4 Surat Pendek Sholat Dhuha yang di Anjurkan di Baca

4 Surat Pendek Sholat Dhuha yang di Anjurkan di Baca

Surat pendek sholat dhuha – Ada beberapa surat pendek yang di ajurkan untuk di baca pada saat mengerjakan sholat sunnah dhuha, di sini akan kami bahas surat surat apa aja yang afdhol di baca.

Bacaan Surat pendek sholat dhuha

surat sholat dhuha
surat sholat dhuha

Salah satu sholat yang dianjurkan adalah sholat dhuha. Adalah anjuran untuk melakukan sholat ini selepas matahari terbit dan sebelum matahari berada di atas kepala. Dan cara mengerjakan sholat dhuha minimal dua doa rakaat dan sekurang-kurangnya delapan rak’ah.
Sholat berdasarkan hadits Abu Hurairah diriwayatkan.

Rasulullah saw menasihatkan Abu Hurairah untuk selalu berpuasa tiga hari sebulan, dua shalat rakaat dan witir sebelum tidur. Pesan Rasul ini jelas bukan hanya untuk Abu Hurairah, tetapi juga untuk semua umat manusia. Oleh itu, kita digalakkan untuk melaksanakan solat dhuha.

Sholat dhuha di anjurkan untuk dikerjakan di masjid. Kerana selain berkaitan dengan waktu, dhuha juga berkaitan dengan tempat itu. Dianjurkan pada saat melaksanakan solat dhuha membaca surat tertentu dalam Al-Qur’an.
Dalam kisah yang berkaitan, adalah dianjurkan untuk membaca surat as-syam dan al-Dhuha sewaktu solat dhuha di tambahi doa sholat dhuha.

Sedangkan kisah-kisah lain disebutkan, adalah disarankan untuk membaca al-Kafirun dan al-Ikhlas.
Perbedaan riwayat berkenaan dengan surat-surat yang di dalam ayat dhuha ini tidak perlu bertentangan atau bertentangan, tetapi untuk mengamalkannya kerana mereka sama sama memiliki kesunnahan.

Surat Ad- Duha

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَالضُّحٰىۙ

1. Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),

وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ

2. dan demi malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ‏

3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ

4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ

5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى

7. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

وَوَجَدَكَ عَآٮِٕلًا فَاَغۡنٰىؕ

8. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ

9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ

10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ

11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Surat As-syam

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَالشَّمۡسِ وَضُحٰٮهَا

1. Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,

وَالۡقَمَرِ اِذَا تَلٰٮهَا

2. demi bulan apabila mengiringinya,

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰٮهَا

3. demi siang apabila menampakkannya,

وَالَّيۡلِ اِذَا يَغۡشٰٮهَا

4. demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),

وَالسَّمَآءِ وَمَا بَنٰٮهَا

5. demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),

وَالۡاَرۡضِ وَمَا طَحٰٮهَا

6. demi bumi serta penghamparannya,

وَنَفۡسٍ وَّمَا سَوّٰٮهَا

7. demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,

فَاَلۡهَمَهَا فُجُوۡرَهَا وَتَقۡوٰٮهَا

8. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا

9. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

وَقَدۡ خَابَ مَنۡ دَسّٰٮهَا

10. dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

كَذَّبَتۡ ثَمُوۡدُ بِطَغۡوٰٮهَآ

11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zhalim),

اِذِ انۡۢبَعَثَ اَشۡقٰٮهَا

12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

فَقَالَ لَهُمۡ رَسُوۡلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقۡيٰهَا

13. lalu Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.”

فَكَذَّبُوۡهُ فَعَقَرُوۡهَا ۙفَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُمۡ بِذَنۡۢبِهِمۡ فَسَوّٰٮهَا

14. Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),

وَلَا يَخَافُ عُقۡبٰهَا

15. dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

 

surat pendek sholat dhuha

Leave a Comment