti pada saat konsentrasi yang dicapai telah sama, dimana selama proses pertukaran tersebut berlangsung, sel-sel yang ada pada organ tersebut tidak memerlukan energi untuk dibakar.

Dan gas-gas yang akan mengalami proses peralihan bergerak melalui gradien konsentrasi, yakni dari konsentrasi high ke konsentrasi yang lebih low. Hal tersebut merupakan tanda bahwa kadar oksigen dalam alveolus berada pada konsentrasi yang tinggi.

Untuk tindak selanjutnya, oksigen tersebut akan berdifus ke dalam darah yang berada di dalam gradien oksigen konsentrasi rendah. Proses tersebut terjadi akibat tubuh kita memerlukan oksigen secara terus menerus selama 24jam.

Kondisi yang sama juga terjadi pada karbondioksida, dimana kandungan karbondioksida yang ada dalam darah berada dalam konsentrasi yang tinggi, sedangkan kadar karbondioksida dalam alveolus berada dalam gradien konsentrasi yang lebih rendah.

Adapun proses terjadinya pertukaran gas tersebut yaitu sebagai berikut :
Proses pertukaran gas yaitu O2 dan CO2 yang terjadi dalam tubuh kita di dalam proses reproduksi manusia dan sebenarnya dilakukan di bagian alveolus, dimana mekanisme pertukaran yang berlangsung dalam organ tersebut adalah sebagai berikut.

  • Pertukaran Gas dari Alveolus ke Kapiler darah

Proses barter yang terjad pada gas dari alveolus ke kapiler darah adalah sebagai berikut :

  • Oksigen atau di sebut dengan O2 yang terdapat dalam alveolus melakukan difusi guna menembus dinding alveolus dan selanjutnya menembus dinding kapiler darah yang menyelubungi alveolus.
  • Oksigen masuk melalui pembuluh darah, yang selanjutnya akan melalui proses pengikatan yang dilakukan oleh hemoglobin (zat warna merah pada darah) yang terkandung di dalam sel-sel darah merah yang untuk selanjutnya proses tersebut akan memperoleh oksihemoglobin (HbO2).
  • Darah akan menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Di dalam sel-sel tubuh, oksigen akan dipergunakan dalam proses oksidasi yaitu dilepaskan kembali sehingga oksihemoglobin akan berubah menjadi hemoglobin kembali dan seterusnya.
  • Kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh makhluk hidup setiap harinya mencapai 300 liter oksigen. Dalam titik besar dari senyawa tersebut akan diangkut oleh hemoglobin yang ada dalam sel darah merah, dan hanya sekitar 2 hingga 3 persen saja yang dapat terlarut di dalam plasma darah.

 

  • Pertukaran gas dari kapiler darah ke alveolus

Karbondioksida terjadi sebagai pemperolehan dari proses pembentukan energi yang dilakukan oleh oksigen yang masuk ke dalam tubuh, dimana selain energi proses tersebut juga menghasilkan CO2. Dalam keadaan kondisi normal, tubuh kita dapat memperoleh CO2 sekitar 200 cc perharinya, dimana hanya sekitar 4,3 cc saja yang dapat terlarut dalam tiap liter darah.

Hal semacam inilah yang menyebabkan terbentuknya asam karbonat (H2CO2) yang menjadikan Ph darah menjadi asam. Untuk membuat netral kembali keasaman ph tersebut, maka diperlukan ion Na+ dan ion K+. Proses selanjutnya CO2 akan dilepaskan kembali ke paru-paru melalui aliran darah.

Dimana dalam proses ini, konsentrasi karbondioksida dan asam karbonat akan dapat teruraikan, dimana asam karbonat akan terurai menjadi air dan juga CO2 kembali. Yang perlu pahami yakni, kadar CO2 yang dilepaskan darah kembali ke paru-paru adalah sekitar 10 persen dan sisanya akan berfungsi untuk menjaga keasaman ph darah yaitu dalam bentuk bikarbonat (HCO3-).

Fungsi Alveolus sebagai Penyimpan udara sementara dalam tubuh

Fungsi lain dari alveolus yakni sebagai wadah penyimpanan udara meskipun hanya sementara waktu saja yang kemudian akan memungkinkan terjadinya penyerapan udara berisi oksigen tersebut ke dalam darah. Alveolus merupakan struktur anatomi tubuh yang dapat dijumpai pada bronkiolus di dalam paru-paru.

Fungsi struktur anatomi ini berawal disaat kita sedang bernafas atau menghirup udara melalui rongga bagian bagian hidung. Udara tersebut nantinya akan melampaui alur yang cukup panjang, yaitu harus melewati berbagai organ dari sistem pernafasan kita semacam saluran hidung, laring, faring, trakea, bronkus utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus, lalu mencapai alveolus dengan melalui kantung udara yang lubang nya kecil.

Udara yang isinya oksigen yang masuk kedalam tubuh nantinya akan diserap oleh darah melalui kapiler yang untuk selanjutnya akan diedarkan ke seluruh sistem peredaran darah dalam tubuh.

Dari jabaran yang telah kami jelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa alveoli yang merupakan bentuk jamak dari alveolus adalah cabang terminal dari sistem pernafasan yang memiliki fungsi utama yaitu sebagai wadah pertukaran gas, entah itu oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) di dalam tubuh. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment