√ Peran dan Tujuan Koperasi dalam Membangun Perekonomian Indonesia

√ Peran dan Tujuan Koperasi dalam Membangun Perekonomian Indonesia

Tujuan Koperasi – Pada faktanya, apa itu koperasi? Definisi koperasi adalah entitas komersial (organisasi ekonomi) yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggotanya untuk memenuhi kepentingan bersama di bidang ekonomi.

Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

pengertian koperasi
pengertian koperasi

Untuk lebih memahami apa arti koperasi, kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian koperasi menurut para ahli:

1. Arifinal Chaniago

Menurut Arifinal Chaniago, definisi koperasi adalah asosiasi yang dibentuk oleh individu atau badan hukum, yang memberikan kebebasan anggota untuk masuk dan pergi, dengan bekerja sama dalam bisnis keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

2. Hatta

Koperasi Indonesia mengatakan bahwa definisi Koperasi adalah upaya bersama untuk meningkatkan nasib mata pencaharian ekonomi berdasarkan bantuan.

3. Munkner

Menurut Munkner, pengertian koperasi adalah organisasi bantuan yang menjalankan ‘urusniaga’ dalam kelompok, yang didasarkan pada konsep bantuan. Kegiatan-kegiatan di Urusniaga ditujukan secara eksklusif pada ekonomi, bukan sosial, karena mereka saling bekerja sama.

4. P. J. V. Dooren

Menurut P. J. V. Dooren, serikat koperasi adalah asosiasi anggota, baik swasta maupun perusahaan, yang telah bergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan ekonomi umum.

5. UU No. 25/1992

Menurut UU No. 25/1992, definisi Koperasi adalah entitas komersial yang dibentuk oleh individu atau badan hukum koperasi, dengan mendasarkan kegiatan mereka pada prinsip koperasi, serta pada gerakan ekonomi berbasis masyarakat. Dalam prinsip keluarga.

TUJUAN KOPERASI

tujuan koperasi
tujuan koperasi

Menurut UU yang mengatur koperasi dalam pasal 3, koperasi memiliki tujuan untuk menjadi anggota yang makmur khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan berpartisipasi dalam pembangunan tatanan ekonomi nasional untuk menciptakan masyarakat yang maju dan adil. dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Atas dasar pasal tersebut, dapat disimpulkan bahwa prioritas kesejahteraan adalah anggota koperasi terlebih dahulu, maka koperasi diharapkan memberikan kontribusi, jika memungkinkan, kepada masyarakat sekitar. Pada dasarnya, anggota koperasi adalah anggota masyarakat, sehingga diharapkan koperasi dapat berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

PRINSIP KOPERASI

prinsip koperasi
prinsip koperasi

Saat menjalankan kegiatannya, koperasi memiliki beberapa prinsip yang juga dijelaskan dalam UU n. 25 tahun 1992. Prinsip ini digunakan untuk menciptakan nilai mulia dalam pengelolaan koperasi dan dalam menciptakan keadilan bagi setiap anggota, administrator atau masyarakat umum. Prinsip koperasi meliputi.

Prinsip kperawsi sebagai berikut:

  1. Keanggotaan bersiftat sukarela dan terbuka
  2. pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. pembagiaan SHU dilakukan secara adil
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  5. kemandirian
  6. pendidikan perkoperasian
  7. kerjasama antar koperasi

Di samping mempunyai prinsip dan objektif, koperasi mempunyai beberapa fungsi yang juga diatur dalam undang-undang Skuadron. Fungsi ini wujud supaya apabila melaksanakan tugas mereka, koperasi dapat memberi tumpuan kepada objektif dan tidak mengurus bidang yang bukan pekerjaan mereka.

Fungsi Koperasi

fungsi koperasi
fungsi koperasi

Dengan mengacu pada UU No. 25 Pasal 4 tahun 1992, fungsi koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Membangun dan meningkatkan potensi ekonomi anggota dan masyarakat secara umum, sehingga kesejahteraan sosial dapat terwujud.
  2. Koperasi mempunyai peran aktif dalam meningkatkan kualitas hidup terhadap para anggotanya dan juga masyarakat.
  3. Penguatan ekonomi kerakyatan sebagai dasar kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional di mana koperasi menjadi basisnya.
  4. Wujudkan dan kembangkan ekonomi nasional yang lebih baik melalui upaya bersama berdasarkan prinsip keluarga dan demokrasi ekonomi.

Peran Koperasi

peran koperasi
peran koperasi

1. Koperasi dapat mengurangi tingkat pengangguran.

Diharapkan kehadiran koperasi akan membantu nasib mereka yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan keberadaan koperasi banyak pekerja akan dibutuhkan untuk mengelola bisnis mereka.

2. Koperasi dapat mengembangkan kegiatan bisnis masyarakat.

Misalnya, koperasi terlibat dalam bisnis penyediaan alat-alat pertanian yang dibutuhkan petani. Dengan adanya koperasi, petani dapat membeli kebutuhan peralatan pertanian di koperasi dengan harga lebih murah, sehingga mereka dapat meningkatkan kegiatan usaha pertanian.

3. Koperasi dapat berperan dalam meningkatkan pendidikan masyarakat, khususnya pendidikan koperasi dan dunia bisnis.

Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada anggota koperasi dan dapat menerapkan ilmunya kepada masyarakat sekitar.

4. Koperasi dapat bertindak sebagai alat untuk perjuangan ekonomi.

Menurut prinsip koperasi, koperasi harus memiliki kemandirian untuk dapat bersaing dengan entitas komersial lainnya. Kemajuan koperasi dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan kehidupan anggota dan masyarakat.

5. Koperasi Indonesia dapat berperan dalam penciptaan demokrasi ekonomi.

Demokrasi ekonomi yang dimaksud menekankan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, sementara pemerintah hanya berkewajiban memberikan dorongan, arahan dan bimbingan.

6. Koperasi Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan tatanan ekonomi nasional.

Koperasi, sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa, harus dikembangkan bersama dengan kegiatan komersial lainnya. Dengan memberdayakan koperasi, itu juga berarti memberdayakan masyarakat, yang pada akhirnya akan memberdayakan ekonomi nasional.

Ciri-Ciri Koperasi

Berikut adalah beberapa ciri koperasi, dengan penjelasan penuh yang meliputi sifat keanggotaan, kuasa maksimum dan asas koperasi.

Keanggotaan yang bersifat sukarela

Ciri-ciri koperasi yang paling penting ialah keanggotaan koperasi yang sukarela. Ini bermakna keanggotaan koperasi tidak boleh dipaksakan dan sukarela. Setiap anggota juga boleh mengundurkan dirikapanpun sesuai dengan persetujuan yang telah disepakati.

Kuasa terbesar adalah dalam rapat anggota.

Ciri koperasi seterusnya ialah pertemuan anggota adalah kuasa tertinggi yang ada dalam struktur koperasi. Rapat anggota biasanya diadakan setahun sekali dan menjadi pihak berkuasa tertinggi di koperasi.

Berasas kekeluargaan

Ciri koperasi lain boleh dilihat dari asas-asas. Asas koperasi adalah prinsip persaudaraan. Ini di masukkan dalam Undang-undang No. 25 Perkara 2 1992, di mana koperasi tersebut adalah berdasarkan Pancasila dan Perlembagaan 1945 dan atas prinsip persaudaraan.

Bersifat non kapitalis

Koperasi itu bukan kapitalis, sebagai salah satu ciri utama koperasi. Ini bermakna pengagihan pendapatan sisa (SHU) tidak berdasarkan saiz modal yang dilaburkan oleh ahli, tetapi pada perkhidmatan yang diberikan kepada ahli-ahli koperasi.

Berdasar prinsip swadaya, swakerta dan swasembada

Koperasi juga menggunakan prinsip bimbingan diri, berdikari dan berdikari. Tujuannya adalah koperasi berdasarkan prinsip perniagaan sendiri (self-help), prinsip self-government (self-government) dan prinsip swasembada (swasembada).

Sejarah Koperasi Di Indonesia

Sejarah koperasi dimulai pada abad ke-20. Secara umum, sejarah koperasi didasarkan pada hasil usaha kecil yang spontan dan dilakukan oleh orang kecil. Kapasitas ekonomi yang rendah mendorong usaha kecil untuk keluar dari penderitaan. Secara spontan mereka ingin mengubah hidup mereka.

Di Indonesia, gagasan koperasi diperkenalkan oleh R. Aria Wiraatmadja, yang pada tahun 1896 mendirikan Bank of Public Officer. Karena semangat kerjasama yang tinggi kemudian dilanjutkan oleh De Wolffvan Westerrode. Pada tahun 1908, Dr. Sutomo mendirikan Budi Utomo. Sutomo memiliki peran dalam koperasi untuk meningkatkan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Pada 1915 aturan Verordening op Cooperatieve Vereeniging dibuat dan pada 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatiev. Pada tahun 1927 sebuah serikat Islam dibentuk. Dengan tujuan memperjuangkan posisi ekonomi pengusaha pribumi. Pada tahun 1929, Partai Nasional Indonesia didirikan untuk menyediakan dan memperjuangkan semangat difusi koperasi di Indonesia.

Pada tahun 1942, Jepang menduduki Indonesia, kemudian Jepang mendirikan koperasi bernama Kumiyai.
Setelah bangsa Indonesia merdeka pada 12 Juli 1947. Gerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya, yang hari ini ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Konferensi koperasi pertama menghasilkan beberapa keputusan:

1. Pembentukan organisasi koperasi yang populer di Indonesia tengah [SOKRI]
2. Membangun kerja sama timbal balik sebagai prinsip koperasi.
3. Tetapkan 12 Juli sebagai hari Koperasi.

Pada 12 Juli 1953, Kongres Koperasi ke-2 di Bandung diadakan lagi. Kongres Koperasi ke-2 memutuskan:

1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia [Dekopin] sebagai pengganti SOKRI
2. Menetapkan pendidikan kooperatif sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.
3 Moh mengangkat. Hatta sebagai bapak koperasi Indonesia
4. Undang-undang koperasi baru akan segera dibuat.

Implementasi program koperasi pemerintah memiliki kebijakan:

1. Mengintensifkan pengembangan organisasi ekonomi masyarakat, terutama koperasi.
2. Perluas pendidikan dan informasi kooperatif.
3. Memberikan kredit kepada produsen, baik di bidang industri kecil dan pertanian.

Tujuan Koperasi

Leave a Comment